Provinsi Jawa BaratBeritaRegional

Produksi Padi Jawa Barat Alami Fluktuasi, Pernah Capai Puncak di Tahun 2018

Aqsa Guest House
PMB Unigal 2024
PMB Unigal 2024
PMB Unigal 2024
Aqsa Guest House
PMB Unigal 2024
PMB Unigal 2024
PMB Unigal 2024

Jawa Barat, lumbung padi nasional, ternyata mengalami fluktuasi produksi dalam beberapa tahun terakhir.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi padi di provinsi ini sempat mencapai titik tertinggi pada tahun 2018 dengan angka 9,64 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).

Meski begitu, produksi padi Jawa Barat tidak selalu meningkat. Data BPS menunjukkan adanya penurunan produksi pada tahun-tahun berikutnya.

Puncak penurunan terjadi pada 2020 dengan angka 9,02 juta ton GKG.

Untungnya, produksi padi di Jawa Barat kembali menunjukkan kenaikan pada 2021 dan 2022.

BPS mencatat produksi masing-masing sebesar 9,11 juta ton GKG dan 9,43 juta ton GKG.

Namun, pada tahun 2023, produksi kembali sedikit menurun menjadi 9,10 juta ton GKG.

Baca Juga :  Saung Cuklik Pamarican Ciamis Terus Berkembang

Fluktuasi produksi padi di Jawa Barat dipengaruhi berbagai faktor.

Beberapa diantaranya adalah kondisi cuaca, serangan hama penyakit, dan ketersediaan air irigasi.

Meskipun mengalami pasang surut, Jawa Barat tetap menjadi salah satu penyumbang terbesar produksi padi nasional.

Untuk menjaga stabilitas produksi, pemerintah daerah bersama instansi terkait terus berupaya meningkatkan produktivitas pertanian.

Diantaranya melalui program-program seperti perbaikan infrastruktur irigasi, penyediaan benih unggul, dan pendampingan petani.

Produksi Padi Menurut Kabupaten & Kota di Jawa Barat 2018-2023

Baca Juga :  Sekolah Penggerak SDN 1 Ciamis Gelar IHT IKM
Lanjutkan Membaca
Back to top button