
Kelalaian kecil saat membakar sampah di sekitar hunian kembali memicu peristiwa kebakaran yang merugikan warga.
Sebuah rumah di Dusun Neglasari, RT 04 RW 02, Desa sekaligus Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Kamis siang (20/11/2025), ludes dilalap api setelah api pembakaran sampah yang tidak diawasi merembet ke bangunan.
Rumah semi permanen milik Ule Sulaeman (60) itu habis dilalap si jago merah sekitar pukul 14.15 WIB. Musibah bermula ketika pemilik rumah membakar sampah di bagian belakang rumah.
Setelah menyalakan api, Ule kemudian masuk ke dalam rumah dan meninggalkan lokasi pembakaran dalam keadaan masih menyala.
Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat, S.IP, menjelaskan bahwa api pada tumpukan sampah tersebut terus membesar, diduga dipicu kondisi cuaca panas dan angin yang cukup kencang siang itu.
Kobaran api kemudian menjilat dinding bilik dapur dan bagian belakang bangunan rumah, hingga dengan cepat menyebar ke seluruh ruangan.
Ule yang sedang berada di dalam rumah baru menyadari bahaya ketika mencium bau asap dan melihat kepulan asap disertai desiran api dari arah belakang.
Panik, ia segera berteriak meminta pertolongan warga sekitar sambil menghubungi Pos WMK Banjarsari.
Warga yang mendengar teriakan itu bergegas membantu dengan melakukan pemadaman manual.
Mereka memanfaatkan air dari sebuah kolam yang tidak jauh dari rumah korban.
Namun, upaya tersebut tak mampu menahan lajunya api yang semakin membesar.
Mendapat laporan, lima personel pemadam kebakaran—yakni Icep, Bintang, Rizki, Dikri, dan Nurkholis—yang sedang piket di Pos WMK Banjarsari langsung bergerak cepat menuju lokasi dengan dua unit mobil pemadam.
Setibanya di tempat kejadian, petugas damkar bahu-membahu bersama warga, aparat desa dan kecamatan, anggota Polsek dan Koramil Banjarsari, petugas PLN, serta relawan dari RCS, MDMC, dan RAPI untuk memadamkan api.
Upaya pemadaman berjalan intens dan penuh tantangan mengingat struktur rumah yang sebagian besar terbuat dari material mudah terbakar.
Setelah lebih dari satu jam berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan dan dilakukan proses pendinginan.
Petugas damkar kembali ke pos sekitar pukul 15.28 WIB setelah memastikan tidak ada titik api yang berpotensi menyala kembali.
Akibat kebakaran tersebut, rumah berukuran 6 × 8 meter milik Ule Sulaeman beserta seluruh isinya rata dengan tanah.
Kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut.
“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Total kerugian ditaksir sekitar seratus juta rupiah,” ungkap Kabid Damkar, Budi Rahmat.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar tidak menyepelekan aktivitas pembakaran sampah di lingkungan rumah.
Api sekecil apa pun dapat berubah menjadi ancaman berbahaya apabila tidak diawasi, terlebih pada kondisi cuaca panas dan berangin.





