Jovan Latuconsina ; AHY is an Officer and a Gentleman

0
46
Wasekjen Partai Demokrat Jovan Latuconsina
Wasekjen Partai Demokrat, Jovan Latuconsina.

Reportasee.com – Wasekjen Partai Demokrat, Jovan Latuconsina, mengaku salut dan bangga kepada Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY.

Jovan mengakui, sebelumnya para mendesak agar AHY membongkar nama Kepala Staf Presiden KSP Moeldoko ke publik.

Tapi AHY, kata jovan, memilih untuk tidak menyebutkan namanya. Menurut AHY, apapun kesalahannya, KSP Moeldoko adalah seniornya di almamater.

Dengan kata lain, lanjut Jovan, AHY memprioritaskan kehormatan serta jiwa ksatria dalam menghadapi persoalan ini.

Menurut Jovan, AHY serta Muldoko merupakan sama-sama lulusan terbaik akademi militer. Keduanya juga meraih penghargaan Adhi Makayasa.

Baca:  Tinggalkan WhatsApp, Pilih Aplikasi Telegram atau Signal?

“Beliau (AHY) mengedepankan kehormatan dan jiwa kesatria. He is an officer and a gentleman,” katanya.

Pada kesempatan itu, Jovan menegaskan, upaya pengambilalihan Partai Demokrat secara paksa perlu menjadi perhatian masayarakat dan pemerintah.

Alasannya, buka semata-mata karena masalah internal partai, melainkan masalah integritas. Terlebih, hal itu berkaitan dengan jabatan publik seseorang.

Jovan menegaskan, upaya pengambilalihan partai demokrat tersebut melibatkan kader, mantan kader dan KSP Muldoko.

Baca:  Cara Jual Mobil Bekas, Tips Jitu Harga Tinggi Cepat Laku

Namun demikian, Jovan memastikan, partai demokrat akan mengambil tindakan tegas kepada kader yang terlibat.

Tindakan tegas yang akan pihaknya berikan itu merujuk berdasarkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai demokrat.

Sementara itu, terkait tokoh pejabat publik, pihaknya meminta klarifikasi langsung dari presiden. Terlebih, ada kabar tokoh publik tersebut sudah mendapat restu presiden.

Hal tersebutlah yang kemudian mendasari pihaknya melayangkan surat kepada presiden untuk memberikan klarifikasi.

Baca:  Pantai Terbaik di Dunia yang Wajib Anda Kunjungi

Jovan menambahkan, banyak pengurus daerah yang marah karena oknum kader, mantan kader bersama eksternal mengobrak-abrik kepemimpinan partai demokrat.  

Menurut Jovan, bukan seorang ksatria jika mengambil jalan pintas untuk menggapai sebuah keinginan.   

Kalaupun KSP Muldoko mencintai partai demokrat, Jovan Latuconsina menyarankan Muldoko mendaftar ke partai.

“Tapi tidak bisa ujug-ujug menjadi Ketua Umum,” tandasnya. ***

Editor : Deni Supendi