32 C
Indonesia
Selasa, Agustus 3, 2021
BerandaBeritaHari Dongeng Sedunia, Apa Kamu Merayakannya?

Hari Dongeng Sedunia, Apa Kamu Merayakannya?

Reportasee.com – Hari Dongeng Sedunia, Apa Kamu Merayakannya? Dongeng merupakan cerita fiksi yang merupakan hasil imajinasi penulis. Biasanya target pendengar dongeng adalah anak – anak. Waktu malam hari adalah waktu paling sering dongeng diperdengarkan kepada anak–anak, terutama sebelum tidur.

Dongeng dipercaya dapat menyampaikan pesan positif yang baik untuk perkembangan moral dan nilai pada anak–anak. Cara ini dianggap efektif karena anak–anak akan mengetahui konsekuensi suatu perbuatan, tanpa harus mengalaminya. Anak–anak dapat menilai tindakan mana yang baik atau tindakan yang buruk.

Anak–anak suka untuk mendengarkan, dan bercerita dari kosa kata saat mendengarkan dongeng. Hal ini akan merangsang kemampuan anak untuk bercerita.

Dongeng juga dapat menguatkan kedekatan antara orang tua (pendongeng) dan anak. Dongeng juga sebagai bentuk pelestarian cerita tradisional nenek moyang.

Dongeng juga membuka wawasan anak–anak mengenai keanekaragaman ras, suku dan budaya di dunia. Anak–anak juga jadi mengetahui berbagai karakter, sifat dan kondisi alam yang berbeda di dunia. Anak–anak nantinya tidak akan kaget dan dapat menerima segala perbedaan.

Dongeng juga baik untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap cerita dan buku. Anak–anak menjadi terbiasa untuk membaca dan lebih berkembang imajinasinya. Tentu saja, hal ini baik bagi masa depan anak–anak.

Dongeng di dunia semakin berkembang, lihat saja buku dongeng kini. Di tahun 2000an di Indonesia buku dongeng masih berbentuk dua dimensi. Dongeng juga terus mengalami perkembangan hingga kini.

Kini buku dongeng berbentuk tiga dimensi yang bisa disentuh dan dapat digerakkan secara nyata. Buku dongeng dibuat timbul, dapat dilipat, dapat disentuh tekstur aslinya, memiliki boneka yang dapat dimainkan. Bahkan ada juga boneka yang bisa mendongeng.

Sayangnya kini buku dongeng banyak digantikan dengan gadget, padahal penggunaan buku dongeng tidak tergantikan. Untuk memahami bagaimana tekstur kertas atau kain (buku kain) sangat baik untuk bayi. Buku dongeng juga melatih kesabaran anak karena anak akan menunggu cerita dongeng setiap harinya.

Selain itu, gadget juga memberi efek negatif seperti mata kelelahan, dan rabun jauh. Gadget juga mengurangi keinginan anak – anak untuk bermain bersama yang berpengaruh pada kecakapan sosial anak. Gadget juga mengurangi kedekatan antara anak dan orang tua karena anak sibuk sendiri dengan gadgetnya.

Saya menyarankan para orang tua untuk tidak mengenalkan gadget kepada anak sampai usia sekolah dasar minimal. Untuk anak usia dini, permainan yang membutuhkan kontak fisik jauh lebih baik daripada permainan di gadget. Begitu juga dengan pengetahuan dan wawasan, para orang tua bisa menceritakan buku dongeng mengenai sejarah yang tidak kalah menarik.

Baca:  Produk Perawatan Bibir, Simak Jenis dan Manfaatnya

Hari ini dirayakan hari dongeng sedunia yaitu setiap tanggal 20 Maret. Hampir seluruh negara di dunia merayakan hari dongeng sedunia. Ini adalah sejarah hari dongeng sedunia tersebut.

Baca:  Pemilihan Ketua Balad Galuh, Ghozin Siap Bangun Citra Positif

Sejarah Hari Dongeng Sedunia

Pada tahun 1991, masyarakat Swedia merayakan “Alla berattares dag” atau hari semua pendongeng. Saat itu matahari melewati garis khatulistiwa dijadikan dasar oleh Kaum Nordik untuk merayakan kesenian bertutur. Kaum Nordik memiliki banyak mitologi tua yang diceritakan secara turun – temurun. Perayaan ini bertujuan untuk merangkul pendongeng.

Pada tahun 1997, pendongeng Australia merayakan “International day of oral narrators” atau hari narator lisan internasional. Perayaan dilakukan dengan mendongeng selam lima pekan, bahkan ini juga dirayakan oleh Meksiko  dan Amerika Latin.

Pada tahun 2002, Pendongeng Skandinavia membuat website Ratatosk untuk berdongeng. Website ini mempertemukan banyak pendongeng dari berbagai penjuru dunia secara digital. Website Ratatosk menyebar sampai Swedia, Norwegia, Denmark, Finlandia, dan Estonia.

Pada tahun 2003, ide perayaan hari dongeng semakin menyebar hingga sekarang hampir semua negara di dunia. Perayaan hari dongeng sedunia diadakan setiap tanggal 20 Maret. Begitulah sejarah perayaan hari dongeng sedunia. Jika di Indonesia, justru hari dongeng nasional dirayakan setiap tanggal 28 November loh. Jadi begini sejarahnya.

Sejarah Hari Dongeng Nasional di Indonesia

Di Indonesia, hari dongeng nasional dirayakan setiap tanggal 28 November. Tanggal 28 November ditetapkan sebagai hari dongeng nasional sejak tahun 2015. Tanggal tersebut dipilih karena Drs. Suyadi lahir pada tanggal 28 November. Drs. Suyadi memiliki peran yang besar dalam menghidupkan dongeng terutama di Indonesia.

Drs. Suyadi atau dikenal masyarakat Indonesia sebagai Pak Raden menciptakan tokoh Pak Raden dalam acara dongeng boneka yang populer tahun 1980 – an. Ciri Pak Raden dalam acara Si Unyil adalah Laki – laki dengan kumis tebal, dan baju tradisional Jawa. Pak Raden mengenakan blangkon, beskap warna hitam, dan tongkat berbentuk huruf j terbalik.

Semoga kegiatan mendongeng terus lestari dan memberikan pengaruh positif untuk anak – anak kita kelak. Itulah informasi mengenai hari dongeng sedunia. Semoga menambah wawasan dan bermanfaat untuk kita.

Berita Terkait
- Advertisment -

Paling Populer