32 C
Indonesia
Rabu, Agustus 4, 2021
BerandaBeritaGejala Buta Warna yang Penting Anda Waspadai

Gejala Buta Warna yang Penting Anda Waspadai

Mata merupakan indera penglihatan yang memiliki fungsi penting dalam hidup manusia. Dengan mata, manusia bisa melihat dunia yang penuh warna. Namun, bagi orang yang memiliki gejala buta warna tak bisa melihat beberapa warna tertentu.

Buta warna adalah kondisi di mana seseorang tak dapat membedakan beberapa warna atau bahkan hanya dapat melihat hitam dan putih. Buta warna bisa terjadi karena berbagai faktor. Bisa karena keturunan, penyakit, usia, dan lainnya. Berikut gejala yang dialami oleh penderita buta warna.

Sulit Membedakan Warna Terang

Terdapat dua sel pada retina mata yang memiliki fungsi untuk mendeteksi cahaya. Keduanya dinamai sel kerucut dan batang. Cahaya gelap dan terang dideteksi oleh sel batang, sedangkan deteksi warna dilakukan oleh sel kerucut.

Pada orang buta warna satu atau lebih sel kerucutnya tidak berfungsi. Maka dari itu, ia tak bisa membedakan beberapa warna. Salah satunya mereka tak bisa membedakan beberapa warna terang. Warna-warna terang tersebut antara lain kuning, oranye, merah, dan sejenisnya.

Orang yang mengalami buta warna akan menganggap warna-warna terang tersebut adalah sama. Misalnya antara warna merah dengan oranye atau warna oranye dengan kuning. Bagi Anda atau saudara yang mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter.

Sulit Membedakan Beberapa Warna

Buta warna bisa terjadi karena faktor keturunan. Kebanyakan ini terjadi pada laki-laki yang diwariskan dari ibunya. Penyakit buta warna karena faktor keturunan ini biasanya bisa dideteksi sejak dini. Ini akan terlihat dalam proses pembelajaran anak, baik di sekolah atau rumah.

Anak dengan gejala buta warna sulit membedakan beberapa warna. Misalnya tak bisa membedakan warna lampu lalu lintas, kesulitan saat pelajaran yang berhubungan dengan warna, salah ketika menebak warna, dan tak bisa membedakan warna daging matang dan mentah.

Tak menutup kemungkinan gejala ini juga terjadi pada orang yang telah dewasa karena faktor-faktor tertentu. Misalnya karena efek samping pemakaian obat, penyakit diabetes, parkinson, atau kerusakan pada mata akibat faktor lainnya.

Sulit Membedakan Gradasi Warna

Buta warna ini ada dua jenis, yaitu parsial dan total. Buta warna tak dapat melihat warna selain putih, abu-abu, dan hitam. Sedangkan buta warna parsial masih terbagi lagi menjadi dua golongan, yaitu tak dapat membedakan gradasi merah-hijau dan biru-kuning.

Pada penderita buta warna parsial, mereka tak bisa membedakan warna-warna pada gradasi merah-hijau atau biru-kuning. Seperti sulit membedakan warna merah dan kuning, warna hijau seolah sama dengan krem, warna kuning seperti hijau, warna ungu jadi biru dan sebaliknya.

Baca:  Produk Drone Berkualitas Ini Cocok untuk Dokumentasi

Penderita buta warna parsial sulit membedakan gradasi warna karena berkurang atau hilangnya sel kerucut pada gradasi tersebut. Misalnya penderita buta warna merah-hijau terjadi sebab berkurangnya fungsi sel kerucut merah atau hijau pada mata mereka.

Baca:  Penyakit Kulit, Kenali Jenisnya yang Harus di Waspadai

Sulit Membedakan Warna Merah dan Hitam

Gejala berikutnya yang mungkin terjadi pada penderita buta warna yaitu sulit untuk membedakan warna merah dan hitam. Jika mengalami yang demikian kemungkinan masuk dalam kategori buta warna parsial merah-hijau.

Penderita akan sulit membedakan warna merah tua dengan hitam, mereka akan menganggap keduanya sama. Terkadang penderita juga mengalami kesulitan untuk membedakan warna merah dengan ungu, atau biru dengan ungu.

Penderita buta warna akan sulit membedakan warna-warna tersebut, karena pada mata normal pun akan melihat bahwa tingkat kecerahan pada warna-warna tersebut cenderung sama. Meskipun mata normal akan langsung mengetahui bahwa warna-warna tersebut jelas berbeda.

Warna-warna Terlihat Kusam

Terkadang orang yang menderita buta warna parsial sejak kecil sulit terdeteksi. Pasalnya  sejak lahir manusia telah diperkenalkan dengan berbagai warna di sekitarnya. Oleh sebab itu, penderita tak akan menyadari kalau ia mengalami buta warna parsial.

Beberapa penderita buta warna melihat warna cenderung lebih kusam daripada mata normal. Ini yang menjadi salah satu penyebab gejala buta warna sulit terdeteksi. Terlebih jika merupakan faktor keturunan atau sejak kecil, sebab penderita telah melihat warna yang demikian dari awal.

Gejala ini akan mudah dirasakan bagi penderita yang mengalami setelah memasuki masa dewasa. Misalnya bagi penderita akibat penyakit, usia, dan terpapar zat kimia. Mereka akan merasa mengalami perbedaan dalam melihat warna, lebih kusam dari sebelumnya.

Tidak Dapat Melihat Warna Solid

Gejala berikutnya yang mungkin terjadi pada penderita buta warna, yaitu kesulitan membedakan warna-warna solid atau kuat. Contoh warna solid seperti hitam, biru pekat, merah, dan hijau tua. Mereka akan menganggap warna-warna tersebut sama atau bahkan tak dapat melihatnya.

Tak dapat melihat di sini maksudnya yaitu menganggap warna-warna tersebut hitam. Ini mungkin terjadi pada penderita buta warna total. Akan melihat warna kuat seperti hitam, dan warna yang lebih terang seperti putih.

Demikian beberapa gejala buta warna yang sering penderita alami. Bagi Anda atau saudara yang mungkin mengalami gejala-gejala tersebut sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter spesialis mata atau melakukan tes.

Berita Terkait
- Advertisment -

Paling Populer