Gunung Semeru Erupsi, Sejarah Panjang Aktivitas Vulkanik Sang Puncak Tertinggi

Advertisement

Reportasee.com – Bagi para pendaki gunung, pembaca dan ataupun penonton film 5 cm pasti sudah tidak asing dengan nama Gunung Semeru.

Banyak spot indah seperti Ranu Kumbolo, Tanjakan Cinta, Kalimati, hingga Puncak Mahameru yang menjadi dambaan bagi para penikmat hutan dan pegunungan.

Dengan ketinggian mencapai 3.676 mdpl, gunung yang memiliki makna mendalam bagi umat Hindu ini berhasil menyandang predikat puncak tertinggi Pulau Jawa.

Selain puncak tertinggi Pulau Jawa, beberapa istilah juga melekat pada Gunung Semeru seperti Atap Jawa atau Paku Alam Jawa.

Pertama kali erupsi pada tahun 1818, Gunung Semeru memiliki sejarah panjang erupsi yang membentang lebih dari 100 tahun lamanya.

Advertisement

Sejarah Panjang Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru

Sejarah Letusan Pertama

Menurut catatan sejarah, erupsi Gunung Semeru yang pertama berlangsung pada tahun 1818-1913.

Terbatasnya teknologi kala itu, membuat sedikit sekali informasi yang berhasil terdokumentasi dengan baik.

Sejarah Letusan Kedua : Aktivitas Berdurasi Panjang

Babak selanjutnya, sejarah mencatat aktivitas vulkanik Gunung Semeru berdurasi Panjang yang berlansung sejak tahun 1941-1942.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan, pada aktivitas vulkanik kala itu terdapat peristiwa lelehan lava yang terjadi dalam periode 21 Septembr 1941 hingga Februari 1942.

Dengan ketinggian mencapai 1.400 hingga 1.775 meter, letusan Gunung Semeru sampai ke lereng sebelah timur hingga menimbun pos pengairan Bantengan.

Aktivitas Vulkanik Beruntun Kedua

Dalam kurun waktu 1942-1960 terjadi beberapa aktivitas vulkanik yag terjadi secara beruntun pada tahun 1945, 1946, 1947, 1950, 1951, 1953, 1954, 1955-1957, 1958, 1959 hingga 1960.

Aktivitas vulkanik dari Sang Atap Jawa kemudian terus berlanjut hingga terjadi guran lava yang menghasilkan awan panas pada 1 Desember 1977.

Saat itu, awan panas mengarah ke arah Besuk Kobokan, hingga menyebabkan kerusakan pada sawah, jembatan hingga rumah warga.

Dalam kurun tahun 1978-1979 aktivitas vulkanik gunung semeru masih terus berlanjut.

Aktivitas Vulkanik Beruntun di Awal Tahun 2000

Aktivitas vulkanik Gunung semeru terpantau kembali aktif pada tahun 1990, 1992, 1994, 2002, 2004, 2005, 2007 dan juga 2008.

Erupsi juga sempat terjadi pada 15 Mei hingga 22 Mei 2008.

Saat itu, erupsi kembali mengarah menuju Besuk Kobokan dengan jarak luncur 2.500 meter.          

Lama tidak terdengar, Gunung Semeru kembali menyapa seluruh warga Indonesia pada Sabtu, 4 Desember 2021.

Sang Atap Jawa kembali mengalami erupsi.

Terpantau pada sore hari tadi, pukul 15.20 WIB material vulkanik bergerak menuju ke arah Besuk Kobokan, Desa Sapiutang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.

Berita mengenai erupsi Gunung Semeru masih menjadi salah satu trending topik Indonesia.

Bahkan beredar video amatir yang merekam warga yang panik saat berusaha menyelamatkan diri.

Berdasarkan catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, pada erupsi kali ini terdapat guguran lava pijar.

Guguran lava pijar ini memiliki jarak luncur kurang lebih 500-800 meter dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter dari dalam tanah.

Show More
Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *