
Ambisi besar PSGC Ciamis untuk mengawali langkah di fase grup Liga Nasional 2025/2026 dengan poin sempurna harus menemui jalan terjal.
Bermain di Stadion Kota Barat, Solo, pada Senin (1/12/2025) sore, tim kebanggaan warga Tatar Galuh ini terpaksa berbagi angka setelah ditahan imbang 1–1 oleh Perserang Serang.
Meski sempat memimpin lewat aksi individu memukau pemain anyar mereka, Laskar Singacala gagal mempertahankan keunggulan di babak kedua.
Hasil ini menjadi alarm bagi jajaran pelatih untuk segera membenahi aspek konsentrasi dan transisi permainan sebelum melakoni laga krusial berikutnya di Grup B.
Dominasi Laskar Singacala di Babak Pertama
Sejak peluit babak pertama dibunyikan oleh wasit, PSGC Ciamis langsung mengambil inisiatif serangan.
Di bawah arahan pelatih berpengalaman Heri Kiswanto, skuad Ciamis tampil dengan organisasi permainan yang rapi dan progresif.
Strategi menekan sejak lini tengah terbukti efektif meredam agresivitas pemain Perserang.
Sepanjang 45 menit pertama, statistik menunjukkan dominasi total PSGC. Tercatat ada delapan peluang berbahaya yang berhasil diciptakan oleh lini serang Laskar Singacala.
Dua di antaranya berasal dari skema tendangan sudut yang menghasilkan sundulan akurat, namun kesigapan kiper Perserang, Reza Satria, masih mampu mematahkan peluang tersebut.
Kebuntuan yang terlihat akan berakhir dengan skor kacamata di babak pertama akhirnya pecah pada masa injury time.
Tepat di menit 45+2, rekrutan anyar PSGC, Shahih Elang Rishandy atau yang akrab disapa Shandy, menunjukkan kualitasnya sebagai predator kotak penalti.
Menerima umpan pendek di area terlarang, Shandy melakukan aksi individu yang membuat penonton berdecak kagum.
Ia berhasil berkelit dari kepungan lima pemain bertahan Perserang sebelum melepaskan sepakan terarah ke sudut gawang yang tak mampu dijangkau Reza Satria.
Gol debut yang spektakuler ini membawa PSGC unggul 1–0 hingga jeda turun minum.
Kelengahan di Babak Kedua dan Masalah Konsentrasi
Memasuki paruh kedua, peta kekuatan di lapangan berubah secara drastis. Perserang Serang yang tertinggal satu gol mulai menerapkan strategi lebih terbuka di bawah instruksi pelatih Pongo Pribadi.
Mereka meningkatkan tempo permainan dan menekan PSGC hingga ke area pertahanan sendiri.
Petaka bagi PSGC Ciamis datang pada menit ke-59. Melalui skema serangan balik yang sangat cepat dan terorganisir, pemain pengganti Perserang, Irfan Hadi Siregar, berhasil memanfaatkan celah di lini belakang PSGC yang terlihat sedikit longgar.
Dengan ketenangan tinggi, Irfan mengecoh bek lawan dan melepaskan tembakan keras yang menghujam jala Iyan Purnawan. Skor berubah menjadi imbang 1–1.
Gol penyeimbang tersebut tampak mengguncang mentalitas para pemain PSGC. Fokus yang begitu terjaga di babak pertama mulai terlihat goyah.
Koordinasi antar lini sering kali terputus, sehingga Perserang berkali-kali mampu mengancam melalui sisi sayap.
Beruntung bagi PSGC, Iyan Purnawan tampil heroik di bawah mistar gawang dengan melakukan sejumlah penyelamatan krusial di menit-menit akhir pertandingan. Hingga laga usai, skor imbang tetap bertahan.
Menatap Laga Krusial Melawan Persitara Jakarta Utara
Pasca hasil yang kurang memuaskan ini, manajemen dan tim pelatih PSGC Ciamis tidak ingin berlama-lama dalam kekecewaan.
Heri Kiswanto langsung menginstruksikan anak asuhnya untuk mengalihkan fokus total pada pertandingan kedua fase grup.
Sesuai jadwal, PSGC Ciamis akan menantang Persitara Jakarta Utara pada Jumat (5/12/2025) sore di Stadion Sriwaru, Solo.
Pertandingan ini dianggap sebagai partai hidup-mati untuk menjaga peluang lolos ke babak selanjutnya.
Kemenangan atas “Laskar Si Pitung” menjadi harga mati jika PSGC ingin memperbaiki posisi di klasemen sementara Grup B.
Beberapa poin penting yang menjadi catatan evaluasi pelatih antara lain adalah penyelesaian akhir yang masih kurang klinis meski memiliki banyak peluang, serta kedisiplinan pemain dalam menjaga transisi dari menyerang ke bertahan.
Konsistensi selama 90 menit penuh menjadi syarat mutlak bagi Laskar Singacala jika ingin memetik poin penuh di laga mendatang.
Dukungan dari para pendukung setia, Balad Galuh, juga diharapkan tetap mengalir meski hasil laga perdana belum maksimal.
Perjalanan di Liga Nasional masih panjang, dan setiap laga adalah final bagi tim yang memiliki sejarah panjang di sepak bola nasional ini.





