BeritaFilm

Film Cinta Pertama, Kedua dan Ketiga Tayang, Simak Ulasannya!

PMB Unigal
PMB Unigal
PMB Unigal
Aqsa Guest House
H. Dindin Hardi S.Pd.,M.Pd
PMB Unigal
pmb Unigal
PMB Unigal
Aqsa Guest House
H. Dindin Hardi S.Pd.,M.Pd

Reportasee.com – Film Cinta Pertama, Kedua dan Ketiga resmi memulai penayangan perdananya di layar kaca.

Sebelumnya film tersebut sempat tayang di Asian Film Festival 2021 di akhir tahun lalu.

Tayangan baru dengan bintang Angga Yunanda, Putri Marino, Ira Wibowo dan Slamet Raharjo mengangkat cerita cinta.

Cerita cinta itu berlangsung antara keempat karakter selaku pemain utama.

Sementara itu banyak orang yang sudah mengenal sosok Putri Marino setelah sukses berperan dalam serial Layangan Putus.

Melansir dari situs ternama, sinopsis film ini menampilkan bagaimana cara terbaik untuk merawat keluarga.

Di mana perawatan berlangsung antara anak yang tengah mendewasa dan orang tua yang sudah menua.

Ini kisah dari karakter Dewa serta Raja yaitu bapak dan anak laki-laki yang sama-sama merasa keras kepala.

Raja semakin menjauh karena Dewa menganggapnya tidak memikirkan masa depan.

Sementara itu ada juga kisah antara Linda dan Asia sebagai ibu dan anak perempuan yang setia satu sama lain.

Linda sendiri merasa menjadi beban bagi Asia selaku putri tunggalnya.

Sedangkan Asia terbilang sudah siap untuk mengabdi kepada sang ibu.

Film menceritakan kisah antara Dewa dan Linda yang saling jatuh cinta di mana Raja merasa senang dan Asia sebaliknya.

Namun perlahan-lahan dua anak muda tersebut malah saling jatuh cinta.

Tayangan terbaru ini mengisahkan cerita dua keluarga yang mempelajari kalau ketika mencintai harus berdansa bersama kehidupan.

Dengan demikian mereka pun bisa bersama-sama menemukan harapan.

Di sisi lain Cinta Pertama, Kedua dan Ketiga merupakan film keluarga yang reflektif serta menambah semanat para penontonnya.

Gina S. Noer selaku penulis mengatakan fil ini merupakan surat cinta untuk para keluarga yang kerap berusaha mencari bentuk terbaik.

Selain itu film juga berusaha mengulik bagaimana sebuah keluarga dapat tetap terbentuk dalam keadaan yang kurang ideal.

Sementara itu, Cinta Pertama, Kedua dan Ketiga merupakan film yang pertama kali mereka garap pada awal pandemi tahun 2020 lalu.

Ulasan Film Cinta Pertama, Kedua dan Ketiga

Resmi tayang sejak kemarin, banyak penonton memberikan pendapat mereka untuk film Cinta Pertama, Kedua dan Ketiga.

Sejumlah penonton mengatakan walaupun film berusaha mengusung kisah membumi bagi pemirsanya, ternyata cerita di dalamnya bukan sesuatu spesial.

Penonton berpendapat film hadir dengan build up yang termasuk lamban dan terlihat bertele-tele di awalnya.

Sehingga pihak produksi tampak memaksakan film agar menampilkan sejumlah hal serta membuatnya menjadi exhausting.

Namun kekurangan dari segi pengisahan film ini seakan tertutupi berkat performa ensemble cast yang tampak menawan.

Sejumlah pemeran di dalamnya dapat menghidupkan bermacam karakter terutama Slamet Rahardjo Djarot serta Ira Wibowo.

Kedua nama itu merupakan bintang senior daripada pemeran lainnya.

Bukan itu saja, Angga Yunanda serta Putri Marino tetap dapat tampil dengan baik walaupun belum sebaik di film sebelumnya.

Drama heart warming dalam film mendapat dukungan berkat aspek teknis yang tidak kalah tampak ciamik.

Hal paling menonjol di film yaitu sinematografi simpel tetap menawan yang berasal dari Roy Lolang.

Dengan demikian pihak produksi pun mampu menghidupkan bermacam adegan yang  ada di dalamnya.

Terlebih berkat dukungan dengan art yang tergolong colorful membuat filmnya begitu menyegarkan mata saat penonton nikmati di bioskop.

Pada akhirnya pemirsa berpendapat film Cinta Pertama, Kedua dan Ketiga merupakan tayangan yang mudah menyentuh hati.

Di mana film hadir dengan semua kehangatan cerita meskipun bukan yang terbaik.

Sehingga film ini menjadi permulaan yang memberikan arti tepat awal tahun 2022 serta wajib orang nikmati lewat layar lebar.

Lanjutkan Membaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button