4 Fakta Mahasiswi Unggah Konten Bernada Pelecehan yang Viral

Advertisement

Fakta mahasiswi unggah konten bernada pelecehan berikut ini tengah menjadi kabar hangat dan ramai warganet bicarakan di sosial media.

Kasus tersebut berawal dari beredarnya sebuah video Tiktok yang kemudian viral di sosial media.

Video itu menjadi viral lantaran sebagian besar warganet menganggap isi video sudah merendahkan profesi perawat.

Beberapa warganet juga menilai video sudah melecehkan pasien pria secara seksual.

Pasang Kateter e Pasien Pria, Ini Fakta Kasus Mahasiswi Unggah Konten Bernada Pelecehan

Berdasarkan informasi yang beredar, video bernada pelecehan ini awalnya ada di unggahan akun @moditabok.

Advertisement

Meskipun demikian video tersebut sudah menghilang karena pemilik akun telah menghapusnya.

Kendati begitu rupanya sudah tersebar versi tangkapan layar yang memperlihatkan sebagian besar isi dalam video.

Berikut ada beberapa fakta mahasiswi unggah konten bernada pelecehan yang menjadi viral di sosial media.

1. Bercerita Tentang Pasang Kateter ke Pria

Awalnya video memperlihatkan seorang wanita yang kuat dugaan salah satu mahasiswi keperawatan.

Advertisement

Di mana ia pada dasarnya berbagi pengalaman tengah memasang kateter ke seorang pasien berjenis kelamin laki-laki.

Isi dalam video menunjukkan narasi yang menyebut ia harus memasang kateter urin atau DC untuk pasien laki-laki.

Namun, mahasiswi tersebut menambahkan narasi yang mengatakan mana udah cakep, seumuran lagi.

Dalam hasil tangkapan layar yang tersebar, konten unggahannya mengundang banyak komentar tidak senonoh.

Sebagian besar warganet kemudian mengecam bahkan menganggap aksi pembuat konten tersebut sudah melanggar kode etik profesi.

Advertisement

Bahkan mereka juga mengatakan ia sudah melecehkan pasien secara seksual.

Akan tetapi sebagian warganet beranggapan kalau aksi pembuat konten hanya sebatas berbagi pengalaman.

Pasalnya di satu sisi ia juga tidak menguak identitas sang pasien.

Kemudian beredar informasi yang muncul menguak fakta mahasiswi unggah konten bernada pelecehan.

Kabarnya pemilik akun adalah seorang mahasiswa di salah satu kampus DIY atau tepatnya kawasan Sleman.

Advertisement

Dari informasi yang beredar, ia tengah menjalani praktik profesi keperawatan di sebuah rumah sakit kawasan Gunungkidul.

2. Status Pengunggah Konten

UNISA atau Universitas Aisyiyah Yogyakarta belakangan merilis pernyataan yang menyebut pembuat konten viral kateter tersebut sebagai salah seorang mahasiswanya.

Hal ini dibenarkan oleh Sinta Maharani selaku Kepala Biro Humas dan Protokol di UNISA Yogyakarta

Menurut pernyataannya, yang bersangkutan merupakan mahasiswi di Program Studi Keperawatan yang tengah menempuh praktik profesi.

Advertisement

3. Penarikan dari Tempat Praktik

Sinta mengatakan peristiwa ini sudah pihaknya koordinasikan dengan Kaprodi Keperawatan serta Dekanat Fakultas Ilmu Kesehatan.

Berdasarkan hasil koordinasi, ada sejumlah langkah yang sudah dan akan mereka lakukan.

Hal pertama adalah menegur atau memperingatkan mahasiswi itu terkait dengan konten yang sudah ia buat.

Kemudian Sinta melanjutkan akan menarik mahasiswa tersebut dari tempatnya praktik.

Langkah ketiga adalah memohon maaf ke pihak rumah sakit tempat praktik klinik dengan cara non formal.

Setelah itu mereka akan segera melakukan pertemuan dengan kadiklat serta direktur rumah sakit tersebut.

Di samping itu, Sinta mengklaim sebelum terjun ke rumah sakit atau lahan praktik, mahasiswa mereka sudah mengikuti kegiatan pembekalan.

Para mahasiswa termasuk pengunggah konten sendiri pada dasarnya sudah lolos uji pra klinik.

4. Permintaan Maaf dari RSUD Wonosari

Sementara itu RSUD Wonosari juga menyampaikan permohonan maaf di sosial media terkait viralnya video tersebut.

Pihak RSUD juga menyampaikan bahwa wanita yang bersangkutan bukan seorang pegawai di RSUD melainkan seorang mahasiswa.

Dalam fakta mahasiswi unggah konten bernada pelecehan, Ketua Umum PPNI atau Persatuan Perawat Nasional Indonesia juga menanggapi kasus tersebut.

Ia menekankan kejadian ini menjadi sebuah pembelajaran dalam meningkatkan pentingnya etika saat bermedia sosial.

Advertisement
Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *