Berita

Langkah Baru Melejitkan UMKM Melalui Ekonomi Syariah Digital di Ciamis

Youth Leader House bersama Bank Indonesia menggelar diskusi publik untuk merancang cetak biru pengembangan ekonomi syariah digital di Ciamis demi UMKM naik kelas.

Kolaborasi strategis demi mendongkrak potensi usaha lokal kini resmi bergulir di Tatar Galuh. Lembaga Youth Leader House (YLH) menggandeng Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Tasikmalaya sukses menggelar diskusi publik yang berfokus pada percepatan implementasi ekonomi syariah digital di Ciamis.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Tyara Plaza Ciamis ini mengusung tema besar mengenai pembangunan gagasan dan sinergitas pengembangan ekosistem keuangan syariah pada era digitalisasi.

Momentum ini dinilai sangat tepat mengingat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) saat ini dituntut untuk segera beradaptasi dengan ekosistem teknologi keuangan modern.

Sinergi Pentahelix untuk Kemandirian Ekonomi Daerah

Pembina Youth Leader House (YLH), Mohamad Ijudin, mengungkapkan bahwa agenda strategis ini lahir dari sebuah kepedulian mendalam terhadap masa depan sektor usaha lokal.

Menurutnya, percepatan ekonomi syariah digital di Ciamis bukan lagi sekadar pilihan alternatif, melainkan sebuah kebutuhan mutlak agar produk lokal mampu bersaing ketat di pasar nasional.

“Kegiatan ini dilatarbelakangi salah satunya dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi Ciamis yang ke-381. Lebih dari itu, ini adalah bentuk sumbangsih nyata dari kami bagi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM di Ciamis agar mereka mampu mengembangkan potensi bisnisnya secara optimal,” ujar Ijudin kepada Reportasee.com.

Ijudin menambahkan, pihaknya sengaja mengumpulkan berbagai elemen masyarakat untuk meramu dan mendiskusikan cetak biru pengembangan ekonomi berbasis syariah.

Baca Juga :  Dispusip Ciamis Waspadai Risiko Kerusakan dan Hilangnya Naskah Kuno

Langkah konkret ini diharapkan mampu melahirkan sebuah desain integrasi yang melibatkan konsep pentahelix—kerja sama antara pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku bisnis, dan media.

Melalui pendekatan kolaboratif ini, iklim usaha yang kondusif berbasis nilai-nilai syariah dan dukungan teknologi digital diyakini dapat terwujud lebih cepat di lapangan.

Kehadiran instrumen digital seperti QRIS, internet banking syariah, dan marketplace halal akan menjadi pilar utama dalam transformasi ini.

Ia menambahkan bahwa agenda tersebut merupakan bentuk ikhtiar bersama dalam memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan Ciamis.

Pihaknya berharap, sektor ekonomi daerah dapat bertumbuh lebih sehat sekaligus membangun kolaborasi yang solid di antara sesama pelaku UMKM.

Urgensi Digitalisasi UMKM Berbasis Syariah

Dalam pemaparannya, Ijudin menjelaskan mengapa penguatan ekonomi syariah digital di Ciamis menempatkan UMKM sebagai prioritas utama.

Realitas sosiologis menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia, termasuk di Kabupaten Ciamis, menggantungkan hidupnya pada sektor agraris seperti pertanian dan peternakan.

Hasil dari sektor-sektor primer tersebut kemudian diolah kembali menjadi produk pangan kreatif yang menjadi motor penggerak utama UMKM.

Oleh karena itu, digitalisasi pada rantai pasok dan sistem pembayaran syariah menjadi kunci penting bagi keberhasilan ekonomi daerah.

Menurutnya, sektor UMKM sudah sepatutnya masuk dalam skala prioritas pembangunan jangka panjang daerah.

Hal ini dinilai selaras dengan visi Kabupaten Ciamis dalam mewujudkan kemandirian ekonomi yang sejahtera untuk semua lapisan masyarakat.

Namun, ia menegaskan bahwa visi mulia tersebut masih perlu dipertajam melalui indikator serta aspek operasional yang konkret di lapangan.

Baca Juga :  Kakek 71 Tahun di Ciamis Ditemukan Tewas dalam Sumur Belakang Rumah

Hadirnya sistem ekonomi syariah digital di Ciamis diharapkan dapat menyederhanakan akses pembiayaan yang aman, transparan, dan terbebas dari praktik riba yang sering kali menjerat pelaku usaha kecil.

Edukasi Berkelanjutan Bagi Pelaku Usaha Galuh

Sebagai representasi dari elemen masyarakat sipil, YLH berkomitmen untuk terus membantu Pemerintah Kabupaten Ciamis yang tengah merayakan hari jadinya.

Bantuan tersebut diwujudkan dalam bentuk edukasi berkelanjutan, penyebaran motivasi, serta pembentukan ekosistem jaringan usaha yang saling mendukung.

Melalui forum seperti ini, literasi keuangan syariah masyarakat dapat ditingkatkan secara bertahap.

Antusiasme peserta yang hadir pun tergolong sangat tinggi. Ruang diskusi dipenuhi oleh perwakilan dari berbagai klaster UMKM, tokoh masyarakat, hingga jajaran pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kabupaten Ciamis.

Menutup pernyataannya, Ijudin menjelaskan bahwa komposisi peserta diskusi ini sangat beragam, mencakup para pelaku UMKM hingga jajaran tokoh masyarakat.

Keterlibatan aktif dari pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kabupaten Ciamis juga sengaja dihadirkan guna memastikan implementasi program pasca-diskusi dapat berjalan lebih terarah sesuai prinsip tata kelola syariah.

Acara ini juga berjalan sukses berkat dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan.

Termasuk di antaranya kehadiran Anggota Komisi XI DPR RI dari Dapil Jabar X, Agun Gunandjar Sudarsa, serta Kepala KPw BI Tasikmalaya, Aswin Kosotali, yang bertindak sebagai keynote speaker untuk memaparkan arah kebijakan moneter syariah di masa depan.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca