
Warga RW 01 Kelurahan Linggasari, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kini sedang didera rasa cemas yang mendalam.
Pasalnya, kondisi infrastruktural berupa saluran air drainase buruk Kelurahan Linggasari Ciamis meluap ke badan jalan setiap kali wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
Kejadian ini terus berulang dan menimbulkan genangan air keruh yang sangat mengganggu kelancaran lalu lintas kendaraan di kawasan tersebut.
Selain menghambat aktivitas mobilitas harian warga setempat, luapan air yang tidak tertampung ini juga memicu kerusakan aspal jalan akibat terus-menerus terendam luapan air.
Menurut Ketua RW 01 Kelurahan Linggasari, Dede Yaya, permasalahan sistem pembuangan air ini bukanlah perkara baru yang terjadi secara tiba-tiba.
Ia mengungkapkan bahwa fenomena infrastruktur drainase buruk Kelurahan Linggasari Ciamis meluap sudah berlangsung dalam kurun waktu yang sangat lama.
Ringkasan Berita
Kronologi Masalah Drainase Buruk Kelurahan Linggasari Ciamis Meluap
Dede Yaya menjelaskan bahwa saluran pembuangan air di wilayahnya mengalami penyempitan yang signifikan akibat sedimentasi lumpur yang menebal.
Selain itu, banyaknya sampah domestik yang menyumbat di beberapa titik krusial membuat daya tampung debit air hujan menurun drastis.
Ketika hujan lebat melanda wilayah Ciamis dalam durasi lebih dari satu jam, air langsung meluncur ke jalan raya utama.
Oleh karena itu, kondisi drainase buruk Kelurahan Linggasari Ciamis meluap ini menjadi pemandangan rutin yang sangat meresahkan bagi ratusan kepala keluarga yang tinggal di sana.
Melihat dampak buruk yang semakin meluas, pihak pengurus rukun warga sebenarnya tidak tinggal diam dan terus berupaya mencari solusi dasar.
Pihak RW 01 sudah berinisiatif melakukan kerja bakti secara berkala bersama warga untuk membersihkan sampah dangkal di permukaan saluran.
Namun demikian, volume sedimentasi tanah yang terlampau pekat dan konstruksi fisik saluran yang sudah tua membuat upaya swadaya masyarakat menjadi sia-sia.
Struktur beton pembatas saluran di beberapa titik bahkan dilaporkan sudah ambrol sehingga menyumbat aliran air bawah tanah secara permanen.
Dampak Genangan Air Terhadap Pengendara Motor Malam Hari
“Kami sudah berkomunikasi secara intensif dengan pihak Kelurahan terkait hal ini,” ujar Dede Yaya saat ditemui di lokasi genangan air.
“Namun, karena kondisinya tidak memungkinkan untuk diperbaiki secara swadaya, kami membutuhkan bantuan dari pemerintah daerah,” tambahnya dengan nada penuh harap.
Saat ini, sisa-sisa dari kejadian drainase buruk Kelurahan Linggasari Ciamis meluap masih menyisakan genangan air setinggi mata kaki orang dewasa di beberapa titik strategis jalan.
Hal ini dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan para pengendara yang melintas, terutama saat malam hari yang minim penerangan visual.
Pengendara sepeda motor kerap kali terperosok ke dalam lubang jalan yang tidak terlihat karena tertutup oleh genangan air keruh.
Fenomena drainase buruk Kelurahan Linggasari Ciamis meluap ini dinilai berpotensi meningkatkan angka kecelakaan lalu lintas jika tidak segera ditangani secara komprehensif.
Sementara itu, beberapa pemilik toko yang berada di sepanjang jalan raya Linggasari juga mengeluhkan penurunan omzet pendapatan harian mereka.
Pembeli merasa enggan untuk mampir berbelanja akibat akses jalan depan pertokoan yang becek dan dipenuhi oleh luapan air selokan berbau menyengat.
Harapan Warga Terhadap Langkah Nyata Pemerintah Daerah Ciamis
Dede Yaya sangat berharap agar instansi dinas pekerjaan umum terkait dapat segera turun ke lapangan untuk mengevaluasi dan memperbaiki fasilitas umum ini.
Penataan ulang cetak biru sistem pembuangan air di Kelurahan Linggasari dianggap sebagai kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda lagi.
“Perlu penanganan segera untuk memperbaiki tata kelola air ini agar masalah drainase buruk Kelurahan Linggasari Ciamis meluap tidak menjadi bencana musiman,” tegas Dede Yaya.
Ia menilai, normalisasi dan pelebaran diameter gorong-gorong adalah jalan keluar paling logis yang harus dieksekusi oleh pemerintah.
Di sisi lain, perbaikan infrastruktur ini juga penting untuk menjaga kualitas kesehatan lingkungan warga agar terhindar dari penyakit demam berdarah.
Nyamuk pembawa virus dengue sangat mudah berkembang biak pada genangan air jernih yang tersisa pasca-luapan saluran air di permukiman.
Masyarakat setempat secara kolektif menanti respons cepat dan tindakan konkret dari jajaran aparatur daerah setempat dalam pekan ini.
Mereka sangat mendambakan lingkungan tempat tinggal yang bebas dari banjir demi kelancaran roda perekonomian mikro di wilayah Jawa Barat tersebut.
Sebagai penutup, pengawasan berkala pasca-kontruksi nantinya juga harus melibatkan peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Jangan sampai anggaran besar yang dikucurkan pemerintah menjadi mubazir hanya karena perilaku buruk membuang sampah sembarangan kembali terulang.
Warga berharap penuh agar masalah drainase buruk Kelurahan Linggasari Ciamis meluap bisa segera tuntas sebelum puncak musim penghujan tiba.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, kelancaran aktivitas harian dan keselamatan para pengguna jalan raya dapat terjamin sepenuhnya.





