Berita

Ciamis Masih Kekurangan Rp394 Juta dari Target Retribusi Wisata 2025

Hingga akhir Juli 2025, realisasi pendapatan retribusi dari sektor pariwisata di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, baru mencapai 56,84 persen dari target tahunan.

Artinya, masih ada kekurangan sebesar Rp394.311.000 yang harus dikejar Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam lima bulan terakhir tahun ini.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Heryan Rusyandi, menjelaskan bahwa target retribusi wisata tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp913.500.000.

Target ini berasal dari beberapa objek wisata yang dikelola pemerintah daerah, di antaranya Situ Lengkong Panjalu sebesar Rp750 juta.

Kemudian Astana Gede Kawali Rp17 juta, Situ Wangi Kawali Rp55 juta, Karangkamulyan Rp46 juta, Tirta Winaya Rp45 juta, serta arung jeram Rp500 ribu.

“Dari total target tersebut, realisasi pendapatan hingga akhir Juli tercatat sebesar Rp519.189.000 atau 56,84 persen. Sisanya, sekitar Rp394 juta, masih harus kami upayakan hingga akhir tahun,” ujar Heryan, Rabu (13/8/2025).

Selain pendapatan dari objek wisata, Dinas Pariwisata juga mengandalkan retribusi dari kios stadion, serta kios dan MCK Karangkamulyan. Namun, realisasi dari dua sumber ini masih jauh dari target.

Baca Juga :  Update Bansos Pangan Ciamis; 174 Keluarga Terima Daging dan Telur untuk Cegah Stunting

Untuk kios stadion, target tahun ini sebesar Rp30.186.000, tetapi baru terealisasi Rp1,5 juta.

Sementara itu, target retribusi kios dan MCK Karangkamulyan sebesar Rp5 juta belum memberikan pemasukan sama sekali.

Heryan mengungkapkan, nihilnya pemasukan dari kios dan MCK Karangkamulyan disebabkan tidak adanya penarikan retribusi pada Januari hingga Juni 2025.

Hal ini karena pemerintah tengah memindahkan kios dari lokasi lama ke area baru Rest Area Karangkamulyan.

“Setelah rest area diresmikan pada Juli, kami kembali menarik retribusi. Masih ada waktu enam bulan untuk mengejar target,” jelasnya.

Meski ada kekurangan pendapatan yang cukup besar, Dinas Pariwisata optimistis target PAD sektor wisata 2025 dapat tercapai.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggenjot pendapatan dari Tirta Winaya, yang sempat ditutup sejak Maret 2025 untuk perbaikan fasilitas dan kembali beroperasi mulai Juli.

Baca Juga :  Bupati Herdiat Soroti Kerusakan Jembatan Cikaleho; “Ini Jalur Nasional yang Sangat Strategis”

Selain itu, promosi wisata terus dilakukan secara konsisten melalui media sosial serta penyelenggaraan berbagai event lokal.

Momentum tertentu seperti perayaan bulan Mulud di Situ Lengkong Panjalu dan libur akhir tahun diyakini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan.

“Kami percaya target akan tercapai karena momen-momen tersebut biasanya mendatangkan banyak pengunjung ke destinasi wisata milik Pemkab,” kata Heryan.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata, hingga Juli 2025 jumlah kunjungan wisatawan ke Ciamis sudah mencapai 1.169.356 orang, atau 89,95 persen dari target tahunan sebanyak 1,3 juta pengunjung.

Capaian ini mencakup wisatawan yang datang ke objek wisata milik pemerintah daerah, desa, Perhutani, swasta, maupun perorangan, serta pengunjung event, kuliner, dan tamu hotel.

Dengan jumlah kunjungan yang sudah mendekati target, Pemkab Ciamis berharap tren positif ini akan berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan retribusi sehingga kekurangan Rp394 juta dapat terkejar sebelum akhir tahun.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca