Cara Penyimpanan Daging Kurban Yang Benar Agar Tahan Lama

132

ReportaseeJATENG.com – Daging kurban selalu melekat dengan hari perayaan Idul Adha, sehingga jumlah daging yang dimiliki akan melimpah.

Idul Adha atau lebaran haji merupakan hari yang sangat masyarakat nantikan selain Hari Raya Idul Fitri.

Terutama seluruh umat Muslim serta Muslimah di seluruh dunia dengan menyertakan penyembelihan hewan tertentu.

Namun untuk jenis hewan yang menjadi kurban tidak bisa sembarangan harus halal secara Islam seperti sapi, kerbau, kambing, atau unta.

Selain keempat hewan tersebut maka kurban seorang Muslim atau Muslimah tidak akan sah secara agama.

Dan setelah proses penyembelihan hewan kurban biasanya daging tersebut akan dibagikan pada orang tidak mampu.

Atau bisa juga kepada warga yang bermukim di sekitar tempat penyembelihan hewan kurban.

Tidak jarang daging yang warga dapat menjadi melimpah dan harus tersimpan dengan benar agar tetap segar serta tahan lama.

Akan tetapi tidak semua orang paham cara penyimpanan yang benar atau asal-asalah dalam penyimpanan.

Bersihkan Kotoran

Daging kurban menjadi salah satu menu hidangan favorit saat momen Idul Adha yang sangat nikmat dan lezat.

Biasanya pengolahan daging tersebut bisa menjadi menu sate, tongseng, rendang, dan lainnya sebagai hidangan.

Akan tetapi banyaknya jatah daging membuat stok menjadi melimpah dan bisa tersimpan berhari-hari.

Sehingga saat momen ini para wanita khususnya ibu-ibu tidak perlu belanja karena masih mempunyai bahan masakan.

Meskipun begitu perlu cara penyimpanan yang tepat agar daging dapat bertahan lama yaitu dengan membersihkan dari kotoran.

Daging hewan yang baru saja tersembelih masih terdapat lendir serta kotoran yang menempel.

Oleh karena itu wajib untuk menyimpan daging dalam keadaan bersih agar tidak mudah busuk.

Keringkan Daging Kurban Terlebih Dahulu

Daging sapi atau kambing bisa menjadi bahan masakan yang bertahan lama bahkan hingga berbulan-bulan.

Akan tetapi harus menggunakan cara penyimpanan yang benar agar daging tetap segar serta layak menjadi masakan.

Simpan daging dalam keadaan bersih namun tidak boleh membersihkan dengan air, cukup menggunakan tisu.

Pastikan daging sudah bersih dari kotoran maupun lendir yang menempel agar tidak mudah membusuk.

Tidak hanya harus bersih, sebelum menyimpan pastikan daging dalam keadaan kering terlebih dahulu.

Hal tersebut lantaran daging yang masih basah akan memicu tempat berkembangnya bakteri yang menyebabkan daging cepat busuk.

Untuk mengeringkan daging bisa juga dengan mengelap daging menggunakan tisu.

Potong Ke Ukuran Kecil

Momen Idul Adha yang tidak lepas dengan acara penyembelihan hewan kurban menjadi momen yang paling orang nantikan.

Bagi anak-anak akan merasa senang karena bisa melihat secara dekat hewan sapi atau kambing yang akan di sembelih.

Di sisi lain pada hari perayaan ini setiap rumah akan memiliki hidangan spesial yang berbeda dengan hari biasanya.

Hingga tidak jarang pada hari perayaan Idul Adha stok daging akan menjadi lebih banyak dan tidak habis dalam sehari.

Oleh karena itu biasanya orang akan menyimpan daging tersebut ke dalam kulkas agar awet dan selalu segar.

Akan tetapi cara penyimpanan daging tidak bisa sembarangan harus dengan tahap yang benar dan tepat.

Daging yang akan menjadi stok untuk hari besuk dapat tersimpan dalam ukuran kecil dengan memotong daging terlebih dahulu.

Dengan begitu saat membutuhkan orang bisa mengambil secukupnya dan tidak perlu membuka tutup lemari es.

Bedakan Tempat Penyimpanan Sesuai Jenis

Ada empat jenis hewan yang sah saat Hari Raya Idul Adha adalah kambing, kerbau, sapi, dan juga unta.

Namun di tanah air sering menggunakan hewan sapi atau kambing, dan kerbau namun masih jarang.

Tidak jarang beberapa jenis hewan berbeda yang menjadi kurban membuat pembagian daging tidak bisa hanya satu jenis.

Biasanya per bagian jatah akan mendapat daging campur antara beberapa jenis yang disembelih saat itu.

Sehingga tidak bisa menyimpan daging kurban begitu saja dalam keadaan masih tercampur satu sama lain.

Sebelum menyimpan daging perlu pisahkan daging sesuai jenisnya masing-masing dengan tempat yang berbeda.

Termasuk pisahkan tempat dengan daging yang sudah menjadi stok seperti ikan, ayam atau lainnya.

Ketahui Lama Ketahanan Penyimpanan

Saat mendapatkan daging kurban bisa langsung membersihkan dengan tisu tanpa menggunakan air.

Agar bertahan lama dan segar daging harus bersih dari kotoran atau lendir yang menempel karena menjadi sarang bakteri.

Lalu daging yang akan menjadi stok bahan makanan tidak bisa tersimpan dalam lemari es dalam keadaan basah.

Sehingga perlu mengeringkan terlebih dahulu daging tersebut serta memotongnya ke ukuran yang lebih kecil.

Tidak lupa tempat dalam penyimpanan juga perlu di pisah karena setiap jenis daging memiliki masa ketahanan yang berbeda.

Hal ini sangat penting untuk di perhatikan agar mengetahui masa ketahanan daging serta tahu daging yang harus terpakai dahulu.