Baliho Luhut Panjaitan Capres 2026 Viral, Isyaratkan Penundaan Pemilu?

Advertisement

Reportasee.comBaliho Luhut Panjaitan capres 2026 saat ini menjadi viral khususnya di kalangan warganet sebagai pengguna sosial media.

Hal ini terjadi di tengah isu panas wacana berupa penundaan Pemilu atau pemilihan Umum 2024 serta perpanjangan masa jabatan Jokowi.

Isu tersebut tentu saja masih menjadi polemik terutama di kalangan masyarakat Indonesia.

Kini jagat sosial media kembali heboh dengan beredarnya baliho yang bertuliskan Luhut Panjaitan mencalonkan diri sebagai presiden.

Menariknya lagi, dalam baliho tersebut, Luhut turut mencalonkan diri sebagai Presiden justru bukan di tahun 2024 sesuai jadwal.

Advertisement

Akan tetapi, menteri Luhut mencalonkan diri sebagai Presiden pada tahun 2026 mendatang.

Potret baliho luhut itu berhasil terekam dalam unggahan di akun Instagram bernama @terangmedia pada Selasa 15 Maret kemarin.

Dalam video durasi singkat tersebut, tampak baliho dengan tulisan Luhut Calon Presiden 2026 terpasang di sebuah pembatas jalan.

Kuat dugaan pemasang baliho Luhut itu adalah seorang relawan.

Sebab pada baliho tercantum orang yang menjadi nama pemasang yakni Aliansi Pendukung Luhut.

Berdasarkan keterangan yang tertulis dalam akun, baliho Luhut Calon Presiden ini terpasang di kawasan Jalan Pemuda tepatnya daerah Jakarta Timur.

Sontak saja keberadaan baliho Luhut ini langsung banjir komentar dari warganet pengguna sosial media.

Sebagian besar dari warganet menganggap keberadaan baliho menandakan pemerintah akan melakukan penundaan pemilihan umum.

Di mana seharusnya pemilu berlangsung dua tahun lagi.

Padahal adanya penundaan pemilu 2024 merupakan bentuk pelanggaran pada konstitusi serta berbagai kalangan sudah mengecam hal tersebut.

Satpol PP Copot Baliho Luhut Panjaitan Capres 2026 yang Viral

Sementara itu Satpol PP di Jakarta Timur sudah mencopot baliho Luhut Panjaitan capres 2026 yang viral beberapa waktu lalu.

Keberadaan baliho yang menghebohkan warganet ini berada di beberapa lokasi.

Budhy Novian selaku Kasatpol PP Jakarta Timur berkata pemasangan spanduk Luhut tidak memiliki izin.

Adapun keberadaan baliho Luhut sudah dibenarkan oleh salah seorang petugas keamanan toko yang berada di dekat Hotel Mega Matra Jaktim.

Pria yang menjadi petugas itu sempat melihat spanduk Luhut, namun kini petugas sudah mencopotnya.

Pada kesempatan terpisah, Jodi Mahardi selaku Jubir Menko Marves yakni Luhut Pandjaitan akhirnya angkat bicara.

Ia mengklaim bahwa pihaknya tak mengetahui baliho sebagai dukungan capres 2026 kepada menteri Luhut.

Selain itu ia juga menegaskan jika baliho yang sempat viral bukan berasal dari pihak Pak Luhut.

Sehingga pihaknya tidak tahu menahu terkait spanduk tersebut.

Menurutnya, baliho dukungan capres untuk Luhut yang bertebaran bukan dari pihaknya.

Apalagi ia menganggap hal tersebut sebagai sebuah tindakan pemborosan.

Dia pun percaya bahwa baliho Luhut berasal dari kelompok-kelompok iseng saat menjelang pemilu berlangsung.

Karena itulah Jodi Mahardi menyatakan bahwa biaya untuk melakukan pemilu terbilang mahal terutama untuk pemasangan baliho serta poster.

Jodi menilai ada baiknya daripada pemasangan baliho dan poster, ada baiknya untuk program konkret guna membantu masyarakat luas

Ia melanjutkan terlalu banyak dana terbuang untuk melakukan pencitraan menjelang pemilu berlangsung.

Dana banyak terbuang pula untuk upaya kampanye yang bersifat negatif.

Awalnya keberadaan baliho dukungan Luhut berada di beberapa ruas jalan kawasan Jakarta.

Berdasarkan informasi yang beredar, spanduk itu sempat terpasang di JPO Jl Matraman Raya, dan JPO Jalan Pemuda di Rawamangun.

Tetapi pada hari Selasa 15 Maret kemarin sekitar jam 3 sore, baliho Luhut Panjaitan capres 2026 yang ada di Jalan Matraman Raya sudah tidak ada.

Petugas Satpol PP juga mencopot baliho yang ada di kawasan JPO Jalan Pemuda di Rawamangun.

Show More
Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *