April MOP Ternyata Sudah Ada Sejak Abad ke 15

Reportasee.com – Peringatan April MOP atau April Fools Day biasa jatuh pada 1 April. Dalam rangka perayaan ini biasanya warga dunia melakukan hal-hal yang berbau dengan kelucuan.

Anggapan beberapa orang saat April MOP ini setiap orang boleh untuk berbohong atau memberikan lelucon dengan sekonyol apapun.

Kebohongan dan lelucon yang mereka lakukan tidak dianggap bersalah saat melakukannya.

Di Indonesia sendiri April MOP seperti baru muncul pada sekitar tahun 2016 dan sangat sedikit warga Indonesia yang mengerti sejarahnya.

Lelucon atau kebohongan dalam rangka perayaan biasanya mereka ungkapkan melalui media sosial kepada teman sejawat, tetangga, keluarga, ataupun sahabat.

Sejarah April MOP

Bukan tanpa alasan, beberapa sejarawan memaparkan mengenai sejarah dari adanya April MOP yang cukup unik ini.

Fools day ini bermula pada tahun 1582 pada saat itu terdapat peralihan kalender di negara Perancis.

Pemerintah Perancis mengalihkan kalender mereka dari Kalender Julian menjadi Kalender Georgian.

Pada saat itu informasi belum secepat saat ini, sehingga beberapa orang yang belum mengetahui tentang adanya perubahan kalender di negara perancis ini tetap merayakan tahun baru pada bulan april.

Saat itulah orang-orang yang sudah mengetahui adanya perubahan kalender akan menganggap mereka sebagai “orang bodoh di Bulan April”.

Anggapan ini bukanlah anggapan yang serius akan tetapi lebih mengarah kepada lelucon.

Tidak hanya itu, orang-orang yang terlampau marah ketika orang lain melakukan April MOP terkenal dengan sebutan Poisson D’Avril.

Kata ini berarti sebuah ikan. Ikan mereka gunakan sebagai lambang karena ikan sangat mudah ditangkap.

Ternyata bukan hanya di Perancis, perayaan ini juga kerap berkaitan dengan festival yang sering berlangsung di Roma Kuno.

Festival ini pada akhir Maret sampai dengan awal April.

Festival ini terkenal dengan nama Festival Hilaria dimana orang-orang biasanya berdandan dan melakukan penyamaran.

Terdapat pula spekulasi yang bersangkutan dengana adanya April MOP ini yakni banyaknya orang berspekulasi bahwa umumnya Bulan April adalah awal dari musim semi.

Akan tetapi untuk beberapa alasan musim semu biasanya datang terlambat atau tidak datang sesuai dengan hari dan tanggal yang telah di perkirakan.

Oleh karena itu beberapa orang kerap merasa tertipu.

Bentuk Perayaan

April MOP akhirnya menyebar ke seluruh dunia pada abad ke 18 an.

Perayaan dari setiap negara di lakukan dengan cara yang berbeda-beda.

Namun yang jelas perayaan ini tidak ada tujuan lain selain untuk membuat lelucon.

Setiap orang tidak ada alasan khusus untuk merayakan adanya April MOP ini.

Akan tetapi pada setiap bulan April akan muncul beberapa lelucon yang di buat.

Beberapa orang yang mengetahuinya tidak akan menganggap sebagai hal yang serius.

Perayaan ini pada setiap negara tidak melulu sama.

Setiap negara dan setiap orang yang pasti akan membuat lelucon untuk sama lain dengan tujuan agar penerima merasa tertipu.

Di Negara Skotlandia perayaan di lakukan selama dua hari.

Perayaan April MOP di Skolandia ini terbilang cukup aneh.

Pada hari pertama perayaannya di awali dengan mancari burung Cuckoo, dan di hari kedua perayaan di lakukan dengan memainkan pantat.

Pantat peserta akan di beri tanda yang berisi perintah untuk menendang.

April MOP ini banyak di rayakan karena memberikan kesan bahwa akan menyenangkan seseorang.

Akan tetapi tak jarang perayaan ini banyak menimbulkan perselisihan.

Banyak yang berspekulasi bahwa lelucon ini menimbulkan Stress bagi banyak pihak serta membuat kontroversi.

Beberapa orang menganggap April MOP adalah hal yang merugikan karena menimbulkan kebingungan, kekhawatiran, Kecemasan, serta cukup membuang waktu dan tenaga.

Meskipun saat ini banyak Aksi Prank yang memberikan seseorang perasaan dan kekesalahan serupa namun April MOP tetap di anggap sebagai hal yang tidak menyenangkan.

Terlebih saat ini kemudahan sosial seseorang manfaatkan untuk membuat Hoax.

Sehingga masyarakat akan cenderung sangat berhati-hati dalam menerima informasi.

Oleh karena itu keberadaan April MOP yang bisa jadi akan terhubung dengan Hoax akan menimbulkan berita bohong semakin banyak dan merugikan.

Daftar Negara yang Membatasi Perayaan April MOP

Meskipun tidak ada tujuan buruk dari perayaan April MOP ini.

Sejumlah orang maupun sejumlah negara menganggap bahwa perayaan ini sedikit merugikan.

Kerugiaan akibat April MOP ini biasanya pelanggaran yang terkesan keterlaluan dan menyebabkan kerugian, baik fisik maupun materi.

Agensi Humas Inggris misalnya, Agensi ini menyarakan agar seluruh perusahaan yang turut bekerjasama dengannya untuk tidak melakukan lelucon April MOP.

Terlebih sejak akhir dari 2019 lalu dunia telah di landa dengan wabah Covid-19.

Dengan Adanya wabah ini beberapa aktivitas akan di batasi.

Oleh karena itu, diprediksi bahwa perayaan sejak tahun 2020 itu berlangsung di media sosial.

Netizen akan berlomba memanfaatkan media sosial untuk membuat lelucon baik berbentuk Hoax atau yang lainnya dengan tujuan lelucon April MOP.

Hingga tahun 2021 ini Pemerintah Taiwan, India, dan Thailand masih memberlakukan aturan mengenai April MOP.

Pemerintah akan menindak tegas masyarakat yang menjadikan Covid-19 sebagai bahan untuk lelucon.

April MOP ini dapat memberikan kesan lucu jika di buat sesuai dengan takaran dan kewajaran.

Namun jangan sampai perayaan yang di lakukan mebawa bencana.

Pemerintah Thailand akan memberikan hukuman berupa 5 tahun penjara pada mereka yang melanggar aturan ini.

Sedangkan di negara Taiwan pemerintah juga menyampaikan akan memberikan hukuman 3 tahun penjara atau denda senilai 3 Juta Dollar Taiwan atau 16 Ribu Dollar AS jika melakukan pelanggaran.

Hal serupa juga berlaku di India, pemerintah akan memberikan hukuman pada siapapun yang melakukan pelanggaran ini.

Selain di beberapa negara, perusahaan raksasa saat ini yakni Google juga memberikan himbauan agar tidak membuat lelucon untuk merayakan April MOP ini.

Lelucon yang di larang Google ini khususnya lelucon yang berbau Covid-19.

Larangan ini untuk memberikan penghargaan terhadap siapapun yang berjuang melawan Covid-19.

Lelucon yang Membawa Bencana

Lelucon memang tidak selamanya memberikan kesan lucu, beberapa lelucon justru membawa bencana.

Sebuah Museum di Philadelphia memberikan sebuah siaran mengenai ramalan akhir dunia.

Hal ini menyebabkan seluruh negara menjadi gempar dan terjadi kericuhan.

Setelah di konfirmasi hal ini ternyata bertujuan untuk mempromosikan program musem yakni Demo adanya gelombang ustrakosmik.

Meski telah di Konfirmasi pembuat berita tetap mendapatkan konsekuensi pemecatan.

Selain itu Lelucon lain yakni Kabar bahwa Wali Kota di sebuah telah Mati, pura-pura bunuh diri, pengiriman lelucon tipuan melalui Gmail, lelucon berita bohong tentang pembebasan narapidana, adanya perampok palsu, dan banyak hal lainnya.