Peringatan Hari Buruh Internasional kembali diwarnai pergerakan masif dari kalangan akademisi di daerah.
Puluhan mahasiswa dari berbagai organisasi dan universitas yang tergabung dalam Forum Aksi Mahasiswa Intelektual (Fami) menggelar Aksi May Day Ciamis di depan Kantor DPRD Kabupaten Ciamis, Sabtu (1/5/2021).
Kehadiran kaum intelektual muda ini bertujuan kuat untuk menyuarakan ketidakadilan dan memperjuangkan nasib kelas pekerja yang semakin rentan di tengah krisis multidimensi akibat pandemi.
Dalam aksi solidaritas tersebut, para mahasiswa datang dengan membawa semangat perlawanan terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan kaum buruh.
Mereka menyuarakan deretan aspirasi tajam, mulai dari isu nasional seperti regulasi ketenagakerjaan hingga persoalan krusial di tingkat daerah, termasuk menagih secara langsung janji politik kepala daerah terkait ketersediaan lapangan pekerjaan.
Ringkasan Berita
Sempat Tertahan Barikade, Massa Akhirnya Diterima Audiensi
Eskalasi pergerakan massa sempat diwarnai sedikit ketegangan manakala rombongan mahasiswa Fami tiba di lokasi unjuk rasa.
Pada awalnya, puluhan peserta aksi tersebut tidak bisa langsung memasuki area pelataran gedung dewan.
Akses mereka tertahan oleh barikade petugas keamanan dari sekretariat DPRD serta aparat kepolisian yang bersiaga ketat mengawal jalannya demonstrasi.
Dinamika ini menjadi bagian tak terpisahkan dari rentetan Aksi May Day Ciamis tahun tersebut.
Negosiasi yang cukup alot sempat terjadi di depan gerbang utama wakil rakyat.
Namun demikian, situasi di lapangan tetap terkendali berkat kedewasaan dari kedua belah pihak.
Setelah berselang beberapa menit, pihak keamanan dan sekretariat DPRD akhirnya membuka ruang dialog.
Mereka membiarkan puluhan demonstran tersebut melangkah masuk ke halaman gedung untuk menyampaikan aspirasinya.
Di depan gedung, Anggota DPRD Kabupaten Ciamis dari Komisi D, Syarif Sutiarsa, tampak hadir dan menyambut baik kedatangan massa.
Sikap kooperatif dari legislatif ini kemudian ditindaklanjuti dengan memfasilitasi beberapa orang perwakilan mahasiswa untuk masuk ke dalam Gedung DPRD.
Di sana, mereka menggelar audiensi resmi bersama jajaran Komisi D untuk membedah lebih dalam terkait tuntutan yang menjadi fokus pergerakan.
Tujuh Tuntutan Kritis dalam Aksi May Day Ciamis
Koordinator Aksi, Galuh, memaparkan secara komprehensif latar belakang pergerakan turun ke jalan ini.
Ia menegaskan bahwa Aksi May Day Ciamis ini bukan sekadar seremonial tahunan belaka, melainkan bentuk desakan nyata atas kondisi riil para pekerja di lapangan yang semakin terhimpit beban ekonomi.
“Dalam momentum Hari Buruh ini, ada beberapa tuntutan krusial yang kami suarakan secara tegas kepada para pemangku kebijakan, baik di daerah maupun pusat,” ujar Galuh kepada awak media di sela-sela agenda demonstrasi tersebut.
Lebih rinci, Galuh menjabarkan bahwa terdapat tujuh poin tuntutan utama yang dititipkan kepada DPRD Ciamis agar segera ditindaklanjuti. Poin-poin tersebut meliputi:
- Pencabutan UU Cipta Kerja: Menuntut pembatalan undang-undang kontroversial tersebut beserta seluruh Peraturan Pemerintah (PP) turunannya yang dinilai mengebiri hak-hak normatif buruh.
- Perlindungan Hak Dasar Pekerja: Mendesak negara menjamin hak dasar seperti Tunjangan Hari Raya (THR), penerapan upah layak nasional, dan jaminan sosial menyeluruh.
- Penghentian PHK Massal: Menolak tegas praktik Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak oleh perusahaan yang sering kali hanya menggunakan dalih efisiensi pandemi.
- Jaring Pengaman Sosial: Meminta perlindungan nyata bagi rakyat miskin terdampak Covid-19, termasuk kepastian program vaksinasi gratis dan pemerataan fasilitas kesehatan.
- Transparansi Penegakan Hukum: Mendesak penegak hukum mengusut tuntas skandal korupsi bantuan sosial (bansos) dan memantau tata kelola dana di BPJS Ketenagakerjaan agar hak pekerja tidak diselewengkan.
- Penolakan Upah Murah: Menolak keras standar Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang terlampau rendah dan mendesak adanya kenaikan nominal UMK bagi para buruh di Ciamis.
- Realisasi Janji Lapangan Kerja: Menagih komitmen pemerintah daerah terkait penciptaan dan penyerapan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat lokal.
Menagih Janji 10 Ribu Lapangan Kerja Bupati
Sorotan utama dalam rangkaian Aksi May Day Ciamis ini juga tertuju pada kebijakan lokal Pemerintah Kabupaten Ciamis.
Mahasiswa secara khusus membidik komitmen politik yang pernah dilontarkan oleh pimpinan daerah pada saat masa kampanye lalu.
Galuh kembali menegaskan bahwa pihaknya mendesak Bupati dan Wakil Bupati Ciamis untuk segera merealisasikan penyerapan 10 ribu tenaga kerja.
Angka tersebut bukanlah tuntutan yang mengada-ada tanpa dasar, melainkan janji yang pernah diucapkan dan kini harus dipertanggungjawabkan kepada publik.
“Itu merupakan janji langsung dari Bupati dan Wakil Bupati Ciamis. Maka dari itu, kami turun ke jalan untuk menagih janjinya agar pemerintah daerah dapat segera merealisasikan penyerapan tenaga kerja tersebut secara nyata,” tegas Galuh dengan nada berapi-api.
Tuntutan ini dinilai sangat relevan dan mendesak, mengingat kondisi ekonomi warga di Ciamis yang membutuhkan stimulus kuat untuk segera bangkit.
Ketersediaan lapangan kerja yang memadai dipandang sebagai kunci utama untuk mengentaskan tingkat pengangguran di wilayah Tatar Galuh yang merangkak naik imbas perlambatan ekonomi.
Komitmen DPRD Kawal Aspirasi Mahasiswa ke Pusat
Merespons rentetan desakan tajam dari kalangan mahasiswa dalam Aksi May Day Ciamis tersebut, Ketua Komisi D DPRD Ciamis, Syarif Sutiarsa, memberikan respons yang sangat kooperatif.
Sebagai perwakilan suara rakyat di parlemen daerah, ia memastikan bahwa lembaga legislatif akan menampung seluruh keluh kesah yang telah disuarakan.
Syarif menyatakan komitmennya bahwa aspirasi yang telah dicatat secara rinci dalam agenda audiensi akan segera diproses lebih lanjut sesuai mekanisme dewan.
Ia berjanji akan meneruskan ketujuh tuntutan krusial tersebut ke tingkat pemerintahan yang lebih tinggi, baik di level pemerintah provinsi maupun langsung ke kementerian terkait di pemerintah pusat.
“Karena pada dasarnya, semua aspirasi dari rekan-rekan mahasiswa ini memang tujuannya sangat mulia, yakni untuk membela rakyat dan demi kesejahteraan masyarakat Ciamis secara keseluruhan,” ungkap Syarif.
Sebagai langkah penutup audiensi di gedung perwakilan rakyat tersebut, ia menegaskan bahwa DPRD akan senantiasa bekerja cepat dan prosedural demi rakyat.
“Sesegera mungkin, seluruh aspirasi ini akan kami sampaikan dan kawal dengan serius, baik kepada pihak Pemkab Ciamis maupun kepada Pemerintah Pusat,” pungkasnya di hadapan para perwakilan mahasiswa yang hadir.





