ReportaseeJATENG.com – Setiap tanggal 17 Oktober, memperingati Hari Pemberantasan Kemiskinan Sedunia atau International Day for the Eradication of Poverty .

Kemiskinan menjadi masalah dunia yang belum terselesaikan dan semakin bertambah setiap tahunnya.

Terutama 2 tahun terakhir ini, selama masa pandemi angka kemiskinan di dunia meningkat hingga 150 juta orang.

Hal tersebut merupakan dampak dari penanganan virus covid 19 dengan membatasi mobilitas.

Selain itu, akibat virus ganas tersebut sekitar 5 juta jiwa mengalami kematian dan membalikkan kemajuan.

Dengan begitu banyak ekonomi yang mengalami penurunan hingga lumpuh total di berbagai negara.

Dan karena masa pandemi kondisi kemiskinan masyarakat di berbagai negara menjadi semakin parah.

Pasalnya masyarakat seluruh dunia sudah berusaha memerangi kemiskinan selama berpuluh-puluh tahun.

Bahkan akibat pandemi yang melanda seluruh dunia, tercatat 71 hingga 100 juta orang baru yang mengalami kemiskinan ekstrem.

Oleh karena itu, PBB mendukung gerakan peringatan Hari Pemberantasan Kemiskinan Sedunia.

Sejarah Hari Pemberantasan Kemiskinan Sedunia

Dengan adanya perayaan Hari Pemberantasan Kemiskinan Sedunia, tentu membuat penasaran mengenai sejarah hari tersebut.

Majelis Umum PBB meresmikan tanggal 17 Oktober sebagai hari memperingati pemberantasan Kemiskinan Internasional.

Peresmian tersebut Majelis Umum PBB lakukan tepat pada tanggal 22 Desember 1992 sebagai pendorong masyarakat lebih maju.

Lahirnya hari peringatan ini bermula pada 17 Oktober 1987 dimana banyak orang yang berkumpul di Trocadero, Paris, Prancis.

Sebanyak 100 orang berkumpul di Trocadero untuk menyaksikan deklarasi tentang universal Hak Asasi Manusia (HAM).

Deklarasi tersebut dibuat secara resmi guna memberi dukungan kepada korban kemiskinan ekstrem, kelaparan, serta korban kekerasan.

Pasalnya ketiga masalah tersebut yang selalu menyelimuti masyarakat sejak dulu sehingga perlu adanya dukungan dalam memperbaiki.

Dalam deklarasi yang terselenggara di Prancis tahun 1987 menjelaskan bahwa kemiskinan termasuk pelanggaran HAM.

Kemiskinan sudah termasuk ke bagian dari pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

Dan pengadaan deklarasi sebagai bukti perihal pentingnya saling menghormati hak antar sesama manusia.

Semenjak perkumpulan 17 Oktober 1987, seluruh masyarakat sering berkumpul setiap tanggal yang sama.

Semua orang yang berasal dari latar belakang yang berbeda berkumpul untuk menyatukan komitmen lebih baru.

Selain itu, pengadaan perkumpulan tersebut guna menunjukkan rasa solidaritas antar sesama terutama kepada orang miskin.

Mengetahui kegiatan tersebut membuatkan PBB mengeluarkan keputusan penetapan Hari Pemberantasan Kemiskinan Sedunia.

Tujuan penetapan tersebut adalah sebagai upaya dalam memberantas kemiskinan secara berkelanjutan.

Sehingga perlu dukungan dari per individu mulai dari peningkatan kualitas ekonomi lebih kreatif, pendidikan, serta ilmu pengetahuan.

Upaya dalam mengakhiri kemiskinan tidak hanya berguna bagi orang yang mengalami kemiskinan.

Akan tetapi, dengan upaya ini bertujuan memberikan kesempatan kepada orang miskin untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak.

Tema Dan Makna Peringatan Di Tahun 2021

Peringatan Hari Pemberantasan Kemiskinan Sedunia setiap tanggal 17 Oktober memiliki tema yang berbeda-beda.

Meskipun begitu, pengadaan perayaan setiap tahunnya memberikan makna yang mendalam bagi masyarakat di seluruh dunia.

Dalam menetapkan hari peringatan Pemberantasan Kemiskinan, PBB memiliki keyakinan yang melatar belakangi.

Menurut PBB, masalah kemiskinan tidak hanya masalah ekonomi tetapi sebagai fenomena multidimensial.

Maksud fenomena multidimensial tersebut meliputi kemampuan dasar serta kurang terpenuhinya pendapatan untuk hidup layak.

Selain itu, orang-orang hidup dalam kemiskinan lantaran mengalamu ketidakadilan dalam kehidupan.

Ketidakadilan yang terjadi bisa meliputi tempat tinggal yang tidak aman, pekerjaan yang berbahaya, Kurangnya asupan gizi.

Tidak hanya itu saja, tidak adanya akses pada keadilan dan kesehatan yang layak juga termasuk ketidakadilan penyebab kemiskinan.

Sehingga PBB menetapkan tema yang berbeda-beda setiap tahunnya dalam merayakan Hari pemberantasan Kemiskinan Sedunia.

Seperti di tahun 2021 menggunakan tema “Building forward together: ending persistent poverty, respecting all people and our planet”.

Mengandung arti Membangun bersama: mengakhiri kemiskinan yang terus-menerus, menghormati semua orang dan planet kita.

Mengingat kehidupan masyarakat di berbagai negara telah berdampak akibat masa pandemi yang cukup panjang.

Selain meningkatkan angka kematian hingga 5 juta jiwa, pandemi juga meningkatkan angka kemiskinan ekstrem.

Jumlah orang yang masuk ke jurang kemiskinan ekstrem mencapai 71 sampai 100 juta jiwa akibat pandemi covid 19.

Oleh karena itu, PBB menggunakan tema “Membangun Kemajuan Bersama” yang memiliki makna sebagai upaya perbaikan.

Dengan maksud sebagai upaya dalam memperbaiki hubungan antara manusia dan alam, serta membongkar pemicu kemiskinan.

Salah satunya terletak pada struktur diskriminasi yang menjadi pemicu kemiskinan, dan juga sebagai bentuk pembangunan moral dan HAM.

Dengan membangun kerangka pada moral dan HAM pada inti sari kebijakan untuk menempatkan martabat manusia.

Tidak hanya sebagai wujud pelaksaan visi misi dari PBB, melainkan juga sebagai bentuk dorongan kepada masyarakat untuk berpartisipasi.

Dalam memperingati Hari Pemberantasan Kemiskinan Sedunia bermaksud untuk setiap orang dapat mempengaruhi kehidupan secara langsung.