Ini Video 4 Siswi SMP Tanpa Busana yang Viral di Sosmed

Video 4 siswi SMP tanpa busana saat ini menjadi perbincangan hangat kalangan warganet.

Hal ini berawal dari pelaku yang berinisial RAM 24 tahun sudah berhasil memperdayai 4 siswi SMP.

Ia memaksa para korbannya untuk melakukan video call tanpa memakai busana.

Berdasarkan laporan yang beredar, pelaku berasal dari Cangkringan tepatnya Kabupaten Sleman.

Kini pihak Polres Sleman telah mengamankan RAM.

Tiap beraksi, pelaku akan mengancam para korban ingin memviralkan foto ataupun video korban ke sosial media.

AKP Rony Prasadana selaku Kasat Reskrim Polres Sleman pun menuturkan awal mula kejadian ini berlangsung.

Kala itu korban dan pelaku saling berkomunikasi lewat aplikasi perpesanan WhatsApp.

Kemudian pelaku meminta korbannya untuk mengirimkan foto yang menampilkan wajahnya.

Setelah itu pelaku meminta lagi supaya korban mengirimkan foto bagian payudaranya.

Ketika mendapatkan permintaan tersebut sontak saja korban pun menolak.

Kendati demikian pelaku mengancam akan memasukkan potretnya ke grup porno lalu memviralkannya.

Mendengar ancaman dari pelaku, korban tentu saja merasa ketakutan.

Para korban yang merasa ketakutan itu kemudian mengirimkan foto bergambar payudaranya ke sang pelaku.

Akan tetapi rupanya aksi pelaku tidak cukup berhenti sampai situ.

Saat di Mapolres Sleman kemarin, Rony menjelaskan setelah itu tersangka meminta para korbannya agar melakukan video call seks.

Apabila korban menolak permintaan pelaku ia akan memviralkan foto korban ke sosial media.

Korban yang merasa ketakutan pada akhirnya menuruti semua kemauan pelaku.

Ketika video call mesum berlangsung rupanya pelaku merekamnya.

Polisi Ungkap Motif Pelaku Perekam Video 4 Siswi SMP Tanpa Busana

Aksi pelaku perekam video 4 siswi SMP tanpa busana ternyata tidak cukup satu kali ia lakukan. 

Pasalnya rekaman yang ia dapatkan ketika video call berlangsung dia gunakan sebagai alat.

Di mana setelah itu pelaku menggunakan rekamannya agar bisa memaksa para korban berulang kali melangsungkan video call mesum.

Namun apabila korban tak mau, maka pelaku mengancam akan memviralkannya.

Aksi itu sudah ia lakukan sampai 5 kali banyaknya dalam kurun waktu mulai dari bulan November 2021 sampai Januari 2022 lalu.

Ternyata korban tidak hanya satu yang turut terekam tanpa busana dalam video viral.

Rony mengatakan berdasarkan hasil pendalaman pihak kepolisian terdapat 4 orang yang menjadi korbannya.

Tiap melakukan aksinya ini, pelaku menyasar para remaja wanita yang masih duduk di bangkusekolah menengah pertama.

Pihak kepolisian menjelaskan modus pelaku adalah mengajak para korban untuk berkenalan lewat sosial media Facebook.

Setelah itu pelaku akan meminta nomor mereka dan berlanjut chatting di WhatsApp.

Pelaku pun kemudian minta untuk mengirimkan foto dan mengancam pula akan ia masukkan ke grup open BO serta grup porno.

Barulah sesudah itu pelaku mengajak korbannya melakukan video call seks.

Rony berkata para pelaku telah menyebarkan foto korban ke grup-grup sosial media ataupun status Whatsapp.

Dalam isi ponsel pelaku, mereka juga menemukan video yang menampilkan anak sekolah dasar.

Untuk itulah sampai saat ini pihaknya masih mendalami terkait perkara itu.

Pendalaman berlangsung termasuk dugaan apakah pelaku dengan sengaja merekam aksi porno untuk ia jual supaya mendapat untung ataupun tidak.

Namun yang jelas, kata Rony pelaku merupakan seorang residivis terkait kasus serupa di Kepolisian sektor Pakem.

Ia menuturkan pelaku sudah masuk dan keluar, bahkan tersangka mencoba untuk melarikan diri ketika melakukan pendalaman.

Karena itulah kepolisian melakukan tindakan tegas terstruktur untuk kasus video 4 siswi SMP tanpa busana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *