Transplantasi Rambut Populer di Kalangan Artis, Ini Resiko dan Biayanya

Advertisement

Transplantasi rambut kini tengah menjadi pembicaraan hangat terutama di kalangan warganet.

Hal ini berawal dari salah satu musisi popuer tanah air yakni Anang Hermansyah tengah menjalani produser tersebut.

Ia menjalakan prosedur dengan nama lain cangkok rambut atau tanam rambut ini saat sedang berlibur di negara Turki.

Dalam sebuah unggahan, Anang memperlihatkan bagian kepalanya yang hampir tidak terdapat rambut alias botak.

Menurutnya ini adalah kali kedua mencukur rambut sampai botak yaitu ketika bayi dan sekarang.

Advertisement

Lewat postingannya itu, sontak ramai warganet berkomentar terhadap penampilan barunya setelah menjalani prosedur cangkok rambut.

Sebagai informasi, tak hanya Anang Hermansyah yang menjalani transplantasi tersebut.

Sebab sebelumnya musisi Kevin Aprilio juga sempat melakukan hal serupa di negara Turki.

Lantaran sudah banyak artis yang menjalankannya, banyak warganet merasa penasaran dengan resiko serta biaya dalam prosedur cangkok rambut tersebut.

Adapun transplantasi atau pencangkokan rambut merupakan prosedur yang bertujuan untuk mengembalikan kondisi rambut yang mengalami kebotakan.

Tentu dengan prosedur transplantasi rambut, nantinya seseorang bisa mengembalikan rambutnya menjadi utuh.

Sehingga ia akan merasa percaya diri ketika berpenampilan terutama di hadapan publik.

Selain itu prosedur cangkok rambut mempunyai tiga jenis.

Jenis pertama adalah FUSS atau Follicular Unit Strip Surgery.

Pada metode ini, dokter nantinya menyayat bagian kulit kepala pasien lalu melakukan cangkok ke bagian yang mengalami kebotakan.

Berikutnya ada metode FUE atau Follicular Unit Extraction.

Untuk metode FUE, dokter akan mencukur bagian rambut pasien sampai mencabut folikel pada rambut.

Kemudian pihak dokter menanam lagi ke dalam kulit yang sedang mengalami kebotakan.

Selanjutnya ada metode bernama Direct Hair Implantation atau DHI.

Adapun ini  adalah metode terbaru dalam melakukan cangkok rambut yang serupa dengan metode FUE.

Bedanya, metode DHI memakai Choi Implanter Pen guna menanm rambut lebih akurat baik dari sudut maupun kedalamannya.

Seseorang yang hendak menjalankan prosedur transplantasi rambut akan dokter sesuaikan berdasarkan kondisi kulit kepala.

Resiko dan Biaya Transplantasi Rambut

Perlu Anda ketahui, sebelum menjalankan prosedur tanam rambut ini pasian akan menjalani beberapa hal terlebih dahulu.

Pasien perlu menjalankan tahap konsultasi, kemudian tes darah serta biopsy oleh tim medis.

Tujuan dari hal tersebut yaitu guna mengetahui tingkat kelayakan saat melakukan pencangkokan rambut.

Sementara itu melangsungkan prosedur seperti ini pastinya mempunyai sejumlah efek samping atau resiko yang biasanya terjadi.

Melansir dari situs ternama, terdapat beberapa resiko sebagai efek samping dari prosedur ini.

Resikonya sendiri mulai dari pendarahan, kemunculan jaringan parut, pertumbuhan rambut baru yang tak beraturan sampai infeksi di kulit kepala.

Sedangkan efek samping dari prosedur transplantasi rambut bisa berupa gatal pada kulit kepala, kerontokan bagian rambut.

Efek samping lainnya ada kemunculan keloid pada jahitan serta bekas luka jahitan yang tak bisa hilang.

Di sisi lain, biaya melakukan pencangkokan rambut terbilang tidak sedikit.

Biayanya sendiri berkisar mulai dari 25 juta rupiah sampai 100 juta rupiah.

Tarif berdasarkan jumlah helai rambut yang ditanam serta jenis metode transplantasi yang pasien lakukan.

Dalam waktu mulai dari 6 sampai 9 bulan lamanya, para pasien sudah bisa melihat hasil rambut sesudah melewati prosedur transplantasi.

Untuk Anang Hermansyah sendiri kini tampak botak sesudah melakukan prosedur pencangkokan rambut.

Anang mengaku begitu senang hendak mentransplantasi bagian rambutnya yang tergolong tipis itu.

Sebelum melakukan prosedur transplantasi rambut, awalnya ia berkonsultasi lebih dahulu dengan pihak dokter.

Prosedur ini berlangsung dengan mengambil sebagian rambut Anang lalu memindahkannya ke area yang ia inginkan.

Show More
Advertisement

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *