Berita

Autoimun Efek Suntik Putih Jangka Panjang Viral, Hindari Dengan Cara Ini!

Suntik putih jangka panjang memang mengakibatkan efek yang cukup mengkhawatirkan dan membahayakan siapa saja.

Hal ini seperti dialami seorang wanita asal Jombang yang terkena autoimun setelah rutin suntik putih satu minggu sampai sebulan sekali.

Dia mengaku pertama kali mencoba suntik putih sejak tahun 2016 lalu sampai rutin menjalaninya di bulan ketiga tahun 2018.

Sebelumnya ia sempat berhenti dan kembali mendapat suntik putih pada bulan 10 tahun 2021 lalu sampai awal 2022.

Setelahnya dia mengatakan baru merasakan banyak keluhan.

Keluhan yang muncul antara lain sakit tenggorokan, sesak napas sampai kerontokan rambut cukup parah.

Padahal wanita ini mengaku ia rutin berolahraga dan istirahat cukup bahkan tidak mempunyai riwayat penyakit apa pun.

Beruntung kini kondisi sang pengunggah berangsur membaik meskipun sering kambuh-kambuhan.

Minimalisir Efek Suntik Putih Jangka Panjang yang Lagi Viral

Memang suntik putih jangka panjang menimbulkan banyak dampak negatif apalagi jika melakukannya terus menerus.

Kendati demikian ada beberapa tips tertentu agar Anda bisa terhindar dari efek samping suntik putih.

Apa saja tipsnya? Di bawah ini ada informasi selengkapnya untuk Anda.

1. Melakukan Pemeriksaan Kesehatan  

Sebelum mendapat suntik putih, Anda harus memeriksakan kesehatan tubuh terlebih dahulu.

Pastikan Anda tak mempunyai alergi pada vitamin C ataupun glutathione yang merupakan bahan utama dalam suntikan putih.

Umumnya pihak medis akan melakukan tes kulit lebih dulu agar bisa mengetahuinya.

Kalau terjadi reaksi negatif pada kulit maka pihak medis tidak akan melanjutkan prosedur tersebut.

Selain itu para penderita penyakit ginjal, hati ataupun sakit kronis lainnya sangat tidak dianjurkan melakukan tahap memutihkan wajah satu ini.

2. Menemui Dokter yang Terpercaya

Supaya semua rangkaian Anda lakukan dengan benar, penting untuk memastikan terlebih dahulu bahwa dokter yang menangani sudah terpercaya.

Jangan sampai Anda tergiur dengan harga murah padahal bukan tenaga ahli yang melakukannya.

Selain itu Anda juga harus dapat memastikan bahwa dokter yang menangani merupakan spesialis kulit dan sudah berpengalaman.

3. Jangan Beranggapan Hasilnya Selalu Maksimal

Salah satu masalah serius yang mungkin timbul dalam prosedur suntik putih jangka panjang adalah efek ketergantungan.

Sebenarnya hal ini lebih mengarah kepada faktor psikologis.

Saat Anda merasakan hasil dari proses suntik putih belum maksimal jangan sampai membandingkannya dengan orang lain.

Pasalnya hal ini akan membuat Anda memilih untuk melakukan prosedur suntik putih berulang kali.

Sebab suntik putih berulang kali akan membahayakan kulit Anda.

Cobalah untuk berpikir realistis sejak awal bahwa setiap orang mempunyai kondisi kulit yang berbeda.

Dengan demikian hasil dari metode suntik putih sekalipun akan berbeda di setiap orang.

Kalau Anda merasa hasilnya tidak maksimal, ada baiknya mencari metode lain untuk memutihkan kulit.

Bahkan lebih baik jika Anda menerima kondisi kulit apa adanya.

Sebagai informasi, daripada kulit putih kondisi kulit yang sehat cenderung lebih putih.

4. Memahami Bahan yang Dokter Suntikan

Anda harus mengetahui semua macam bahan yang akan masuk ke dalam tubuh lewat prosedur suntik putih.

Sebagai informasi, bahan utama dari suntik pemutih adalah kolagen, vitamin C dan glutathione.

Namun sejumlah klinik perawatan kecantikan akan menyediakan pula larutan dengan bermacam bahan tambahan.

Adapun bahan tambahan itu bisa berupa vitamin E dan transamin.

Sehingga pastikan Anda mengetahui bahan tersebut dan memastikan sudah terdaftar dalam BPOM.

Itulah tips menghindari efek suntik putih jangka panjang demi kesehatan tubuh penggunanya.


Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Back to top button