32 C
Indonesia
Rabu, Agustus 4, 2021
BerandaBeritaSukses Budidaya Magot, Warga Ciamis Ini Bisa Beri Pakan 3,5 Ton Ikan...

Sukses Budidaya Magot, Warga Ciamis Ini Bisa Beri Pakan 3,5 Ton Ikan Nila

Reportasee.com – Pensiunan kontraktor air bersih, Hari Juli Agus Santoso yang merupakan warga Lingkungan Karang, Kelurahan Ciamis, Kecamatan/Kabupaten Ciamis sukses budidaya magot dan ikan nila.

Magot atau larva hasil dari Lalat Black Solider Fly (BSF) setelah mengurai sampah organik ini juga bisa menghasilkan pakan untuk ternak ikan dan ayam.

Magot yang ternak Hari sendiri saat ini membutuhkan 250 kilogram sampah organik, karena hanya setengahnya yang terisi.

Sedangkan jika semua lahan terisi oleh magot bisa membutuhkan 5 kuintal sampah.

“Saya belajar dari Jawa Timur tentang tata cara berternak magot. Saya juga bawa bibitnya dari sana,” kata Hari, Selasa (30/3/2021).

Menurut Hari, untuk sukses budidaya magot dan ternak itu tidaklah sulit, sangat mudah sekali.

Namun, jika tidak ada sampah organik memanglah sulit.

Maka dari itu, saat ini Hari memasok sampah dari pasar setiap harinya.

Itu juga masih kurang, maka dari itu Hari sering ke tetangga rumah untuk menanyakan sampah organik.

Pihaknya juga membuat plang pengumuman tempat ternaknya menerima sampah organik.

“Sekarang sampah organik susah dapat. Mungkin karena pandemi, orang-orang sudah tidak menyisakan sayuran,” tuturnya.

Hasil Magot untuk pakan ikan nila nya saat ini cukup terpenuhi, bahkan untuk pakan ikannya Hari tidak menggunakan pelet.

Karena, Hari menilai harga pelet saat ini terlalu mahal.

Baca:  Kisah Hidup Sosok Aktor Multi Talenta Reza Rahadian

Jadi lebih murah magot, bahkan kandungan protein magot itu lebih tinggi dibandingkan pelet.

“Enggak semuanya pakai magot, paling dicampur pakai dedak. Kalau magot semua tidak baik, kebanykan protein nantinya,” katanya.

Baca:  Satpol PP Ciamis Temukan Warung Makan Buka Siang Hari Saat Bulan Ramadan

Magot Jadi Salah Satu Solu Berternak Ikan dan Ayam


Magot ini merupakan salah satu solusi jika ingin berternak ikan atau ayam.

Karena, untuk pakan bisa lebih murah dan tentunya saat panen bisa lebih untung.

“Pakai pelet dan magot jelas beda. Lebih untung pokoknya,” terangnya.

Hari mengajak keoada para peternak jika ingin bertahan dalam berternak lebih baik ternak magot dulu sebelum ternak ikan atau ayam.

Karena, jika sudah ternak magot, urusan pakan untuk ternak ikan atau ayam bisa terpenuhi dan tidak perlu modal besar.

“Kalau ingin berternak, mending ternak magot dulu lalu ternak ikan dan ayam. Insya alloh pakan akan tercukupi dan tentunya keuntungan akan didapat,” pungkasnya.

Editor : Ramdani


Berita Terkait
- Advertisment -

Paling Populer