Trending

Video Suami Pukul Istri di Depan Anak Viral, Ini Dampak Buruknya

Advertisement

Belum lama ini, sosial media heboh dengan video viral yang memperlihatkan seorang suami pukul istri di depan anak.

Kekerasan tersebut ia lakukan di pinggir jalan tepat di depan sebuah rumah dan tetangga sekitar pun melihatnya.

Ironisnya lagi, perlakuan pria terhadap perempuan yang diduga adalah istrinya itu ia lakukan tepat di depan anaknya.

Anda mungkin sudah paham bahwa KDRT atau kekerasan dalam rumah tangga bisa berdampak buruk terhadap anaknya.

Terlebih bagi anak-anak yang menyaksikan secara langsung adegan kekerasaan yang kedua orangtuanya sendiri lakukan.

Advertisement

Terlepas dari video yang tengah viral, KDRT dalam bentuk apapun sebaiknya kita hindari mengingat dampak buruknya terhadap psikis anak.

Apalagi jika anak sering menyaksikan bahkan sampai merasakan kekerasan yang orang tuanya lakukan bisa berdampak buruk untuknya.

Efek buruk dari hal tersebut tak hanya dalam jangka pendek namun anak juga akan mengalami dampak negatif jangka panjang.

Dampak Suami Pukul Istri di Depan Anak yang Lagi Viral

Menyadur dari berbagai sumber, berikut ada sejumlah dampak KDRT terhadap buah hati seperti yang ada dalam video suami pukul istri di depan anak.

Gangguan Kecemasan

Anak yang kerap menyaksikan pertengkaran dan kekerasan yang orang tuanya alami cenderung selalu merasa gelisah.

Si kecil nantinya merasakan hidup dengan nafas yang tertahan di sela-sela waktu tenang sampai pertengkaran selanjutnya terjadi.

Hal tersebut akan menimbulkan gangguan kecemasan pada diri anak itu sendiri.

Menyadur dari verywellmid.com, anak di usia sekolah yang menjadi korban KDRT bisa mengembangkan sifat antisosial.

Selain itu anak juga akan cenderung merasa bersalah atas kekerasan yang dia lihat di rumah.

PTSD atau Gangguan Pasca Trauma

Dampak yang sangat menyedihkan bagi anak di lingkungan keluarga KDRT yaitu munculnya gangguan pasca trauma atau PTSD.

Walaupun anak terhindar dari kekerasan fisik, melihat kekerasan yang terjadi di antara orang tuanya sudah cukup mengakibatkan perubahan berbahaya pada bagian otaknya.

Perubahan yang terjadi di otak anak akibat terus saja menjadi saksi KDRT di rumah bisa menimbulkan mimpi buruk.

Efek lainnya adalah pola tidur berubah, rasa marah sampai kesulitan dalam berkonsentrasi.

Bukan itu saja, anak juga mempunyai kemungkinan untuk mempraktikan lagi poin yang menimbulkan trauma dari hasil pengamatannya.

Masalah Pada Fisik

Tak hanya berdampak pada kesehatan mental ana-anak, KDRT juga mendatangkan efek negatif untuk kesehatan fisik anak.

Anak yang berada di usia sekolah cenderung merasakan sakit perut dan sakit kepala karena situasi tegang di rumahnya.

Pada usia balita, KDRT mempunyai kemungkinan tinggi untuk mengalami cedera pada fisik.

Hal ini bisa terjadi setelah tidak sengaja berada di lokasi yang sama saat kejadian KDRT tengah berlangsung.

Bukan itu saja, anak yang berada di lingkungan KDRT cenderung kurang mendapat perhatian dari orang tuanya.

Inilah yang membuat pola makannya menjadi tidak teratur dan berdampak buruk untuk kesehatannya.

Dampak buruk tersebut yaitu menimbulkan penyakit jantung, obesitas sampai diabetes saat mereka dewasa.

Berperilaku Agresif

Bagi remaja yang kerap menyaksikan kejadian KDRT di rumahnya, kemungkinan besar mereka akan meniru perbuatan itu di luar rumahnya.

Dengan begitu mereka cenderung kerap bertengkar, bolos sekolah hingga terlibat dalam kegiatan seksual yang beresiko.

Parahnya lagi, remaja tersebut juga akan mencoba alkohol sampai obat-obatan terlarang.

Efek buruk lainnya yaitu para remaja korban KDRT cenderung terlibat masalah yang melanggar hukum.

Itulah dampak negatif dari KDRT seperti yang ada di dalam video suami pukul istri di depan anak viral di sosial media.

Show More
Advertisement