Sejarah Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS)

0
32

Reportasee.com – Hari Pendikan Nasional (HARDIKNAS) diperingati setiap tahun bertepatan pada tanggal 2 Mei. Di tahun 2021 ini Hari pendidikan nasional jatuh pada hari minggu 2 Mei 2021. Berbicara tentang hari pendidikan nasional sangat banyak dari kita yang tidak mengetahui esensi dari hari pendidikan nasional ini. Pastinya banyak yang bertanya mengapa ada hari pendidikan nasional dan apa maksud dari hari pendidikan nasional ini. Pertanyaan ini tentunya akan menghungan kita dengan sejarah Hari pendidikan Nasional.

Pada Minggu 2 Mei 2021 ini. Kondisi Indonesia masih berada pada kondisi pandemi Covid-19, sehingga tidak dapat melaksanakan perayaan seperti biasanya. Pandemi covid-19 yang sudah melanda Indonesia bahkan seluruh negara di Dunia sudah mewabah sejak tahun 2019 lalu. Wabah ini memang tidak bisa dientengkan, oleh karena itu sejumlah aktivitas harus dihentikan lantaran menghindari virus ini tersebuar lebih luas dan memakan korban jiwa.

Salah satu aktivitas yang juga harus terhenti adalah perayaan berbagai hari penting, salah satunya seperti hari pendidikan nasional ini. Pada kesempatan sebelum pandemi, perayaan Hardiknas selalu melaksanakan dengan upacara bagi semua tenaga pendidik dan siswa. 

Terlepas dari itu, semua tenaga pendidik, guru maupun pelajar, dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi perlu mengetahui sejarah dari Hari Pendidikan Nasional itu terjadi.

Lalu bagaimana sejarah dari Hari Pendidikan Nasional itu?

Lahirnya Hari Pendidikan Nasional yang rutin terlaksana pada 2 Mei tersebut mengacu pada hari lahir dari sosok seorang Pahlawan Nasional Ki Hajar Dewantara. Berkat jasa beliau di bidang pendidikan, sepak terjang upaya dan usaha yang membuahkan hasil yang sangat besar. Sehingga sampai detik ini dari semua lapisan dan berbagai kalangan dapat merasakan pendidikan secara umum. Oleh karena itulah, jasa beliau tidak dapat terlupakan oleh seluruh rakyat di Tanah Air. Sehingga Ki Hajar menapat gelar dengan julukan Bapak Pendidikan Nasionl di Indonesia.

Lebih dalam mengenai sosok bapak pendidikan indonesia. Ki Hajar Dewantara adalah sosok tokoh yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta, beliau adalah sosok yang begitu konsen terhadap pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu diakui atau tidak kemerdekaan pendidikan sekarang juga merupakan buah perjuang dari beliau. Ki hajar Dewantara meninggalkan begitu banyak warisan bagi dunia pendidikan nasional. Salah satu yang paling dikenal dari sosok Ki Hajar adalah semboyannya yang berbunyi:

“Ing ngarsa sung tulodho, ing madya mbangun karsa, tut wuri handayani”, yang artinya “di depan (guru) harus memberi contoh yang baik, di tengah-tengah (muridnya) harus menciptakan ide dan prakarsa, di belakang harus bisa memberi dorongan dan arahan”. Bahkan semboyan tersebut seringkali hingga saat ini teraplikasikan dalam sistem pendidikan di Tanah Air, misalnya “Tut wuri handayani” yang tertulis pada logo Kemendikbud.

Tidak hanya semboyan, Ki Hajar sepanjang hidupnya telah banyak memperjuangkan hak belajar untuk kaum pribumi pada masa penjajahan Belanda. Pada saat itu yang semula warga pribumi, khususnya kalangan menengah kebawah kesulitan dalam mendapatkan fasilitas pendidikan. Namun berkat jasa Ki Hajar pendidikan dapat sama-sama merasakan sebagaimana seperti bagi anak-anak keturunan belanda dan bangsawan. 

Perjuangan Ki Hajar Dewantara untuk Pendidikan Rakyat

Bermula ketika Ki Hajar Dewantara menentang sistem pendidikan yang telah ditetapkan pada zaman penjajahan Belanda. Sebuah sistem yang hanya memperbolehkan atau mengijinkan anak-anak keturunan Belanda dan anak-anak keturunan dari orang kaya saja untuk bisa masuk dan belajar di sekolah. Sedangkan anak dari warga pribumi dengan ekonomi rendah manjadi tidak pantas, sehingga terjadi ketimpangan pendidikan yang sangat besar.

Semula Ki hajar Dewantara mendapat pengasingan ke luar negeri, yakni Belanda akibat dari aksi protes dan pendapatnya tersebut. Namun, alih-alih merasa takut, justru ketika ia kembali ke Indonesia setelah melewati masa pengasingannya, bahkan Ki Hajar semakin menentang sistem pendidikan itu.

Maka dari itu, kamudian Ki Hajar Dewantara mendirikan sebuah lembaga pendidikan dengan nama Nasional Onderwijs Institut, yang kemudian familiar terkenal dengan nama Taman Siswa. Dari lembaga inilah cikal-bakal sekolah untuk rakyat yang kemudian mampu merangkul dan membawa pendidikan untuk kalangan menengah kebawah, yang sebelumnya tidak dapat menikmati pendidikan. Hari nasional ini mendapat ketetapan melalui Keppres No. 316 pada tanggal 16 Desember 1959.

Meskipun begitu, perjuangan dari Ki Hajar tidak berhenti sampai disitu saja, namun momen ini menjadi poin yang memiliki arti penting, sehingga kemudian nama Ki Hajar Dewantara masuk dalam daftar Pahlawan Nasional Indonesia. Sekalipun sempat tidak dapat persetujuan dari beberapa pihak, namun pada kenyataannya hingga saat ini Hari Pendidikan Nasional tetap menggunakan dari hari kelahiran Ki Hajar Dewantara sebagai patokannya. 

Hardiknas Minggu 2 Mei 2021

Mengingat kondisi negara Indonesia masih terdapat wabah Covid-19 sehingga terjadi pembatasan sosial dan berbagai kegiatan. Pelaksanaan Perayaan Hari pendidikan Nasionalpun harus dengan menyesuikan perturan pemerintah. Kali ini Kemendikbud memberikan tema pada Hari pendidikan nasional 2021 ini dengan tema “Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar”.

Pembahasan lebih dalam mengenai tema hari pendidikan ini adalah ajakan untuk masyarakat agar bersama-sama bergerak untuk mewujudkan kemerdekaan dalam pelajar mengingat di masa covid ini berbagai proses pembelajaran sangat terhambat. Pemerintah berharap hal ini tidak menyurutkan semangat belajar para kaum pembelajar. Bebaskan diri untuk dapat belajar dengan cara apapun dengan media apapun.

Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan Indonesia, setelah Presiden RI menunjuk beliau sebagai Kemendikbud pada Oktober lalu. Nadiem Makarim memeberikan kebijakan pendidikan dengan tema besar “Merdeka Belajar”. Dalam konsep tersebut, terdapat empat program yang akan dicanangkan dalam pendidikan nasional, yaitu:

  1. Sebgai uji kompetensi siswa penyelenggara Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) memberikan ujian tertulis maupun memberikan penilaian lain yang lebih komprehersif.
  2. Penghapusan Ujian Nasional (UN) pada tahun 2021 dan menggantikan dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter.
  3. Menyederhanakan atau memangkas sejumlah komponen Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP); dan
  4. Peraturan PPDB Zonasi menggunakan dengan kebijakan yang lebih fleksibel untuk mengakomodasi ketimpangan akses dan kualitas di berbagi daerah

Logo Peringatan Hardiknas 2021

Bapak menteri pendidikan Indonesia ini bukan tanpa alasan membuat konsep pendidikan terbaru Indonesia. Hal-hal ini bertujuan untuk memudahkan para siswa untuk dapat melenjutkan proses pendidikan ke jenjang selanjutnya secara lebih efektif dan efisien. Penggantian UN dengan Asesment kompetensi ini membuat para siswa semakin fokus pada pembelajaran keterampilan dan soft skill yang sangat berguna bagi karir mereka ke depan.

Dalam rangka merayakan Hardiknas 2021 kemendikbud juga menciptakan logo khusus. Logo khusus untuk memperingati Hardiknas tahun ini berupa logo berbentuk menyerupai 2 hati yang menyatu, sehingga terlihat menyerupai bentuk bintang yang terdapat lima lingkaran pada sekelilingnya.

Jika lebih detail memperhatikan, logo ini terdapat gradasi tiga warna, biru, hijau dan kuning, itu menggambarkan lima orang yang sedang bergandengan dan mengangkat tangannya tinggi-tinggi. Logo ini akan menyertakan dalam setiap agenda offline juga unggahan media digital yang berkenaan dengan peringatan Hardiknas 2021. Untuk itu bagi pihak yang membutuhkan logo Hardiknas 2021 dapat mendowloadnya dari laman www.kemdikbud.go.id.