32 C
Indonesia
Rabu, Agustus 4, 2021
BerandaBeritaSejarah dan Latarbelakang Munculnya International Women's Day

Sejarah dan Latarbelakang Munculnya International Women’s Day

Reportasee.com – International women’s day atau hari perempuan sedunia merupakan perayaan dalam satu hari tentang kesetaraan gender dalam berbagai bidang.

Bentuk bidang tersebut antara lain ekonomi, kebudayaan sosial hingga politik.

Dalam peringatan pada setiap 8 Maret ini akan ada beragam kelompok dari belahan dunia manapun mengkampanyekan tentang emansipasi kaum wanita.

Tak hanya itu, mereka juga turut merayakan prestasi yang berhasil kaum perempuan raih.

Kelompok tersebut memiliki jadwal agenda guna memperingati hari ini.

International Woman`s Day untuk Emansipasi Wanita

Agenda tersebut antara lain meningkatkan kesadaran kepada khalayak ramai akan pentingnya sebuah emansipasi pada perempuan, memperjuangkan mengenai kesetaraan dalam gender.

Selain itu terdapat agenda turut merayakan prestasi dari para perempuan, dan kegiatan amal berupa penggalangan dana.

Alasan yang menjadi latar belakang adanya international women’s day yaitu guna memberikan bentuk dukungan kepada seluruh perempuan di berbagai penjuru dunia.

Sebab lainnya lantaran para perempuan sangat pantas serta berhak menerima perlakuan setara seperti laki-laki.

Juga dapat terbebas dari pandangan negatif, juga kekerasan yang kerap menimpa karena selalu mendapat anggapan kaum lemah.

Karena, wanita juga sangat berhak mempunyai masa depan cerah, damai serta aman, juga memperoleh kesempatan sama besarnya.

Agar dapat mengarah ke tujuan tersebut, kaum perempuan perlu dalam jumlah banyak memegang jabatan penting terutama bidang pemerintahan.

Hari perempuan sedunia ini memiliki tema pada tahun 2021 yang menegaskan terdapat upaya besar dari kaum wanita dalam hal menangani juga memulihkan lingkungan dari keberadaan pandemi Corona yang tengah menyebar ke seluruh dunia.

Tak hanya untuk hal tersebut, pengusungan tema ini juga menjadi pengingat bahwa masih saja ada stigma negatif pada perempuan.

Terbukti dari banyaknya negara yang  belum melibatkan wanita kala pengambilan keputusan berlangsung.

Bahkan laporan terbaru dalam UN Scretary General memuat kejadian tersebut.

International women’s day pada beberapa negara setara dengan keberadaan hari ibu.

Karena itulah pada 8 Maret para ibu juga nenek akan mendapatkan hadiah kecil dari para anak-anak mereka.

Latarbelakang Munculnya International Women’s Day

Awal mula bentuk peringatan dan perayaan hari ini bisa kita lihat dari beberapa tahun kebelakang yaitu sekitar 1900an.

Sejarah tentang international women’s day bermula kala awal tahun 1900 saat gejolak industri tengah melanda seluruh dunia.

Kala itu, terjadi ledakan jumlah populasi manusia dan dunia tengah menghadapinya terlebih adanya keadaan bangkitnya ideologi radikal.

Karena itulah terjadi gerakan kolektif yang para perempuan lakukan.

Hal ini bermula akibat terdapat keresahan juga perdebatan kritis di antara para perempuan.

Selain itu, mereka juga mengalami bentuk penindasan beserta ketimpangan.

Karena itulah perempuan terpacu dab lebih aktif menyuarakan sebuah perubahan.

Unjuk Rasa Kaum Perempuan

Pada tahun 1908 silam, terdapat sekelompok wanita dengan jumlah mencapai sekitar 15.000 melakukan unjuk rasa di Amerika Serikat, tepatnya New York City.

Hal tersebut bertujuan untuk menuntut akan jam kerja lebih pendek daripada sebelumnya, penerimaan gaji lebih layak serta mendapatkan hak untuk ikut serta dalam pemilihan umum.

Setelah itu terdapat hari perempuan nasional yang diperingati pertama kali pada 28 Febuari 1909 di Amerika Serikat.

Hal tersebut berdasarkan deklarasi dari partai Sosialis Amerika.

Karena itulah perempuan di Amerika Serikat terus memperingati hari ini setiap Minggu akhir di bulan Februari sampai tahun 1913.

Konferensi buruh wanita secara internasional kedua berlangsung di Denmark tepatnya Kopenhagen pada tahun 1910.

Clara Zetkin merupakan seorang perempuan yang merupakan pemimpin sebuah partai sosial di Jerman.

Baca:  Rekomendasi Strategi Forex Harian, Trading Sukses

Ia memberikan pengajuan terkait gagasan international women’s day .

Wanita tersebut memberikan usulan pada setiap tahun dalam tiap negara di hari yang sama harus terdapat perayaan guna mengampanyekan tuntutan perempuan.

Gagasan tersebut ada dalam sebuah konferensi dengan total peserta lebih dari 100 orang yang mana seluruhnya adalah perempuan asal 17 negara.

Baca:  Ini Manfaat Kapulaga untuk Kesehatan Tubuh

Mereka menjadi perwakilan untuk perserikatan kerja.

Persetujuan bulat menjadi bentuk dari persetujuan partai sosialis bahkan mereka menyambut baik saran dari Zetkin tersebut.

Oleh karena itulah international women’s day akhirnya mendapat persetujuan.

Sejarah International Woman`s Day

Berdasarkan keputusan yang sudah serempak sepakat di Denmark tahun 1910 silam, peringatan ini pertama kali terdapat perayaan di berbagai negara antara lain Denmark, Jerman, Austria juga Swiss tepat 19 Maret 1911.

Demonstrasi pertama tersebut rupanya terdapat perempuan juga laki-laki yang menghadiri bahkan secara total mencapai lebih dari satu juta.

Mereka menyuarakan ragam hak yang bisa perempuan dapatkan seperti mengikuti pemilu, bekerja, mempunyai jabatan publik, memperoleh pelatihan setara serta mengakhiri perlakuan diskriminasi.

Namun terdapat peristiwa tragis bertempat di New York city tepat 25 Maret 1911.

Kejadian tersebut mengakibatkan sebanyak 140 pekerja wanita kehilangan nyawa.

Mereka rata-rata merupakan imigran asal Yahudi juga Italia.

Sebagai akibat dari terjadinya insiden yang memilukan tersebut mampu menarik perhatian secara signifikan akan situasi kondisi kerja serta UU ketenagakerjaan di Amerika Serikat sendiri.

Kemudian peringatan international women’s day dalam tahun selanjutnya berfokus pada hal tersebut.

Pada masa sekarang ini, hari perempuan internasional bahkan menjadi hari libur nasional dalam beberapa negara.

Peringatan Hari Perempuan Sedunia Masa Kini

Hari ini yaitu Senin 8 Maret 2021 menjadi peringatan international women’s day yang bahkan turut Google Doodle rayakan. Kala anda mengakses laman google, pengguna dapat menemukan perbedaan dalam tampilan Doodle.

Sebab pada tampilan tersebut pembuatannya khusus dalam perayaan hari perempuan sedunia yang berlangsung tiap 8 Maret.

Anda bisa juga mendapati video ilustrasi dengan dua buah gambar telapak tangan yang menggenggam satu sama lain. Pada latar belakang dua buah kata google terdapat banyak tangan lainnya dengan posisi terangkat.

Google juga membuat video tentang international women’s day dengan tampilan para perempuan yang berhasil membuat sejarah atau rekor baru di dunia.

Seperti, wanita pertama yang berhasil mendaki sampai puncak gunung tertinggi di dunia yaitu Everest, bahkan ada juga perempuan yang menjadi astronot pertama kali.

Tak hanya dalam hal tersebut, ada juga ilustrasi berupa wanita yang berhasil meraih medali emas, wirausahawan perempuan juga dalam bidang akademisi.

Penghormatan kepada Kaum Perempuan

Mengutip dari google.com, video dalam doodle tersebut bertujuan memberikan penghormatan akan para pahlawan yang berjenis kelamin perempuan.

Dalam video dengan tampilan tangan, memberikan sebuah gambaran tangan yang sudi membuka pintu lebar-lebar bagi para wanita dalam sejumlah generasi.

Karena para wanita tersebutlah menjadi pionir juga pembuka jalan untuk sesama kaumnya agar dapat menempuh pendidikan, budaya, hak setara, seni dan sebagainya.

Meskipun pada masa sekarang gagasan akan kesetaraan terhadap gender bukan lagi hal tabu lantaran kini wanita sudah mempunyai kesempatan sama dalam berbagai bidang.

Hanya saja masih terdapat permasalahan pada kaum wanita yang belum terselesaikan. Misalnya ketidaksetaraan gaji di antara karyawati juga karyawan, serta kasus di masyarakat yang dominan perempuan alami.

Perayaan international women’s day dalam berbagai negara memang dalam bentuk berbeda-beda namun memiliki tujuan sama yaitu memenuhi hak-hak para wanita.

Berita Terkait
- Advertisment -

Paling Populer