Apa Saja Risiko Investasi Saham? Simak Disini

Investasi saham merupakan investasi yang minim resiko dari beberapa jenis investasi lainnya. Namun jika Anda telusuri lagi, ternyata risiko investasi saham akan lebih besar jika Anda tidak tepat melakukannya, atau bahkan tidak memahaminya.

Umumnya investasi saham bisa Anda dapatkan dari beberapa perusahaan yang memanfaatkan berapa persen sahamnya untuk Anda beli. Dari situlah konsumen dapat memperoleh keuntungan banyak. Namun jika kurang mengetahui karakter investasi satu ini, maka beberapa risiko di bawah ini mungkin bisa terjadi.

Capital Loss

Para investor saham akan mempunyai kemungkinan besar mengalami risiko ini. Penyebabnya adalah harga saham setiap harinya selalu bergerak naik turun. Sebagai pembeli saham, bisa saja mengalami capital loss jika saham perusahaan yang dibeli mengalami penurunan harga di permulaan investasi.

Capital loss atau kerugian modal ini merupakan kondisi harga jual saham lebih rendah dari harga beli sebelumnya. Satu prinsip yang harus investor pegang untuk mendapat untung yaitu membeli saham saat harga rendah dan menjualnya saat harga pasar tinggi.

Ditambah lagi jika perusahaan yang memiliki saham tersebut gulung tikar. Saham yang sudah Anda beli tidak akan bisa Anda perjualbelikan lagi karena sudah terhapus dari bursa saham (delisting). Jika perusahaan dilikuidasi, maka pemegang saham terakhir bisa saja tidak mendapatkan uangnya kembali.

Suspensi

Pengertian suspensi adalah perdagangan saham karena beberapa faktor. Saat sebuah saham disuspensi, maka para investor saham tidak akan bisa melakukan transaksi pada saham yang disuspensi tersebut. Hal ini tentu akan merugikan investor.

Risiko investasi saham ini bisa berlaku hingga beberapa hari, bulan, bahkan tahunan. Jika saham suatu perusahaan akan disuspensi, maka bursa saham akan merilis pengumuman sebelumnya yang ditayangkan dari situs resmi sehingga semua perusahaan dan investor akan mengetahuinya.

Suspensi saham ini bertujuan memberikan waktu bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan keputusan investasi pada saham tertentu. Risiko satu ini akan jarang terjadi pada perusahaan yang memiliki kapitalisasi pasar jumbo.

Likuidasi

Likuidasi akan terjadi apabila saham suatu perusahaan bangkrut atau bubar oleh Dalam kondisi ini, pemegang saham pada giliran akhir berhak mendapatkan haknya jika saham perusahaan yang ANda beli sudah memenuhi kewajiban kepada pihak lain seperti kreditur.

Jika kita lihat berdasarkan teori, pemegang saham akan memperoleh sisa keuangan dari perusahaan yang sudah menyelesaikan kewajiban tersebut. Namun apabila perusahaan tersebut sudah tidak mempunyai sisa keuangan, maka hasil likuidasi tidak akan bisa pemegang saham atau investor terima.

Untuk menghindari risiko ini, maka investor harus selalu memantau perkembangan perusahaan dan memantau peregerakan harga saham perusahaan. Biasanya perusahaan yang berpotensi mengalami likuidasi adalah perusahaan yang akan bangkrut dan sudah ada informasi dari bursa dan media massa.

Volatilitas

Karena setiap waktu nilai saham bergerak dan berubah-ubah, maka ada kemungkinan nilai saham turun drastic bahkan mencapai angka nol. Mengapa ini bisa terjadi? Alasannya adalah harga saham bersifat fluktuatif dalam waktu yang singkat.

Oleh karena itu, para investor harus menyadari hal tersebut sehingga harus rajin-rajin memantau. Saham perusahaan yang bisa mengalami volatilitas antara lain perusahaan yang memiliki saham individu serta saham vektor atau pasar tersebut sendiri.

Risiko Pasar

Risiko investasi saham berikutnya adalah risiko pasar. Saham sangat bergantung pada harga pasar, seingga bisa saja peristiwa tak tertuda bisa terjadi dan dapat mempengaruhi harga saham di bursa. Misalnya saja bencana alam, citra buruk perusahaan, atau masih banyak masalah lainnya.

Penurunan harga pasar saham akan berdampak pada harga saham sebuah perusahaan dan berdampak pada nilai sekuritas saham. Adapun beberapa faktor luar yang bisa menjadi penyebab harga saham di pasar turun, salah satunya perubahan tingkat suku bunga.

Risiko Nilai Tukar

Risiko nilai tukar yang dimaksud adalah nilai tukar saham terhadap mata uang lokal dan asing. Misalnya jika mata uang asing tertentu kehilangan nilai atau turun saat Anda konversi ke mata uang lokal, maka akan terjadi pergerakan nilai tukar terhadap kedua mata uang tersebut.

Risiko Waktu

Jika Anda berperan sebagai investor, maka harus paham dengan semua hal di pasar saham. Jika kurang pengetahuan, bisa saja Anda merugi nantinya. Tentunya risiko yang terakhir ini menjadi risiko paling bahaya jika memang oleh seorang investor saham alami.

Sebagai contoh, Anda membeli atau menjual saham pada waktu yang salah, maka hal tersebut akan menjadi peluang risiko rugi. Oleh karena itu, perlu pemahaman bahwa tidak semua sektor pasar saham mengikuti siklus harga yang sama.

Setelah mengetahui beberapa risiko investasi saham diatas, semoga dapat menjadi pengetahuan tambahan dan pertimbangan saat berniat investasi saham. Jika sudah memahi risiko-risiko di lapang, maka Anda akan jauh berhati-hati dalam mengambil keputusan agar tidak rugi dalam berinvestasi saham.