Remaja Usia 17 Tahun Punya Anak Dua Viral, Ketahui Bahayanya!

Advertisement

Viral unggahan seorang remaja usia 17 tahun punya anak dua yang menghebohkan warganet pengguna sosial media.

Memang saat ini pernikahan di usia muda atau remaja marak terjadi dan membuat masyarakat miris.

Sebab, anak remaja yang seharusnya masih menempuh pendidikan sudah memiliki tanggung jawab besar sebagai orang tua.

Viral Unggahan Remaja Usia 17 Tahun Punya Anak Dua

Beredar sebuah video viral di sosial media yang memperlihatkan remaja wanita mengaku baru berumur 17 tahun namun lelah mempunyai dua anak.

Dalam video unggahan akun Instagram @tante.rempong.official_, terlihat seorang remaja perempuan sedang berbaring di sebuah ranjang rumah sakit.

Advertisement

Tampaknya dia tengah mempersiapkan diri menjalani proses persalinan.

Sambil berbaring, dia melakukan joget Tiktok bersama dengan seorang pria yang sepertinya adalah sang suami.

Dalam caption video yang viral, dia merasa gembira karena mahmud atau mamah muda 17 tahun sudah memiliki dua anak.

Video tersebut sontak menjadi sorotan dari warganet dan menuai berbagai komentar.

Namun kebanyakan dari warganet menyuarakan hal senada yaitu tidak setuju jika seorang remaja 17 tahun sudah menjadi ibu.

Seorang warganet bahkan merasa heran karena postingan itu menunjukan bahwa sang remaja bangga akan kondisinya.

Menurut warganet itu secara bilologi, rahim sang remaja belum siap apalagi kondisi mentaknya.

Ada juga yang berkomentar dengan menduga jika kedua pasangan itu sudah hamil terlebih dahulu namun belum lulus sekoah.

Di mana ini mengartikan pasangan tersebut tak bisa menikmati masa muda, harus mengurus anak dan memenuhi kebutuhan buah hatinya.

Bahaya Hamil di Usia Remaja

Jika menilik dalam video remaja usia 17 tahun punya anak dua, memang ada banyak dampak negatif hamil di usia muda.

Salah satunya yaitu ketidasiapan baik secara fisik maupun mental pada ibu hamil di usia muda.

Hal ini bisa mengakibatkan bermacam tantangan selama proses kehamilan sampai melahirkan.

Dalam jangka panjang, keterbatasan pengetahuan ibu tentang persiapan gizi akan mempengaruhi kesehatan anak termasuk stunting.

Dengan risiko yang besar tersebut, tak heran jika kalangan remaja perlu menunda kehamilan sampai usianya cukup.

Selain itu menjalani kehamilan di usia remaja mempunyai bermacam risiko antara lain:

Keguguran

Di usia remaja, memang organ reproduksi telah berfungsi namun belum sepenuhnya sempurna.

Hal inilah yang menyebabkan kehamilan di usia remaja cukup rentan mengalami keguguran.

Adapun keguguran yang terjadi tentu saja berdampak terhadap ibu hamil itu sendiri.

Anemia

Kehamilan di usia remaja mempunyai risiko tinggi untuk terkena gangguan kesehatan berupa anemia kronis.

Terbaginya kebutuhan antara zat besi untuk bayi dan diri sendiri menyebabkan kalangan remaja putri lemas sampai pingsan.

Kejadian anemia ketika hamil  bisa meningkatkan risiko bayi yang lahir secara premature dan penderita kesulitan saat melahirkan.

Pada tingkatan yang telah parah, anemia ketika hamil nantinya berpengaruh terhadap pertumbuhan bayi di dalam kandungan.

Bayi Prematur

Belum adanya pengetuan terkait nutrisi di 1.000 hari kehidupan pertama, sering membuat calon ibu mengalami kurang gizi.

Para remaja yang mengalami hal tersebut berpotensi melahirkan secara premature.

Umumnya, bayi yang lahir secara premature mempunyai berat badan lahir rendah.

Stunting

Kebutuhan gizi di kecil mulai sejak 1.000 hari pertama kehidupan atau ketika kehamilan sampai 2 tahun.

Kehamilan di usia remaja bisa menyebabkan bayi lahir dengan risiko stunting lebih tinggi.

Pasalnya para remaja belum mendapatkan edukasi secar menyeluruh entang perawatan gizi bayi dan kehamilan.

Itulah bahaya yang bisa menimpa dalam unggahan remaja usia 17 tahun punya anak dua, karena itulah Anda sebaiknya hindari kejadian serupa.

Show More
Advertisement