Berita

Prabu Siliwangi Luruskan Sejarah Hubungannya dengan Raden Kian Santang

Sebuah narasi sejarah penting dari tanah Pasundan mendapatkan klarifikasi langsung dari sumber yang diyakini sebagai sosok spiritual Prabu Siliwangi.

Dalam sebuah pertemuan gaib di kanal Youtube Probo Trishna B. R, Prabu Siliwangi, memperkenalkan nama aslinya Sri Baduga Maharaja.

Ia meluruskan kesalahpahaman yang telah lama beredar mengenai hubungannya dengan putranya sendiri, Raden Kian Santang (Syekh Rahmat Suci).

Selama ini, banyak kisah menyebutkan Prabu Siliwangi dikejar atau bahkan berkonflik dengan Raden Kian Santang yang telah memeluk Islam.

Namun, menurut penuturan Prabu Siliwangi kepada Probo, narasi tersebut tidak sepenuhnya akurat.

“Perlu kau pahami secara utuh, anakku Raden Kian Santang tidak mengejarku untuk menangkap, bukan pula untuk menghakimi.

Baca Juga :  Siluman Turbo Beraksi di Desa Kamal

Ia mengejarku karena ia mencintaiku,” ujar sosok yang diyakini sebagai Prabu Siliwangi tersebut.

Ia menjelaskan bahwa Raden Kian Santang datang “membawa Nur Islam, membawa cahaya Lailahaillallah” dan menyeru ayahnya untuk meninggalkan ajaran lama demi kebenaran hakiki yang baru ditemukannya.

Prabu Siliwangi mengakui bahwa dirinya mengalami dilema batin yang mendalam, tercabik antara sumpah setia pada ajaran leluhur dan kebenaran baru yang menampar hatinya.

Kepergiannya dari istana hingga mencapai moksa, ditegaskan bukan karena melarikan diri dari putranya, melainkan “untuk melarikan diri dari diriku sendiri, karena saat itu diriku tidak lagi mengenali jiwaku.”

Proses moksa yang dijalaninya, lanjutnya, adalah bentuk ketundukan total kepada Tuhan Semesta Alam setelah ia melepaskan segala atribut keduniawian.

Baca Juga :  Probo Trishna Gagalkan Misi Enkidu di Indonesia

“Diriku adalah korban dari kisah yang dipermainkan oleh lidah manusia,” ungkapnya, menyayangkan bagaimana kisah yang sejatinya suci dan penuh pelajaran spiritual diubah menjadi narasi konflik karena “manusia mencintai mitos lebih dari kebenaran.”

Amanat pelurusan sejarah ini dititipkan kepada Probo bukan untuk membersihkan namanya semata, “tapi agar manusia tahu bahwa bahkan raja pun bisa salah arah. Dan satu-satunya jalan pulang adalah kepada Tuhan.”

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca