
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, secara resmi membuka kegiatan Pesantren Ramadhan Ciamis 1447 H tingkat kabupaten di Gedung KH Irfan Hielmy pada Jumat (27/02/2026).
Pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug sebagai simbol dimulainya pembinaan keagamaan intensif selama bulan suci bagi ratusan peserta dari berbagai kalangan.
Kegiatan rutin tahunan yang kini memasuki pelaksanaan keempat tersebut melibatkan 460 peserta.
Mereka terdiri dari pelajar SLTP, SLTA, insan jurnalis, hingga kelompok lansia yang antusias mengikuti program kolaborasi Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Membangun Karakter di Tengah Arus Digital
Dalam sambutannya, Bupati Herdiat menekankan bahwa momentum Ramadhan harus menjadi sarana pembentukan kepribadian, bukan sekadar ritual ibadah.
Ia secara khusus menyoroti tantangan generasi muda dalam menghadapi derasnya informasi di era digital.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin menanamkan nilai keislaman yang moderat dan toleran. Saya ingatkan para pelajar agar cerdas memilah konten di media sosial agar tidak terjerumus pada hal-hal yang merugikan,” tegas Herdiat.
Ia juga menyatakan keprihatinannya terhadap maraknya kasus kekerasan seksual serta kenakalan remaja yang sering bermula dari penyalahgunaan teknologi dan narkoba.
Menurutnya, Pesantren Ramadhan Ciamis 1447 H adalah ikhtiar nyata untuk memperkuat benteng spiritual masyarakat.
Rincian Peserta dan Target Sasaran
Ketua Pelaksana, H. Wawan S. Arifin, melaporkan bahwa antusiasme tahun ini sangat tinggi dengan komposisi peserta yang beragam untuk menciptakan ekosistem belajar yang inklusif.
Tabel: Rincian Peserta Pesantren Ramadhan 1447 H
| Kategori Peserta | Jumlah |
| Pelajar SLTA | 100 Orang |
| Pelajar SLTP | 50 Orang |
| Kelompok Lansia | 270 Orang |
| Insan Jurnalis | 40 Orang |
| Total Keseluruhan | 460 Orang |
Bupati Herdiat turut mengapresiasi kehadiran para lansia yang tetap semangat menuntut ilmu di usia senja, serta para jurnalis yang diharapkan mampu membawa pesan-pesan kesejukan dan optimisme melalui pemberitaan selama bulan suci.





