
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama menggelar rapat konsolidasi dan Halaqah Kebangsaan dalam rangka persiapan PCNU Ciamis jelang Muktamar NU ke-35. Acara tersebut berlangsung khidmat di Aula Al-Mandiri, Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Bangunsirna, Kabupaten Ciamis, Sabtu (22/8/2026).
Langkah konsolidasi ini mengusung tema penting “Melawan Distorsi Sejarah Demi Nasab dan Nasib Bangsa”. Agenda strategis ini menjadi momentum krusial bagi warga nahdliyin di Tatar Galuh untuk menyatukan visi kebangsaan.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran syuriyah dan tanfidziyah PCNU Ciamis, pengurus MWCNU, perwakilan badan otonom, kepolisian, mahasiswa, serta para alim ulama. Dua narasumber utama dihadirkan, yakni KRT Fadih Wiranadinigrat dan KH. Nurihya Hadinegoro.
Ringkasan Berita
Urgensi Menjaga Nilai Sejarah dan Masa Depan
Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Ciamis, KH. Arief Ismail Chowas, S.Ag., menegaskan bahwa forum ini bertujuan membuka kesadaran kolektif. Menurutnya, pemahaman sejarah yang utuh menjadi pondasi utama dalam seluruh persiapan PCNU Ciamis jelang Muktamar NU.
Generasi masa kini, lanjut Arief, memiliki kewajiban moral yang besar agar tidak sekadar menikmati warisan kemerdekaan. Nilai perjuangan para muassis NU dan tokoh bangsa wajib dijaga serta diteruskan ke generasi mendatang.
“Kita tidak mau sekadar menjadi penikmat bangsa ini. Bangsa ini merupakan hasil perjuangan para pendahulu kita. Tentu bangsa ini harus diwariskan, bukan hanya sampai saat ini, tetapi juga untuk masa depan,” tutur Arief.
Oleh karena itu, penelusuran fakta sejarah dinilai sangat krusial agar generasi muda tidak kehilangan akar identitas. Kesadaran inilah yang terus dimatangkan dalam tahapan persiapan PCNU Ciamis jelang Muktamar NU.
Arah Transformasi Organisasi Menuju Forum Nasional
Menghadapi perhelatan akbar tingkat nasional, PCNU Ciamis menegaskan sikap visionernya. Forum permusyawaratan tertinggi nahdliyin diharapkan melahirkan terobosan kebijakan nyata, bukan semata arena suksesi kepemimpinan berkala.
Arief menegaskan bahwa seluruh proses persiapan PCNU Ciamis jelang Muktamar NU diarahkan untuk menyerap problem riil di akar rumput. Dengan demikian, delegasi daerah dapat menyuarakan kebutuhan masyarakat secara konkret.
“Muktamar ini bukan hanya sekadar memilih ketua. Tetapi betul-betul bagaimana kita bisa mendengar dan melihat pelaksanaan di lapangan, bukan hanya cerita. Dari sana kita ikut memikirkan masa depan NU,” ujar Arief.
Di samping itu, seluruh lembaga dan badan otonom diinstruksikan menyusun draf rekomendasi kebijakan strategis. Masukan dari daerah diharapkan mampu memperkuat agenda persiapan PCNU Ciamis jelang Muktamar NU di arena muktamar mendatang.
Meneguhkan Peran Sentral Pesantren dan Nilai Kebangsaan
Dalam pandangan nahdliyin Ciamis, dinamika NU tidak pernah bisa dilepaskan dari denyut kehidupan pondok pesantren. Pesantren terbukti menjadi kawah candradimuka penjaga tradisi keilmuan Islam nusantara sekaligus benteng moral bangsa.
Oleh sebab itu, aspirasi dari lingkungan pesantren dijadikan rujukan utama dalam agenda persiapan PCNU Ciamis jelang Muktamar NU. Integrasi pemikiran pesantren dipandang mutlak untuk menjawab tantangan zaman modern yang kian kompleks.
“NU tidak bisa dipisahkan dari pesantren. Karena itu, pemikiran dan gagasan yang berkembang di lingkungan pesantren juga harus menjadi bagian dari pembahasan,” kata Arief menambahkan.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara komitmen keagamaan dan loyalitas terhadap NKRI. Semangat bernegara, berbangsa, dan ber-NU menjadi fondasi kokoh yang menjiwai seluruh persiapan PCNU Ciamis jelang Muktamar NU.
Kesiapan Armada Transportasi dan Delegasi Daerah
Selain pematangan materi gagasan, aspek teknis mobilisasi kafilah muktamar juga telah rampung dimatangkan. Rapat koordinasi memastikan manajemen perjalanan para muktamirin dari Ciamis berjalan tertib, aman, dan terorganisasi.
Panitia lokal memastikan seluruh aspek logistik dalam kerangka persiapan PCNU Ciamis jelang Muktamar NU siap diberangkatkan secara serentak. Rombongan dijadwalkan bertolak pada Rabu, 26 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB.
“Persiapan dari Kabupaten Ciamis sudah siap. Kita menyiapkan keberangkatan dalam beberapa kloter. Ada yang menggunakan kereta dan ada yang menggunakan kendaraan umum. Kita juga menyiapkan enam bus,” kata Arief menjelaskan.
Keterlibatan seluruh unsur pengurus hingga tingkat kecamatan diharapkan memperluas wawasan keorganisasian kader lokal. Terlebih lagi, langkah persiapan PCNU Ciamis jelang Muktamar NU ini berorientasi pada transfer wawasan nasional.
Membawa Suara Daerah Menjawab Tantangan Global
Arief berharap kontingen Ciamis dapat menyerap berbagai inovasi dakwah dan sosial-ekonomi yang bergulir selama sidang muktamar. Pertemuan akbar tersebut menjadi ajang konsolidasi akbar antar-pengurus cabang dari seluruh pelosok nusantara.
Partisipasi aktif muktamirin Tatar Galuh membuktikan bahwa kualitas ide menjadi prioritas utama. Karena itu, seluruh hasil persiapan PCNU Ciamis jelang Muktamar NU ditargetkan mampu memberi dampak substantif pada sidang komisi.
Penyelenggaraan Halaqah Kebangsaan ini pada akhirnya menjadi ikhtiar utuh untuk menjaga marwah organisasi dan keutuhan NKRI. Melalui perencanaan matang dalam persiapan PCNU Ciamis jelang Muktamar NU, Ciamis optimis menghadirkan kontribusi bermakna bagi kemaslahatan umat.





