Berita

Perayaan Hari Teater Sedunia (Hatedu) 2021

Reportasee.com – Perayaan Hari Teater Sedunia atau Hatedu jatuh pada setiap 27 Maret di seluruh negara di dunia.

International Teater Intutude (ITI) sudah mencetuskannya sejak tahun 1961 secara acak.

ITI merupakan sebuah organisasi seni teater terbesar di dunia.

Organisasi seni terbesar ini berpusat di Paris dan berada di bawah naungan Unesco.

Pada awalnya, hari teater sedunia ini ingin membawa sebuah misi, yakni perdamaian dunia dengan melalui seni dan pertunjukan.

Teater telah menyampaikan banyak perdamaian dunia melalui gelaran aksinya.

Sejak awal, teater memang untuk sebuah misi perdamaian dunia.

Masyarakat percaya bahwa teater dapat menggerakkan, menginspirasi, dan juga mengajarkan banyak hal melalui cara yang tidak bisa seni lain lakukan.

Sejak 1962, setiap negara di seluruh dunia telah melakukan aksi gelaran teater.

Pada setiap tanggal 27 Maret, teater membawa misi perdamaian dunia di seluruh dunia termasuk di Indonesia.

Indonesia setiap tahun turut memperingati Hari Teater Sedunia.

Dan teater sudah ada pada abad ke-6 SM dari masa Yunani Kuno.

Pada masa itu, teater terkenal dengan sebutan theatron yang berarti drama. 

Teater sering seniman gunakan untuk melakukan upacara keagamaan dan pelaksanaannya di gedung atau theatron.

Gedung theatron merupakan gedung khusus untuk tujuan pertunjukan drama.

Gedung theatron ini memiliki desain bertingkat dan terbuka tanpa atap.

Kemudian teater ini berkembang pesat di negara Itali.

Terdapat banyak modifikasi dari teater kuno yang sebelumnya telah ada.

Perubahan teater terdapat pada panggung, ornamen, dekorasi, dan layar, sehingga muncullah nama teater modern.

Para penonton teater di negara Italia ini adalah bangsawan ke atas, sehingga pertunjukkan teater di negara itu menjadi pertunjukan elit dan cukup megah.

Sedangkan di Indonesia, teater ini sudah ada sejak lama.

Setiap daerah di Indonesia memiliki pertujukan teater yang menyesuaikan karakteristik budaya masing-masing.

Ludruk merupakan salah satu contoh teater Indonesia, tepatnya berasal dari Jawa.

Tujuan Peringatan Hari Teater Sedunia

Hari Teater merupakan acara tahunan yang biasanya berisi bahasan mengenai topik dan isu Internasional.

Acara ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran tentang pentingnya seni.

Hari Teater Sedunia biasanya mengangkat tema yang berfokus pada hubungan antara seni dengan dunia teater.

Selain itu, juga pada bagaimana pesan-pesan sosial dapat mereka sampaikan.

Selain bertujuan untuk membawa misi perdamaian dunia, Hari Teater internasional ini juga bertujuan untuk mempromosikan bentuk-bentuk seni yang ada di dunia.

Menikmati bentuk seni untuk kepentingannya sendiri juga merupakan sebuah tujuan.

Kemudian menyadarkan seseorang akan nilai-nilai dari bentuk seni.

Dan untuk memungkinkan komunitas tari dan juga teater dapat mempromosikan karya mereka dalam skala yang lebih luas.

Perayaan Hari Teater Sedunia di Masa Pendemi Covid-19

Seluruh dunia setiap tahun merayakan hari teater sedunia dengan membuat gelaran.

Setiap tahun, gelaran teater ini menampilkan isu-isu yang ada di dunia dan memberikan pesan melalui sebuah panggung pertunjukkan.

Namun bagaimana jadinya jika dunia sedang menghadapi pandemi seperti yang terjadi pada kurun waktu kurang lebih setahun ini.

Sebagai bentuk perayaan hari teater sedunia sembari membuat langkah untuk pencegahan covid-19, ITI memutuskan untuk melakukan kegiatan tersebut secara online.

Untuk tetap melanjutkan misi ini, ITI telah mekoordinasikan kepada pusat-pusat teater dunia untuk melakukan pengiriman video pertujunkkan dengan sesegera mungkin.

Shahid Nadeem, tokoh dari pakistan, pada tahun 2020 lalu menuliskan sebuah pesan pada hari tetaer sedunia.

Shahid sendiri merupakan seorang penulis naskah terkemuka di Pakistan dan juga kepala Teater Ajoka yang sangat terkenal.

Saat masih menjadi mahasiswa, ia mementaskan dramanya untuk pertama kali.

Ia berdedikasi di dunia kepenulisan dari pengasingannya di London.

Sedikitnya ia sudah mengirimkan sebanyak 50 drama asli dalam bahasa Punjabi dan bahasa Urdu.

Beberapa karyanya kemudian jadi bahan atau materi dalam Framan Brecht.

Dengan semakin mewabahnya virus corona pada tahun 2020, akhirnya ITI membuat sebuh undangan terbuka bagi seluruh tetaer dunia untuk dapat membagikan karya mereka melalui media daring.

ITI memberikan kesempatan bagi seluruh insan teater dunia untuk mengirimkan video sebagai bentuk partisipasi terhadap perayaan hari teater Internasional.

Hari Teater Sedunia di Indonesia sudah ada sejak tahun 2014 lalu, dan perayaannya selalu meriah.

Banyak kelompok teater yang merayakan dengan membuat gelaran atau pementasan.

Di Indonesia, pertujukan teater tidak akan pernah redup.

Begitu juga dengan perayaan hatedu atau hari teater sedunia.

Para pelaksana teater menganggap bahwa peringatan ini dapat ikut melestarikan teater di Indonesia.

Tidak hanya itu, teater bahkan juga turut mengapresiasi para pemeran dalam membawakan perannya.

Di Indonesia, seni teater bukan lagi hal yang asing.

Bahkan teater sudah ada di Indonesia sejak abad 18 dan telah mengalami banyak perkambangan dari waktu ke waktu.

Teater banyak di beberapa daerah di di Indonesia.

Kegiatan yang mengiringi teater ini memiliki tujuan dan aksi panggung yang bermacam-macam, seperti aksi teatrikal dan juga pementasan cabaret.

Pendidikan Khusus Teater

Hingga kini, grup-grup teater begitu menjamur, menjadi materi pembelajaran, dan bahkan dalam salah satu sekolah terdapat jurusan seni teater.

SMK Negeri 10 Bandung tepatnya, sekolah ini menyediakan jurusan seni teater dan ada juga lembaga perguruan tinggi Institut Seni Indonesia.

Pada tahun 2020, gelaran teater peringatan hatedu ini juga harus tertunda mengingat pandemi Covid-19 cukup membahayakan.

Biasanya grup-grup teater dari seluruh nusantara turut meramaikan hari teater sedunia.

Grup-grup teater Indonesia berasal dari kota-kota di Indonesia seperti Jakarta, Yogyakarta, Palu, Surabaya, Lamongan, Madura, Purwokerto, Madura, Riau Banten hingga magelang dan masih banyak lagi.

Indonesia bersepakat dengan ITI untuk merayakan Hari Teater Sedunia secara daring.

Paslanya, wabah Covid-19 bukan hal bias, terlebih Bulan Maret 2020 adalah awal covid masuk ke Indonesia dan perlahan mulai mewabah.

ITI bersama dengan para grup teater turut mengirimkan video sebagai bentuk perayaan Hatedu.

Di Indonesia, Covid-19 hingga kini masih mewabah. Perayaan Hari Teater sedunia seniman gelar dengan dua cara, yakni membuat video teater sebagaimana tahun 2020.

Ataupun melakukan gelaran dengan waktu yang sedikit terbatas atau jumlah penonton yang terbatas.

Jika hendak membuat gelaran pertujukan teater, tentunya para pemain teater ini harus tetap mematuhi protocol kesehatan.


Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Back to top button