32 C
Indonesia
Selasa, Agustus 3, 2021
BerandaBeritaDampak Buruk Obesitas Bagi Tubuh Hingga Mengancam Nyawa

Dampak Buruk Obesitas Bagi Tubuh Hingga Mengancam Nyawa

Reportasee.com – Dampak buruk obesitas bagi tubuh hingga mengancam nyawa menjadi informasi penting bagi masyarakat.

Banyak masyarakat yang belum menyadari hal ini, bahkan tidak jarang menganggap remeh kelebihan berat badan.

Pada umumnya berat badan seseorang terdiri dari beberapa kategori, mulai dari kategori normal atau ideal sesuai standar.

Dan ada juga berat badan yang tidak normal, bisa di atas standar atau bahkan di bawah perhitungan standar.

Banyak orang yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas akibat dari pola hidup yang tidak sehat atau sembarangan.

Obesitas bukan masalah yang sepele, selain membuat penampilan terlihat tidak baik, orang yang mengalami obesitas lebih mudah terserang penyakit.

Berakibat Sleep Apnea

Sleep apnea merupakan suatu gangguan tidur atau kesulitan seseorang yang memiliki kelebihan berat badan untuk tidur.

Tanda seseorang mengalami sleep apnea adalah dengan berhentinya nafas selama beberapa detik pada posisi tidur.

Dengan berhentinya nafas selalam beberapa detik bisa menghambat jalannya oksigen menuju ke otak.

Kurangnya suplai oksigen ke otak dapat menimbulkan resiko yang lebih berbahaya, bahkan dapat mengakibatkan kematian.

Orang yang memiliki kelebihan berat badan akan lebih berisiko terserang gangguan tidur.

Tidak heran jika orang obesitas sering tidur larut malam ataupun kurang memiliki waktu istirahat.

Biasanya orang yang mengalami ukuran leher lebih besar akan lebih berisiko terserang sleep apnea.

Dampak Obesitas Pada Kesehatan Mata

Dampak buruk obesitas bagi kesehatan tubuh hingga mengancam nyawa. Seseorang yang memiliki berat badan lebih bisa berimbas pada kesehatan mata.

Dunia medis sering kali mengaitkan masalah obesitas dengan penyakit mata seperti glaukoma, katarak, atau penyakit mata lain.

Bahkan salah satu studi telah melakukan penelitian BMI (Body Mass Index) pada wanita.

Pada wanita yang memiliki BMI 23 atau mungkin lebih akan memiliki risiko lebih besar terserang katarak.

Berbeda dengan wanita yang memiliki BMI di bawah 23 memiliki risiko lebih rendah.

Namun imbas obesitas pada kesehatan mata ini juga berkaitan dengan faktor-faktor lain.

Jenis pengaruh kelebihan berat badan ini akan menyesuaikan dengan usia pengidap.

Mudah Depresi

seseorang yang tengah mengalami depresi biasanya saling berkaitan dengan obesitas.

Hal ini lantaran orang akan lebih banyak makan saat mengalami depresi agar lebih tenang.

Para ahli juga sudah meneliti keterkaitan kedua masalah ini dan membuktikannya.

Dan juga sebaliknya obesitas dapat menyebabkan depresi klinis yang membuat seseorang ingin makan lebih banyak.

Depresi serta obesitas juga berkaitan dengan peradangan otak atau inflamasi secara biologis.

Faktor lain yang berkaitan dengan depresia dan obesitas adalah terganggunya sistem endokrin.

Dengan sistem endokrin yang mengalami gangguan menjadi faktor bertambahnya berat badan seseorang.

Gangguan Kesehatan Pada Mulut Dan Gigi

Dampak buruk obesitas bagi kesehatan tubuh hingga mengancam nyawa dapat terjadi pada semua orang tanpa memandang usia.

Bahkan menurut penelitian menunjukkan bahwa pengaruh kelebihan berat badan dapat berimbas pada kesehatan gigi serta mulut.

Mungkin sebagian besar orang masih tidak percaya dengan hal ini, atau menganggap sepele masalah ini.

Pada orang yang memiliki berat badan di atas normal memiliki risiko lebih mudah mengalami masalah kesehatan oral.

Tidak hanya itu, seseorang yang obesitas membutuhkan waktu lama untuk menyembuhkan apabila mengalami penyakit periodontal.

Selain itu seseorang yang memiliki kelebihan berat badan lebih mudah mengalami kerusakan gigi.

Hipertensi Atau Tekanan Darah Tinggi

Tidak hanya masalah ringan yang dapat menyerang seseorang dengan berat bada yang berlebihan.

Tidak jarang penyakit berbahaya juga lebih mudah menyerang orang ersebut , kadang orang tersebut juga tidak menyadari adanya penyakit dalam tubuh.

Baca:  Cara Meningkatkan Imunitas Tubuh Selama Pandemi

Hal ini lantaran sebagian besar orang menganggap remeh kelebihan berat badan dan juga menjadi hal yang wajar.

Namun di balik berat badan yang berlebih banyak penyakit yang siap menyerang kapan saja.

Baca:  Air Kelapa untuk Asam Lambung, Ketahui Apa Saja Kandungannya

Salah satunya tekanan darah tinggi atau hipertensi yang dapat memicu ke berbagai penyakit lain yang lebih serius.

Orang yang mengidap obesitas lebih cenderung mengalami penyakit hipertensi.

Dampak buruk dari obesitas adalah meningkatkan tekanan darah tinggi yang memicu komplikasi.

Selain itu pengidap juga akan berisiko terserang stroke, mengalami kerusakan pembuluh darah, ginjal, maupun jantung.

Mengalami Kepikunan

Menurut seorang peneliti yang berasal dari Amerika mengatakan bahwa 80 persen pengidap obesitas akan terserang penyakit alzheimer.

Penelitian tersebut merupakan hasil evaluasi dari 10 studi internasional di 5 negara yang melibatkan 37.000 orang.

Orang yang mengidap kelebihan berat badan akan mengalami penurunan suplai darah menuju ke otak.

Sehingga dengan berkurangnya suplai darah untuk otak berisiko demensia substansial semakin meningkat.

Orang yang mengalami penyakit alzheimer maupun penyakit demensia akan mengalami gejala kepikunan.

Namun kita masih bisa mengatasi masalah ini dengan memperbaiki pola makan dan hidup yang lebih sehat serta rutin berolahraga.

Penyakit Asma

Pengaruh lain dengan memiliki kelebihan berat badan adalah pengidap lebih mudah terserang penyakit asma.

Penyakit asam merupakan gangguan saluran pernapasan atau sulitnya seseorang untuk bernapas.

Hal terjadi pada orang yang mengidap obesitas lantaran banyaknya lemak dalam tubuh yang bisa menutupi saluran pernapasan.

Bahkan tidak jarang lemak jahat dalam tubuh lebih banyak dari pada lemak baik.

Tidak heran jika orang yang mengalami obesitas akan sulit berjalan jauh atau bahkan tidak mampu untuk lari.

Karena mereka akan sulit bernapas hingga tubuh lebih mudah merasa lemas.

Dampak buruk obesitas bagi kesehatan tubuh hingga mengancam nyawa bisa terjadi pada setiap orang.

Pengidap obesitas cenderung sulit merespon obat asma dan juga efektivitas pengobatan tersebut akan berkurang.

Infertilitas Pada Pria

Baik pada wanita maupun pria yang megidap obesitas atau kelebihan berat badan akan mengalami dampak lain.

Salah satunya infertilitas yang menyebabkan kemandulan pada pria, karena tidak hanya wanita yang memiliki faktor kemandulan.

Sama seperti wanita yang mengidap obesitas juga akan kesulitan untuk hamil karena lemak jahat yang menghambat masuknya sperma. Selain itu pria juga memiliki faktor yang menyebabkan wanita sulit hamil.

Hal ini lantaran seorang pria yang mengidap obesitas lebih rentan mengalami infertilitas atau penurunan jumlah sperma.

Berbeda dengan pria yang memiliki BMI (Body Mass index) yang ideal akan menghasilkan sperma yang normal.

Memicu Penyakit Kanker

Seseorang yang memiliki berat badan berlebih akan lebih mudah terserang virus yang membawa berbagai jenis penyakit.

Daya tahan tubuh orang yang mengalami obesitas lebih rendah atau lemah daripada orang yang memiliki berat badan normal.

Selain itu berat badan akan membuat orang tersebut malas untuk bergerak atau beraktivitas sehingga imun akan lemah.

Semakin lama kesehatan tubuh mulai berkurang dengan banyaknya lemak jahat yang tertimbun dalam tubuh.

Hal ini dapat memicu penyakit berbahaya menyerang tubuh, seperti penyakit kanker.

Dampak buruk obesitas bagi kesehatan tubuh hingga mengancam nyawa dengan terserang berbagai jenis penyakit kanker.

Hubungan antara obesitas dengan penyakit kanker telah tercatat di National Cancer Institute.

Risiko orang yang mengalami obesitas memiliki peningkatan terserang penyakit kanker hingga 40 persen.

Berita Terkait
- Advertisment -

Paling Populer