
Akademisi Universitas Galuh yang tergabung dalam Inspira Akademi Ciamis menggelar program pemberdayaan masyarakat inovatif.
Mereka melaksanakan kegiatan pendampingan karang taruna kampung dokdak di Desa Baregbeg, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis.
Langkah nyata ini diambil guna memodernisasi sektor kerajinan lokal dan meningkatkan tata kelola finansial para pemuda setempat.
Kampung Dokdak sejak lama tersohor sebagai pusat industri pandai besi tradisional yang menghasilkan beraneka macam produk perkakas.
Warga lokal secara turun-temurun memproduksi alat tajam unggulan mulai dari golok, pisau, hingga arit berdaya jual tinggi.
Kehadiran para akademisi ini dinilai menjadi angin segar bagi kelangsungan industri kreatif berbasis kearifan lokal di sana.
Acara yang berlangsung di Aula Kantor Desa Baregbeg ini berfokus penuh pada pengenalan instrumen teknologi modern.
Tim pelaksana memberikan pelatihan intensif mengenai pengoperasian printer laser serta mesin cetak tiga dimensi yang canggih.
Melalui pendampingan karang taruna kampung dokdak ini, pemuda diharapkan mampu membuat desain produk yang jauh lebih presisi.
Selain teknologi cetak modern, peserta juga dibekali dengan materi krusial mengenai manajemen keuangan atau akuntansi praktis.
Pengelolaan modal dan pencatatan laba sistematis sering kali menjadi kendala utama bagi pelaku usaha mikro perdesaan.
Berkat pelatihan ini, struktur bisnis pandai besi di wilayah tersebut diharapkan berkembang menjadi lebih profesional.
Ringkasan Berita
Tantangan Digitalisasi Sektor Pandai Besi Tradisional Melalui pendampingan karang taruna kampung dokdak
Mengingat Kampung Dokdak merupakan warisan budaya bernilai sejarah tinggi, aspek historis tetap menjadi landasan utama pergerakan.
Kebudayaan lokal tidak boleh tergerus zaman, melainkan harus diperkuat menggunakan instrumen teknologi digital masa kini.
Sinergi tradisi dan digitalisasi inilah yang membuat program kerja akademisi Unigal mendapat apresiasi luas masyarakat.
Ketua Pelaksana Kegiatan yang juga dosen Sejarah FKIP Unigal, Aan Suryana M.Pd., membuka acara ini secara resmi.
Dalam pidatonya, beliau menegaskan bahwa pemuda desa adalah motor penggerak ekonomi masa depan yang harus melek teknologi.
Beliau berkomitmen bahwa program pendampingan karang taruna kampung dokdak akan dipantau secara berkala dan berkelanjutan.
Pemerintah setempat pun menunjukkan dukungan penuh terhadap inisiatif yang digagas oleh Inspira Akademi Ciamis tersebut.
Kepala Desa Baregbeg, H. Wowoy, bersama Camat Baregbeg, H. Dede Hendra, hadir langsung memberikan sambutan positif.
Mereka berharap hasil dari agenda pendampingan karang taruna kampung dokdak berupa printer laser bisa segera diaplikasikan.
Di sisi lain, antusiasme para peserta terlihat sangat tinggi sepanjang jalannya agenda pemberdayaan dari pagi hingga sore.
Perwakilan pemuda tampak memadati area aula dan menyimak setiap sesi materi digitalisasi dengan sangat saksama.
Mereka aktif berdiskusi dan mempraktikkan langsung materi pendampingan karang taruna kampung dokdak bersama tim instruktur.
Dampak Ekonomi Berkelanjutan Hasil pendampingan karang taruna kampung dokdak
Pelatihan intensif ini terbukti berhasil memicu ruang kreativitas baru yang segar bagi para pemuda perajin desa.
Banyak peserta menyadari bahwa gabungan cetakan modern dapat mempermudah proses pembuatan gagang pisau atau ukiran golok.
Implementasi nyata dari program pendampingan karang taruna kampung dokdak ini diproyeksikan memotong waktu produksi secara signifikan.
Selain efisiensi waktu, standarisasi kualitas komoditas juga menjadi fokus utama yang ingin dicapai setelah pelatihan berakhir.
Industri tradisional sering menghasilkan produk berukuran tidak seragam akibat keterbatasan alat bantu manual yang mereka gunakan.
Melalui pemanfaatan printer laser, seniman pandai besi kini dapat menandai produk mereka dengan merek dagang yang estetis.
Pihak universitas berharap kolaborasi ini memperkuat pilar E-E-A-T dalam program pengabdian masyarakat secara nyata.
Pengalaman pengrajin tua yang dipadukan dengan keahlian teknologi pemuda diyakini menciptakan formula bisnis yang tangguh.
Oleh karena itu, modal sosial dalam program pendampingan karang taruna kampung dokdak harus dipertahankan secara kolektif.
Sebagai langkah keberlanjutan, pihak Inspira Akademi Ciamis segera membentuk tim monitoring khusus untuk mengawal program.
Evaluasi berkala sangat penting untuk memastikan peralatan yang diserahterimakan dalam pendampingan karang taruna kampung dokdak digunakan optimal.
Langkah nyata ini menjadi bukti bahwa bangkitnya ekonomi kreatif perdesaan dimulai dari tangan pemuda terdidik.
Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meletakkan dasar kuat bagi transformasi digital sektor kerajinan besi Ciamis.
Melalui optimalisasi pendampingan karang taruna kampung dokdak, integrasi warisan sejarah dan teknologi modern kini menjadi kenyataan.
Masa depan industri pandai besi lokal kini berada di arah tepat menuju pasar nasional yang luas.





