32 C
Indonesia
Selasa, Agustus 3, 2021
BerandaBeritaPembagian Kuota Kemendikbud Berbeda Tahun 2020

Pembagian Kuota Kemendikbud Berbeda Tahun 2020

Bantuan kuota kemendikbud 2021- Saat ini memang trending di twitter tentang kata kunci kuota Kemendikbud tahun 2021!

Jika anda masih bingung dengan pembagian dua kuota tersebut, tenang! Sebab kami kami akan membahasnya di artikel ini.


Pemerintah Indonesia dan Kementerian Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) memang telah meresmikan peluncuran pembagian kuota gratis di tahun 2021.

Pastinya bagi pelajar, siswa, guru, mahasiswa, dan dosen pada tanggal 1 Maret 2021 kemarin.

Bahkan saat ini, pembagian kuota telah di mulai sejak hari Kamis (11/03/21) sampai hari Senin mendatang (15/03/21).


Bantuan kota belajar yang di berikan ini akan berlaku sejak tiga bulan kedepan sesuai dengan keputusan Nadiem selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.


Perbedaan Antara Kuota tahun 2020 dan 2021


Pembagian kuota pada tahun 2021 tentu sangatlah berenda dengan pembagian kuota pada tahun 2020 yang lalu.

Bahkan kedua kuota tersebut sangat berbeda dari jumlah besaran kuota, pembagian jumlah kuota, dan pembatasan akses yang bisa di unakan.

Berikut penjelasan tentang perbedaan antara kuota tahun 2020 dan tahun 2021.


Besaran Kuota

Nah berikut penjelasan mengenai besaran Kuota yang di bagikan:
1. Besaran Kuota tahun 2020
Paket kuota internet bagi peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PIAUD) adalah sebesar dua puluh giga perbulan.


Bantuan kuota bagi peserta didik yang mengenyam pendidikan di jenjang pendidikan dasar dan menengah sebesar tiga puluh giga perbulan.


Paket kuota bagi guru pendidikan yang mengajar di pendidikan dasar dan menengah sebesar empat puluh lima giga perbulan.


Paket internet bagi mahasiswa DNA para dosen sebesar lima puluh giga perbulan.


2. Besaran Kuota tahun 2021


Kuota internet bagi peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini sebesar tujuh giga perbulan.


Untuk Kuota internet bagi peserta didik yang mengenyam pendidikan di jenjang pendidikan dasar dan menengah sebesar sepuluh giga perbulan.


Sedangkan kuota internet bagi pengajar di jenjang pendidikan dasar dan menengah sebesar dua belas giga.


Paket internet bagi mahasiswa dan dosen sebesar dua besa giga perbulan.


Pembagian Kuota


Di dalam pembagian kuota sendiri, tentunya pembagian kuota tahun 2021 berbeda dengan pembagian kuota di tahun 2020 yang lalu.

Sebab di tahun 2021 ini tidak di bagi menjadi dua kuota dan hanya terdapat satu kuota yang hanya dapat di gunakan untuk membuka web atau aplikasi tertentu. Aplikasi-aplikasi tersebut harus berhubungan dengan kegiatan pembelajaran.


Jika di tahun 2020 yang lalu untuk pembagian kuota di bagi menjadi dua macam yaitu kuota utama dan kuota umum. Kuota umum dapat di gunakan untuk membuka apapun, sedangkan kuota belajar di gunakan untuk membuka aplikasi-aplikasi pembelajaran.

Baca:  Bupati Nganjuk Tertangkap KPK Lagi, Yuk Simak 5 Faktanya


Untuk pembagian kuota bagi mahasiswa bisanya sebanyak 50 GB, 5 giga kuota umum dan sisanya adalah kuota belajar.

Baca:  Bupati Nganjuk Tertangkap KPK Lagi, Yuk Simak 5 Faktanya


Adanya pembagian kuota ini di harapkan mampu meringankan beban orang tua yang anak-anaknya membutuhkan kuota untuk sekolah daring.


Pembatasan Akses


Di karenakan pada tahun 2020 kuota yang di berikan kepada mahasiswa, Pelajar, dan dosen di bagi menjadi kuota umum dan kuota belajar. Maka untuk kuota umum dapat di gunakan untuk mengakses apapun.

Sedangkan kuota belajar meskipun jumlahnya besar, hanya dapat digunakan untuk mengakses laman web dan aplikasi pendukung.

Kegiatan pembelajaran selama daring di akukan (google classroom, google meet, zoom, schoology).


Namun pada tahun 2021 ini tidak terdapat pembagian penggunaan kuota. ehingga kuota hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi umum dan termasuk youtube.

Sehingga di tahun ini terdapat pembatasan kuota yakni kuota tidak dapat di gunakan mengakses aplikasi-aplikasi tertentu.

Dan website yang tidak mendukung kegiatan pembelajaran, antara lain: Instagram, tik tok, situs-situs yang diblokir oleh kementerian, serta aplikasi Twitter.


Harapan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan


Dengan adanya pembagian kuota di tahun 2021 ini, tentunya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berharap agar bantuan kuota kali ini lebih fleksibel.

Daripada pembagian kuota di tahun 2020 sebelumnya sehingga dapat mendukung kegiatan pembelajaran secara daring.


Pembagian kuota ini di lakukan sebab pihak Kemendikbud sering mendapatkan banyak saran dan masukan dari dosen, guru, dan mahasiswa. Bahwa banyak materi pembelajaran peserta didik yang berasal dari aplikasi YouTube.

Meskipun bantuan kuota kali ini lebih kecil, namun kuota umum yang dapat kita gunakan untuk mengakses aplikasi tertentu.


Bagaimana Dengan Penyaluran Kuota Bantuan 2021?


Untuk penyaluran bantuan kuota di tahun ini, akan di lakukan setiap tanggal sebelas sampai lima belas perbulan. Dan berlaku selama tiga puluh hari sejak kuota bantuan ini di erima.

Dan kuota ini bantuan dapat anda gunakan untuk mengakses google classroom, google meet, zoom, intinya semua aplikasi yang dapat mendukung kegiatan pembelajaran selama daring dan masa Corona virus 19.


Demikian informasi seputar kuota Kemendikbud, semoga kuota bantuan yang sudah anda terima dapat memperlancar kegiatan pembelajaran daring yang anda lakukan. Tetap jaga kesehatan selama di umah saja.

Berita Terkait
- Advertisment -

Paling Populer