Berita

Curhatan Sulit Hamil Karena Menggugurkan Kandungan Viral, Benarkah?

Curhatan seorang wanita  viral mengenai dampak sudah menggugurkan kandungan sebanyak dua kali menjadi perhatian warganet.

Adapun curhatan tersebut ada di unggahan sebuah akun Twitter beberapa waktu lalu.

Perempuan dalam unggahannya yang viral ini mengatakan bahwa dia menjadi sulit hamil karena sudah menggugurkan kandungannya.

Padahal dia sudah menikah secara resmi 10 tahun lamanya.

Dalam postingannya yang viral, sang perempuan mengaku pertama kali mengaborsi kandungan ketika masih kuliah tepatnya semester lima.

Bukan itu saja, wanita ini juga menggugurkan kandungannya secara sengaja untuk kedua kalinya sesudah kuliah.

Masih dalam unggahan yang sama, dia berpesan kepada semua wanita single jangan bodoh dan murahan seperti dirinya.

Postingan wanita tersebut pun sukses mengundang simpati dari kalangan warganet.

Beberapa di antara warganet berkata bahwa kejadian sang wanita dapat menjadi pelajaran untuk banyak orang.

Dampak Menggugurkan Kandungan Secara Sengaja

Dari kisah wanita yang viral tersebut, apakah benar menggugurkan kandungan berpengaruh terhadap organ reproduksi seorang perempuan?

Memang sengaja menggugurkan kehamilan alias aborsi berdampak negatif terhadap kesehatan reproduksi wanita.

Adapun dampak tersebut antara lain:

1. Infeksi

Dampak pertama setelah aborsi yang terjadi pada satu dari setiap 10 kasus adalah infeksi.

Berdasarkan hasil studi, sebanyak 27% pasien aborsi mengalami infeksi yang berlangsung 3 hari lamanya atau bisa lebih.

Infeksi terjadi lantaran leher Rahim akan melebar selama tahap aborsi yang diinduksi oleh obat aborsi.

Kejadian tersebut bisa menimpa dengan obat aborsi baik dari resep dokter ataupun dari pasar gelap.

Kondisi ini kemudian menyebabkan bakteri dari luar dan masuk dengan mudah kedalam tubuh.

2. Pendarahan Berat

Selain infeksi, organ reproduksi wanita juga mengalami pendarahan hebat sebagai dampak aborsi serius yang biasa terjadi.

Pendarahan akan disertai dengan demam tinggi, serta gumpalan jaringan sampai bola golf.

Lama berlangsungnya pendarahan setelah menggugurkan kandungan bisa terjadi selama 2 sampai 12 jam.

Kalau kondisi ini tidak mendapatkan penanganan medis segera, maka kehilangan nyawa merupakan komplikasi yang biasa terjadi.

3. Kerusakan Organ Rahim

Ada lagi efek lainnya setelah seorang perempuan melakukan aborsi yaitu kerusakan pada Rahim.

Kerusakan Rahim sendiri meliputi kerusakan pada bagian leher Rahim, luka robekan di Rahim serta adanya lubang di organ Rahim tersebut.

Namun kondisi ini baru terlihat ketika Anda melakukan pemeriksaan visualisasi bernama laparoskopi.

Penting agar Anda pahami bahwa beberapa efek aborsi ada yang jarang terjadi dan sejumlah resiko terlihat seperti komplikasi persalinan seorang bayi.

4. Sepsis

Dalam beberapa kasus, infeksi yang berada di satu area tertentu misalnya Rahim.

Tetapi dalam kasus yang tergolong lebih parah, infeksi bakteri dapat masuk ke aliran darah dan berjalan sampai ke seluruh tubuh.

Inilah kondisi yang bernama sepsis.

Ketika infeksi terlanjur menyerang tubuh penderita, maka kondisinya semakin parah dan mengakibatkan tekanan darah menurun.

Kondisi seperti itu bernama syok sepsis dan termasuk keadaan gawat darurat jika terjadi sesudah aborsi.

5. Endometritis

Tanda terkena endometritis adalah peradangan pada bagian lapisan Rahim akibat dari infeksi.

Dampak yang satu ini biasanya terjadi pada kalangan remaja.

Apabila setelah aborsi mengalami endometritis maka harus mendapatkan penanganan secepat mungkin.

Sebab apabila tidak ada langkah yang tepat, maka infeksi akan meningkatkan risiko komplikasi dalam organ reproduksi.

Kondisi setelah menggugurkan kandungan ini akan berdampak terhadap masalah kesuburan serta gangguan kesehatan lainnya.

Itulah beberapa dampak jika seorang wanita menggugurkan kandungannya secara paksa seperti curahatan yang lagi viral tersebut.


Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan

Back to top button