32 C
Indonesia
Senin, Agustus 2, 2021
BerandaBeritaMengenal Hipopasdia, Kondisi yang Dialami Mantan Pevoli Aprilia Manganang

Mengenal Hipopasdia, Kondisi yang Dialami Mantan Pevoli Aprilia Manganang

Pada kondisisi beberapa kasus tertentu, memang gejala Hipopasdia tidak begitu terlihat saat penderita masih bayi, seperti inilah kondisi yang terjadi pada Aprilia Manganang.

Reportasee.com – Aprilia Manganang yang masyarakat kenal sebagai sosok mantan tim nasional perempuan yang berprestasi ternyata merupakan seorang pria.

Meskipun tidak terduga,namun fakta ini semakin kuat dengan adanya pernyataan yang muncul dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) TNI Jenderal Andika Perkasa saat konferensi pers, Selasa (09/03/2021).

“Dari hasil pemeriksaan itu, ternyata bahwa dilihat urologi ternyata Sersan Manganang lebih memiliki organ-organ jenis kelamin laki-laki dan bahkan tidak ada organ jenis kelamin wanita. Ungkap Andika.

Medis menyatakan bahwa Aprilia Manganang mengalami gangguan pada organ vitalnya yang disebut dengan Hipopasdia.

Memahami Hipopasdia

Hipopasdia merupakan keadaan tidak sempurnanya organ vital, dimana pembukaan uretra-uretra pada organ vital tidak terletak di ujung penis.

Jenis-jenis Hipopasdia

Ada berbagai macam berat Hipopasdia ditinjau dari pembukaan uretra.

Hipopasdia Subkronal merupakan uretra yang terletak di dekat kepala penis.

Hipopasdia tengah atau memiliki nama lain yaitu Misdhaft yakni uretra yang terletak di sepanjang penis.

Hipopasdia Penoscrotal yakni uretra yang terletak pada bagian tengah antara penis dan scrotum.

Para pakar kesehatan percaya bahwa penyebab dari adaya Hipopasdia yaitu ditengarai karena kondisi ibu yang hamil, dengan kriteria : berumur lebih dari 35 tahun, hamil dengan penyakit obseitas, dan mengkonsumsi obat-obatan tertentu saat hamil.

Gejala Hipopasdia

Pada kondisisi beberapa kasus tertentu, memang gejala Hipopasdia tidak begitu terlihat saat penderita masih bayi, seperti inilah kondisi yang terjadi pada Aprilia Manganang.

Baca:  Manfaat Pijat Sendi yang Masih Jarang Diketahui

Sementara untuk beberapa kasus Hipopasdia yang bisa terlihat, ada beberapa gejala seperti terdapat lubang uretra yang berlokasi di luar ujung penis, penis mengalami lekukan ke bawah, penis tertutup hanya karena bagian atas yang tertutup oleh kulup, dan saat buang air kecil maka urin yang mengalir tidak normal.

Baca:  Mencegah Perceraian, Lakukan 4 Hal Kecil Ini Dijamin Ampuh!

Hipopasdia masuk dalam kategori penyakit langka, kelainan Hipopasdia bisa diindentifikasi sedini mugkin jika gejalanya terlihat dan memeriksaan saat bayi.

Penanganan Hipopasdia

Biasanya jika ketahuan memiliki  gangguan Hipopasdia maka solusinya bisa dilakukan dengan menunda proses sunat dan menganjurkan pemeriksaan ke urologi.  

Sebenarnya Hipopaspadia bisa ditangani dengan upaya pembedahan, setidaknya pada usianya yang cukup yakni ketika 15 tahun. 

Pembedahan tersebut pertujuan untuk membantu kondisi organ vital seperti perbaikan dengan lekukan, merawat area kulit sekitar uretra dan meletakkan uretra pada posisi yang sesuai.***

Berita Terkait
- Advertisment -

Paling Populer