adplus-dvertising
32 C
Indonesia
Minggu, Oktober 17, 2021
BerandaBeritaMata Uang Digital Bitcoin Sudah Memiliki ATM

Mata Uang Digital Bitcoin Sudah Memiliki ATM

Reportasee.com – Mata Uang Digital Bitcoin memang selalu menjadi pemberitaan hangat khususnya di kalangan penambang kripto, terlebih setelah muncul ATM Bitcoin. 

Belum lama ini berita terhangat Bitcoin ataupun aset lainnya berupa penurunan harganya.

Hal tersebut tentu saja mengakibatkan kerugian dari para penambang. Naik turunnya harga Bitcoin ataupun aset lainnya tentu hal yang wajar. 

Mengingat kripto digital merupakan aset yang fluktuatif dan kerap mengalami perubahan drastis.

Kendati demikian mata uang digital Bitcoin ataupun aset lainnya masih memiliki banyak peminat. 

Terbukti masih banyak pengusaha atau penambang yang terus bertambah.

ATM Mata Uang Digital Bitcoin Sudah Tersedia

Perkembangan mata uang digital Bitcoin kian pesat. Meskipun harganya terus anjlok, perkembangan aset digital terus mengikuti standar industri di bidang keuangan. 

Salah satu perkembangannya yakni kehadiran mesin ATM.

Untuk pertama kalinya di dunia, terdapat sebanyak 700 ATM bitcoin yang ada dalam seluruh jaringan Circle K. 

Penyebaran mesin ATM tersebut berada di Amerika Serikat serta Kanda. 

Jaringan toserba itu menggandeng pihak produsen mesin yakni Bitcoin Depot dan sudah tersedia dalam 20 negara bagian AS.

ATM Bitcoin Depot merupakan kios yang memungkinan penambang menukarkan uang tunai mereka dengan mata uang jenis kripto. 

Bukan itu saja, keberadaaan mesin memungkinkan transaksi langsung  juga memberi pengguna akses ke Bitcoin serta lebih dari 30 aset kripto lainnya.

Pertumbuhan mata uang digital sudah menyebabkan perusahaan ritel besar tertarik menjalin kerja sama guna perluasan penggunaan ATM Bitcoin. 

Misalnya saja Circle K yang menjadi jaringan ritel pertama yang memakai ATM Bitcoin di dalam toko.

CEO Bitcoin Depot mengaku sangat senang menciptakan kemitraan yang strategis dalam jangka panjang. 

Tujuannya yakni guna memperluas jejak mereka secara internasional bersama pemimpin global dalam hal ritel juga kenyamanan.

Menurut CEO Bitcoin Depot, Circle K memahami jika transaksi kripto menjadi bagian dari perkembangan ekonomi kedepannya. 

Selain itu transaksi tersebut juga bisa menjadi lanskap dalam pembayaran di masa depan.

Dengan menambahkan ATM Bitcoin ke dalam toko, Circle K bisa menarik pelanggan. 

Circle K juga dapat menawarkan akses keuangan pada komunitas yang kurang mendapat layanan. 

Adanya mesin ATM mata uang digital Bitcoin menjadi pembeda dengan retail lainnya.

Harga Bitcoin Mengalami Kenaikan

Selain sudah memiliki ATM, mata uang digital Bitcoin juga sedang berada di level atas selama akhir pekan kemarin. 

Hal tersebut berlangsung setelah adanya komentar Cathie Wood yang berasal dari Ark Investment Management LLC. 

Bukan itu saja, Chief Executive Officer Tesla Inc. yakni Elon Musk turut berperan meningkatkan nilainya. 

Cryptocurrency terbesar di dunia tersebut naik di atas rata-rata pergerakannya selama 50 hari sejak Sabtu.

Kenaikan ini terjadi untuk pertama kalinya sejak tanggal 12 Mei tahun 2021 silam. 

Kemudian Bitcoin mengalami kenaikan lagi pada hari Minggu yakni 25 Juli 2021 lalu. 

Kenaikan Bitcoin itu berlangsung selama lima hari berturut-turut menuju level US$ 34. 609.

Sebelumnya bitcoin berada dalam bahaya karena penurunan yang cukup tajam. 

Penurunan tersebut berlanjut di bawah US$ 30.000 pada awal minggu sebelumnya. 

Para ahli strategi menandai level yang secara luas itu. 

Hal ini lantaran bisa berpotensi memicu penurunan harga lebih lanjut. 

Bitcoin mendapat dorongan saat Elon Musk dalam konferensi The B World yang berlangsung minggu lalu. 

Ia mengatakan jika ingin Bitcoin berhasil juga perusahaan eksplorasi ruang angkasa yakni SpaceX Inc. Memiliki sejumlah aset.

Kemudian Cathio Wood memberikan penilaian jika perusahaan harus mempertimbangkan dalam menambahkan Bitcoin ke dalam neraca mereka. 

Sedangkan CEO Square Inc yakni Jack Dorsey mengatakan jika mata uang digital Bitcoin itu tangguh.

Kenaikan Mata Uang Bitcoin Dari Amazon

Harga mata uang digital Bitcoin terus melonjak mendekati US$ 40.000. 

Salah satu penyebab kenaikan tersebut berkat spekulasi pelaku pasar terhadap potensi dari Amazon.com. 

Pelaku pasar tersebut  akan ikut terlibat dalam sektor cryptocurrency.

Berdasarkan data, Bitcoin sebagai salah satu aset kripto terbesar melonjak sampai 15 persen ke angka US$ 39.681. 

Angka itu sebelum memangkas sejumlah kenaikan untuk investor perdagangkan sekitar US$ 38.100 pada pukul 11 waktu Hong Kong.

Koin virtual lainnya pun mengalami penguatan, antara lain Ether pada peringkat kedua. 

Kenaikan harga Bitcoin yang berlanjut kemungkinan karena adanya dorongan dari over leveraged shorts. 

Selain itu rumor tentang rencana Amazon terlibat cryptocurrency juga ikut bermain dalam kenaikan harga aset Bitcoin.

Minggu lalu, Amazon membuka lowongan kerja dengan posisi penyimpanan data transaksi digital atau blockchain. 

Selain itu mereka juga membutuhkan mata uang digital dalam kelompok pembayarannya. 

Pada bagian new job listing, Amazon menuliskan mencari pemimpin tim produk yang memiliki pengalaman.

Tujuannya yakni mengembangkan produk serta peta jalan mata uang digital juga blockchain pada raksasa e-commerce tersebut. 

Situs Amazon.com sebenarnya tak menerima cryptocurrency sebagai alat pembayaran.

Akan tetapi juru bicara mengatakan jika perusahaan tersebut terinspirasi oleh inovasi yang ada di ruang cryptocurrency. 

Bahkan perusahaan sedang mengeksplorasi seperti apa bentuknya untuk Amazon. 

Divisi Amazon Web Services sudah mempunyai layanan blockchain yang terkelola. 

Sebelumnya, sang CEO Andy Jassy berkata jika perusahaan sudah mengamati terkait teknologi penyimpanan ini. 

Akan tetapi Amazon belum melihat kasus pemanfaatan praktisnya lebih luas lagi. 

Meskipun begitu tak menutup kemungkinan akan ada sistem pembayaran mata uang digital Bitcoin dalam situs Amazon nantinya.

Permasalahan Mata Uang Bitcoin

Meskipun tengah mengalami peningkatan cukup tajam, terdapat prediksi jika anjloknya mata uang digital Bitcoin belum berakhir. 

Pasar mata uang kripto menghijau kembali pada 25 Juli kemarin. 

Harga bitcoin sendiri melesat dalam kisaran lebih dasar 6 persen.

Kendati demikian, crypto winter rupanya masih menghantui pasar tersebut. 

Melansir data pasar, bitcoin melesat sampai 6,08% ke kisaran US$ 34.468,5 perkoin. 

Meski nilainya cukup meningkat drastis, para analis memprediksi kemerosotan nilainya serta pasar kripto akan berlanjut nanti.

Bahkan salah satu analisis berkata jika aset yang mudah menurun kedepannya akan cenderung mudah mengalami kemerosotan nilai. 

Analisis juga mengutip jika sejak tahun 2021, bitcoin sudah mengalami 14 kali sell off atau aksi jual.

Hal ini membuatnya jeblok sampai 30%, tiga kali ambrol lebih dari 80% juga enam kali ambrol sebesar 50%. 

Semakin dalam bitcoin ambrol, setelah itu harganya akan cenderung mendatar dalam jangka waktu panjang.

Istilah itu dikenal sebagai crypto winter. Selain itu masih ada sejumlah masalah yang menghantui aset Bitcoin. 

Masalah tersebut terkait pelarangan yang negara China berlakukan untuk aset tersebut. 

Belum lagi kicauan Elon Musk yang sering membuat harga bergerak naik dan turun.

Adapun masalah yang lebih besar terjadi yaitu keluarnya aliran modal dari aset bitcoin serta pasar kripto. 

Hal tersebut membuat investor institusional belum memperlihatkan keinginan membeli aset bitcoin ketika harganya anjlok.

Para penambang mata uang digital Bitcoin tentu saja berharap adanya ATM membuat nilai aset stabil atau bahkan naik.

Berita Terkait
- Advertisment -

TERPOPULER