Lautan Ibu-Ibu Antri Minyak Goreng Viral

Reportasee.comLautan ibu-ibu antri minyak goreng yang terjadi baru-baru ini rupanya menarik perhatian kalangan warganet di Indonesia.

Memang kejadian ibu-ibu mengantri minyak goreng sering terjadi akhir-akhir ini.

Kini peristiwa serupa terjadi lagi bahkan ibu-ibu yang mengantri mencapai ratusan orang.

Terlihat sampai ratusan ibu-ibu memadati lokasi halaman gedung olahraga untuk mendapatkan minyak goreng murah.

Kejadian ini viral setelah ada di unggahan akun Instagram yang bernama @fakta.indo.

Sampai sekarang, video itu sedikitnya sudah mendapatkan sebanyak 11 ribu tanda suka dari pengguna Instagram.

Dalam video yang beredar terlihat lautan manusia terdiri dari ibu-ibu itu membanjiri bagian halaman seperti konser.

Pemandangan tersebut terjadi di GOR atau Gedung Olahraga kawasan Lubuklinggau tepatnya Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

Dari keterangan dalam video, kejadian itu terjadi pada hari Kamis tanggal 10 Maret 2022 kemarin.

Selain itu akun satu ini turut menuliskan keterangan yang berbunyi viral emak-emak antre beli minyak goreng.

Pengunggah dalam akun Instagram itu juga menuliskan kejadian itu mirip seperti suasana sebuah konser.

Antrean itu sendiri tampak tidak beraturan dan tertara rapi antar orang-orang di dalamnya.

Bukan tanpa sebab, terlihat ratusan ibu-ibu yang mengantri terlihat desak-desakan.

Parahnya lagi mereka berdesak-desakan tanpa membentuk barisan yang tampak dengan jelas.

Sontak saja unggahan yang memperlihatkan ibu-ibu tengah mengantri tidak teratur tersebut memunculkan kehebohan tersendiri.

Sebab mereka seperti tidak mempedulikan keselamatan orang lain apalagi diri sendiri.

Karena itulah unggahan Instagram itu langsung menarik perhatian warganet yang melihatnya.

Warganet Sayangkan Adanya Lautan Ibu-Ibu Antri Minyak Goreng

Sementara itu, masih dalam video lautan ibu-ibu antri minyak goreng terlihat suasana di lokasi tersebut.

Tampak suasana di lokasi itu sendiri terbilang panas.

Hal ini tampak dari adanya terik matahari yang sudah menyinari lautan manusia ketika mengantri minyak goreng harga murah.

Kendati demikian suasana yang terbilang panas itu tak menyurutkan niat ibu-ibu di dalam video.

Sebab terlihat jelas ibu-ibu tersebut tetap rela dalam keadaan panas-panasan untuk mendapatkan minyak goreng harga murah.

Bahkan mereka pun terpaksa juga harus rela untuk berjejalan satu sama lain.

Hal ini sangat disayangkan lantaran penyebaran kasus virus corona di Indonesia sendiri masih tergolong tinggi.

Lautan manusia yang ada gara-gara minyak goreng ini tentu saja berpotensi menjadi klaster baru Covid-19.

Akun yang mengunggah video viral antrian minyak goreng memberikan keterangan bahwa saat ini kawasan Lubuklinggau menerapkan PPKM di level 3.

Situasi yang mirip konser ini tentu saja ramai mendapatkan sorotan tajam dari kalangan warganet.

Bahkan ramai warganet yang miris serta mengkritik pihak pemerintah habis-habisan.

Pasalnya mereka menilai pemerintah tak dapat menyelesaikan persoalan kelangkaan kebutuhan minyak goreng.

Selain itu tak sedikit pula warganet yang merasa kasihan saat melihat ratusan ibu-ibu harus berkerumun di tengah adanya penyebaran virus Covid-19.

Melihat postingan tersebut, salah seorang warganet merasa kasihan dan berkata tega.

Kendati demikian warganet itu tetap mendoakan agar rezeki semua orang lancar dan selalu dalam keadaan sehat.

Menanggapi unggahan viral tentang minyak goreng, ada warganet berkelakar akan memicu varian bimolicron.

Selaras dengan komentar sebelumnya, ada warganet yang menanggapi dengan berkata akan terbit varian corona baru.

Komentar bernada menyentil pemerintah pun terlihat dari salah seorang warganet.

Ia berkata baru kali ini di Indonesia mengalami kelangkaan minyak goreng, dia melanjutkan dengan berkata sing penting 3 periode.

Komentar untuk postingan lautan ibu-ibu antri minyak goreng pun masih terus berlanjut.

Ada warganet merasa heran tidak ada penyelidikan oknum yang sudah menimbun minyak goreng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *