Kulit Wanita di Bekasi Melepuh Usai Positif Covid Viral

Advertisement

Reportasee.comKulit wanita di Bekasi melepuh usai positif covid beberapa waktu lalu viral di TikTok.

Kabarnya ia mengalami ruam dan kulit melepuh setelah mengkonsumsi obat Panadol dan Fluimucil.

Obat ini adalah sejenis paracetamol atau kita kenal sebagai obat untuk penurun panas.

Dari video yang beredar, perempuan tersebut bernama Afina Syfa tampak memperlihatkan kondisinya.

Melihat kondisi Afina, dr Arini Astasari Widodo selaku Spesialis Kulit dan Kelamin pun angkat bicara.

Advertisement

Ia menduga perempuan tersebut tengah mengalami SJS atau sindrom stevens Johnson.

Adapun sindrom stevens Johnson adalah sebuah kelainan langka serta serius pada kulit juga bagian selaput lendir.

Kondisi itu kerap kali merupakan reaksi ketika memakai obat ataupun mengalami infeksi.

Akan tetapi yang menjadi pertanyaan apakah obat untuk flu seperti paracetamol dan fluimucil dapat memicu SJS?

Dr. Arini mengatakan, SJS adalah salah satu bentuk kelainan yang tak terduga serta jarang terjadi.

Advertisement

Kebanyakan dokter juga tak dapat memastikan yang menjadi penyebab SJS bisa timbul. 

Namun ada sejumlah pemicu yang kerap terjadi salah satunya adalah karena konsumsi obat-obatan tertentu.

Di mana dr. Arini menuturkan obat-obatan tertentu bisa menimbulkan reaksi simpang yang cukup serius.

Akan tetapi kata dr. Arini hal ini bukan mengartikan obat itu nantinya menyebabkan hal serupa pada semua orang.

Namun hal itu hanya terjadi pada sejumlah orang yang sudah mempunyai pencetus atau telah memiliki gen SJS pada awalnya.

Advertisement

Penyebab Kulit Wanita di Bekasi Melepuh Usai Positif Covid

Masih dari unggahan kulit wanita di Bekasi melepuh usai positif covid, dr. Arini memaparkan obat yang bisa memicu hal tersebut.

Beberapa obat itu antara lain Pereda nyeri seperti ibuprofen, paracetamol, naproxen, piroxicam dan acetaminophen.

Ada pula obat asam urat misalnya allopurinol, ataupun penisilin yaitu obat antibiotic.

Obat lainya adalah anti kejang serta untuk penyakit mental misalnya antipsikotik dan antionvulsan.

Dokter di Dermatologist Jakarta itu menerangkan kalau paracetamol seperti yang Afina konsumsi termasuk obat golongan acetaminophen.

Advertisement

Sehingga obat tersebut dapat menyebabkan reaksi bernama hipersensitivitas.

Sementara itu SJS sendiri merupakan salah satu reaksi dari hipersensitivitas yang mengartikan kekebalan tubuh memberikan reaksi berlebihan.

Hal ini menyebabkan peradangan berupa gejala pada kulit dan lainnya, akan tetapi tak ia pastikan bisa menular.

Karena bisa dipicu oleh banyak hal termasuk obat, dr. Arini menuturkan agar tetap mengetahui pemicu yang paling tepat.

Di mana pihak dokter kulit atau dokter berupa konsultan imunologi menjadi penanggung jawab dan mengevaluasinya.

Advertisement

Ia memaparkan SJS pada tiap orang bisa mempunyai pemicu berbeda-beda pada infeksi.

Adapun infeksi tersebut seperti infeksi terhadap virus serta bakteri juga bisa menimbulkan SJS.

Akan tetapi pemicu yang berasal dari virus dan bakteri terbilang lebih jarang daripada karena konsumsi obat.

Sebagai informasi, kasus insiden SJS kejadiannya 1 sampai 6 kasus untuk per satu juta penduduk di setiap tahunnya.

Sedangkan untuk angka kematian karena SJS di kisaran angka 5 sampai dua belas persen.

Penyakit tersebut bisa terjadi pada setiap kalangan usia yang sudah mempunyai SJS ataupun karena konsumsi obat.

Namun penyakit SJS akan mengalami peningkatan resiko pada orang-orang yang berusia di atas 40 tahun.

Masih dari informasi dr. Arini, para perempuan lebih kerap terkena penyakit SJS daripada kaum laki-laki.

Adapun jumlah perbandingan antara laki-laki dan perempuan terhadap resiko SJS ini yaitu 1 : 5.

Sampai kini, informasi tentang viral kulit wanita di Bekasi melepuh usai positif covid menjadi perbincangan hangat.

Advertisement
Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *