Begini Klarifikasi PT Pan Brother atas Unjuk Rasa Karyawannya

Advertisement

Reportasee.com – PT Pan Brother akhirnya angkat bicara untuk klarifikasi terkait dengan permasalahan yang ada di perusahaannya.

Klarifikasi yang diberikan ini masih terkait dengan unjuk rasa yang dilakukan karyawan di Pabrik yang berlokasi di Boyolali Jawa tengah pada 5 Mei 2021 kemarin.

PBRX atau sebutan dari PT Pan Brother ini menilai bahwa aksi unjuk rasa dari para karyawanya tersebut merupakan akibat dari adanya kesalahpahaman.

Kesalahfahaman yang terjadi tidak lain adalah karena adanya kesalahfahaman terhadap penerimaan informasi yang perusahaan berikan kepada para karyawannya.

Hal ini menyebabkan adanya berita simpang siur di beberapa media sosial.

Advertisement

Beberapa hal yang berhubungan tentunya akan menjadi sangat sensitif terhadap karyawan jika cara penyampaiannya tidak sesuai.

Karena karyawan adalah sumber daya manusia yang hampir seluruh hari-harinya mereka habiskan untuk bekerja yang secara langsung membantu jalannya usaha.

Banyak hal yang tidak dapat perusahaan sampaikan secara gamblang mengingat hal yang menyangkut kebijakan terhadap karyawan adalah yang cukup sensitif.

Risiko yang akan muncul adalah unjuk rasa seperti ini.

Lalu apa sebenarnya informasi yang pihak perusahaan sampaikan sehingga banyak menimbulkan kontroversi sampai berakhir dengan aksi untuk rasa terhadap pihak perusahaan?

Advertisement

Perusahaan Sampaikan Pengumuman

Pada Rabu kemarin tepatnya tanggal 5 Mei 2021 pihak perusahaan PT Pan Brother memberikan pengumuman secara lisan kepada seluruh Karyawan.

Mereka mengumumkan bahwa pada saat ini arus kas perusahaan akan agak ketat.

Hal ini tentunya sehubungan dengan adanya pemotongan modal kerja secara bilateral dari pihak perbankan.

Sehingga saat ini hanya tersisa 10% dari kondisi sebelumnya dan tentunya hal ini akan mengganggu jalannya arus kas.

Dan demi menjaga keberlangsungan dari Pabrik atau perusahaan agar perusahaan tetap dapat beroperasi secara penuh tanpa perlu mengurangi pekerja.

Maka perusahaan PBRX sangat merasa perlu untuk membagi arus dana pembayaran dengan pihak supllier atau beberapa pihak lain yang terkait dengan perusahaan.

Hal ini termasuk juga dengan memberikan Tunjangan Hari Raya secara bertahap.

Dalam hal ini pihak manajemen juga menyatakan bahwa tunjangan hari raya akan mereka bayarkan maksimal mereka bayar secara bertahap sebanyak 5 kali.

Manajemen PBRX, Kamis 6 mei 2021, mengungkapkan, jika likuiditas tetap tersedia, pembayaran THR secara otomatis akan lebih cepat dan selesai di Bulan September 2021.

Perusahaan akan memastikan bahwa pabrik atau perusahaan mereka telah kembali berjalan dengan normal dan berproduksi kembali seperti biasanya.

Kenyataan Perusahaan PT Pan Brother

Sebagaimana informasi yang perusahaan berikan terhadap para karyawannya, manajemen PBRX juga menjelaskan order yang masuk dari buyer tetap besar.

Sehingga perusahaan hanya terkendala pada sisi modal kerja saja.

Sementara fasilitas bilateral yang perusahaan terima dari perbankan hanya tersisa 10%.

Berbeda dengan tahun 2020 lalu yang lebih besar. Alhasil kali ini perusahaan memiliki keterbatasan.

Pihak Manajemen juga menyatakan harus mengatur arus kas dengan sebaik-baiknya agar semua dapat berjalan dengan lancar dan penjualan tidak berkurang.

Oleh karena itu, tidak ada pengurangan tenaga kerja.

Dengan adanya buyer dan order dan sisa modal yang ada pihak PBRX harus tetap dapat mengatur pembelian bahan baku.

Selain juga pihak perusahaan masih harus memaksimalkan pembayaran ke supplier, gaji karyawan, biaya produksi, biaya operasional.

Hal lain yang tidak luput dari perhatian perusahaan yakni pembayaran bunga ke bank, serta bond dengan arus kas yang ada.

Namun dengan berbagai fakta yang ada pihak perusahaan PT Pan brother ini akan tetap optimis bahwa akan ada jalan keluarnya.

Selain itu pihak mereka juga menyakini bahwa fasilitas perusahaan ini akan berangsur memulih seiring dengan pemulihan ekonomi nasional serta perekonomian dunia.

Optimisme dari perusahaan ini bukan tanpa alasan atau hal yang menjadi omong kosong belaka.

Mereka melihat satu fakta bahwa pada tahun 2020 lalu yang merupakan tahun yang sulitpun perusahaan ini tetap mencatatkan tren pendapatan yang positif.

Baik dari sisi penjualan maupun dari sisi keuntungan yang perusahaan peroleh.

Keuntungan perusahaan terus bertumbuh menjadi lebih tinggi bahkan dari pada tahun sebelumnya yakni tahun 2019.

Jika Modal kerja yang tersedia pada perusahaan dapat seperti sebelumnya.

Pihak Manajemen perusahaan sangat yakin bahwa pada tahun 2021 ini kinerja perusahaan akan bertumbuh sebanyak 10 sampai dengan 15 persen.

Bahkan pertumbuhan ini merupakan hasil dari pengalihan order dari negara-negara produsen lainnya.

Dan pihak perusahaan menyatakan sebuah fakta pahit bahwa hal ini tidak akan dapat terealisasikan jika perusahaan tidak memiliki modal kerja yang tersedia.

Klarifikasi Terkait Unjuk Rasa yang dilakukan Karyawan

Terkait dengan unjuk rasa yang terjadi pada perusahaan, pihak perusahaan kemudian menyatakan hal yang ada tanpa menutup-nutupi kondisi perusahaan.

Bahwa modal kerja yang perusahaan miliki saat ini cenderung lebih sedikit dari pada tahun lalu.

Pihak perusahaan juga menyatakan bahwa mereka memerlukan dukungan dari beberapa pihak terkait dengan permasalahan ini.

Tidak ada pengurangan karyawan seperti pada perusahaan-perusahaan lainnya.

Akan tetapi perusahaan memohon maaf terkait pembayaran THR secara bertahap ini.

Perusahaan bukan tidak membayar THR Karyawan, akan tetapi ini juga demi keberlangsungan perusahaan agar tidak sampai terjadi PHK dini.

Pilihannya hanya kedua hal tersebut.

“Kami memohon dukungan dari semua pihak agar support kebutuhan modal kerja yang kami butuhkan dapat kami peroleh dengan segera,” ujar manajemen perusahaan.

Secara lebih lanjut Siklus Produksi perusahaan akan mulai dari Order masuk sampai dengan Ekspor Keluar.

Keseluruhan Proses terkonfirmasi akan membutuhkan waktu selama sekitar 120 hari.

Oleh karena itu pihak perusahaan PBRX ini juga sangat berharap adanya pemulihan faslitas Bilateral yang berupa modal kerja.

Selain itu, perusahaan juga sangat berharap dapat kembali mendapatkan dukungan dari bank nasional mengenai modal kerja bilateral perusahaan.

Dengan begitu perusahaan selain dapat lebih berkembang juga dapat membantu menyumbangkan pertumbuhan devisa kepada kepada negara melalui ekspornya.

Dengan adany kenaikan ekspor dari perusahaan ini saja juga sudah mengurangi pengangguran yang ada di Indonesia.

Mengingat saat pandemi Covid mulai mewabah di Indonesia.

Sangat banyak perusahaan yang operasinya terhenti atau bahkan tidak stabil. Sehingga perusahaan sangat memerlukan pengurangan tenaga kerja.

Seperti itulah informasi dan klarifikasi yang dapat perusahaan berikan terkait dengan adanya unjuk rasa oleh Karyawan PT Pan Brother pada tanggal 5 Mei 2021 lalu.

Dengan adanya klarifikasi ini pihak manajemen perusahaan juga turut berharap bahwa publik tidak hanya menganggap bahwa perusahaan ini buruk.

Karena sampai adanya unjuk rasa dari para karyawan.

Perusahaan barharap masyarakat juga melihat permasalahan yang sedang menimpa perusahaan sehingga memberikan alternatif pilihan tersebut.

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker