Kesalahan Investasi Reksadana oleh Para Pemula

Advertisement

Reportasee.com – Investasi reksadana memang merupakan cara mudah untuk berinvestasi dan mendapatkan keuntungan. Tetapi karena anggapan tersebut, pada akhirnya ada begitu banyak investor yang melakukan kesalahan investasi reksadana yang berakibat pada hasil yang tidak maksimal.

Selama ini investasi reksadana memang banyak para investor pilih, karena mereka anggap sebagai investasi yang paling mudah dan termasuk bagi investor pemula sekalipun. Tetapi beberapa kesalahan berikut ini seringkali investor pemula lakukan yang akhirnya menyebabkan kerugian.

Daftar Kesalahan Investasi Reksadana

Tujuan Investasi yang Kurang Jelas

Keberhasilan seseorang dalam menjalankan sebuah usaha salah satunya penentunya adalah tujuan yang terencana dengan jelas. Demikian juga dalam berinvestasi, yang harus oleh seorang investor, khususnya investor pemula adalah menentukan tujuan, untuk apa investasi tersebut.

Pada kenyataannya, banyak terjadi seseorang melakukan investasi reksadana tersebut tanpa memiliki tujuan yang jelas. Yang sering terjadi, investor pemula hanya ikut-ikutan karena banyak sekali rekan atau kenalan yang menjalankan bisnis tersebut dan bisa mencapai keberhasilan.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi reksadana, sebaiknya tentukan dengan jelas apa tujuannya. Apakah melakukan investasi dengan tujuan untuk  tabungan masa tua, sebagai dana pendidikan, atau sekedar ikut-ikutan trend yang ada dank arena memiliki dana berlebih saja.

Advertisement

Kesalahan Memilih Jenis Reksadana

Memilih jenis reksadana, juga merupakan salah satu kesalahan investasi reksadana yang sering oleh investor pemula lakukan. Tetapi sayangnya, banyak sekali investor yang kurang menyadari hal tersebut, dan menganggap semua jenis investasi reksadana adalah sama.

Investasi reksadana sendiri ada banyak sekali ragamnya. Biasanya jenis reksadana tersebut terbagi berdasarkan tujuan berinvestasi yang investor lakukan. Dengan kata lain, seorang investor harus bisa memilih jenis reksadana sesuai dengan tujuannya dalam berinvestasi.

Sebagai contoh jenis reksadana saham. Di sini investor harus memahami, bahwa jenis reksadana saham merupakan investasi jangka pendek, karena return reksadana saham sangat fluktuatif. Dengan demikian, resiko yang terjadi ketika instrument yang dipilih tidak sesuai, juga sangat besar.

Berinvestasi Melalui Unit Link

Banyak terjadi, seorang investor melakukan pembelian saham atau dalam berinvestasi mereka lakukan melalui Unit Link. Kemudahan dalam berinvestasi dari tawaran Unit Link memang cukup menggoda, sehingga banyak investor yang memilih berinvestasi melalui cara ini.

Padahal, berinvestasi melalui cara ini, investor akan terkena biaya sebesar 5 % dari nilai top up atau investasinya. Biaya 5 % adalah termasuk besar, dan itu akan menjadi milik perusahaan asuransi sebagai perantara, dan bukan untuk pihak pengelola reksadana.

Advertisement

Apabila hal tersebutAnda lakukan setiap kali berinvestasi, bisa Anda hitung berapa besar biaya yang harus Anda tanggung investor investor. Hal ini tentu berbeda apabila investor berinvestasi dengan menggunakan pengelola reksadana yang tanpa memungut biaya sepeserpun.

Menunda Terlalu Lama

Orang bijak mengatakan, menunda memulai, berarti menunda keberhasilan. Hal tersebut juga berlaku dalam berinvestasi. Ketika seorang investor ragu untuk  mulai berinvestasi dan menundanya, maka keuntungan yang seharusnya sudah didapatkan juga tertunda diterimanya.

Investasi reksadana adalah jenis investasi yang relatif aman untuk investor lakukan. Hal ini karena reksadana di awasi secara langsung oleh Otoritas Jasa Keuangann (OJK). Dengan demikian keabsahan investasi ini bisa dipertanggungjawabkan.

Selain itu, memulai  investasi reksadana juga bisa Anda lakukan dengan menggunakan modal yang relatif sangat terjangkau. Hampir semua investasi reksadana bisa ANda mulai dengan menggunakan modal 100 ribu rupiah saja. Dengan demikian, kemungkinan kerugian yang mungkin terjadi juga relatif kecil.

Tidak Memahami Resiko Reksadana

Kesalahan investasi reksadana yang juga sering investor pemula lakukan adalah tidak memahami seluk beluk investasi reksadana secara mendalam, termasuk resiko yang harus mereka hadapi. Sebagaimana bisnis lainnya, investasi reksadana juga memiliki resiko yang harus Anda hadapi.

Resiko yang paling nyata adalah fluktuasi nilai investasi  yang selalu berubah, hampir sama dengan perubahan harga saham. Dalam hal ini, investor harus siap dengan segala resiko yang akan mereka hadapi dengan berinvestasi di reksadana, dan sebisa mungkin untuk mengantisipasinya.

Tidak Membaca Prospektus

Prospektus merupakan dokumen yang berisi penjelasan mengenai aturan dan tata cara berinvestasi reksadana. Bagi seorang investor, mengerti dan memahami prospektus investasi reksadana merupakan hal wajib yang harus mereka lakukan sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Mendapatkan informasi hanya dari mulut ke mulut mengenai investasi reksadana, akan beresiko investor mendapatkan informasi yang tidak akurat. Akibatnya, banyak sekali investor mengalami kesulitan bahkan kerugian karena salah dalam mendapatkan informasi.

Melalui prospektus tersebut dijelaskan mengenai legalitas, manajemen, investasi, pengelola, biaya yang dikenakan, sampai pada resiko yang mungkin harus dihadapi. Memahami prospektus akan membuat investor bisa menenekan bahkan menghindari resiko kerugian yang akan dihadapi.

Kesalahan investasi reksadana seperti yang sudah dibahas dalam tulisan di atas sebenarnya bisa dihindari. Dengan mengetahui resiko yang akan terjadi apabila melakukan kesalahan-kesalahan tersebut di atas, maka kesalahan yang mengakibatkan kerugian sudah pasti tidak akan dilakukan.

Advertisement

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker