Berita

Kang Agun; Toleransi dan Kolaborasi Kunci Membangun Bangsa

Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI, Drs. Agun Gunandjar Sudarsa, Bc.,Ip.,M.Si, menegaskan, toleransi dan kolaborasi kunci membangun bangsa yang lebih baik.

Hal itu Kang Agun sampaikan saat menjadi keynote speaker pada acara Forum Semua Bicara yang diinisasi Forum Ketahanan Bangsa (FKB) Kabupaten Ciamis, di Aula The Priangan Hotel, Kamis (14/02/2021).

Kang Agun menjelaskan, dengan cara toleransi semua bisa saling menghargai, menghormati dan mengakui keberadaan orang lain.

Baca juga : Warga Cisaga Ciamis Dapat Bantuan Kursi Roda dari Kang Agun

Pada kesempatan itu, Kang Agun mengaku sangat mengapresiasi gagasan FKB Kabupaten Ciamis yang menyelenggarakan acara tersebut.

“Ini patut dicontoh oleh lembaga lain, termasuk oleh pemerintah,” katanya.

Lebih lanjut, Agun menuturkan, toleransi bukan dilakukan dengan cara seseorang menuntut orang lain harus mengakui keberadaanya.

Namun, seseorang harus memberikan ruang untuk mengakui serta menghormati keunikan masing-masing. Selain itu, juga memberikan ruang kepada orang lain untuk berinteraksi.

Selain toleransi, kata Kang Agun, kolaborasi juga sangat penting dalam kehidupan. Karena dengan kolaborasi, semua menjadi setara.

“Kita tidak bisa berkolaborasi jika kita selalu merasa posisi kita lebih tinggi dari orang lain. Dan jika kita berkolaborasi, kita akan memberikan kesempatan bagi yang lain untuk berbicara atau mengutarakan pikirannya,” tandasnya.

Kang Agun menambahkan, dalam menghadapi problematika serta tantangan bangsa yang sedang berkembang saat ini, ia menegaskan soal dua kunci yang akan membawa bangsa ini keluar dari masalah.

Dua kunci tersebut, Agun mengungkapkan, mampu menjawab tantangan dan mampu menatap masa depan bangsa yang lebih baik.

“Kunci tersebut yaitu toleransi dan kolaborasi,” ujarnya.

Baca juga : Kang Agun Dapat Penghargaan Positive News Maker Priangan Timur 2020

Pada kontek kehidupan beragama, Kang Agun menambahkan, toleransi bukan berarti harus meleburkan keyakinan.

Namun, toleransi berarti saling menghargai perbedaan keyakinan. Juga, saling memberikan ruang untuk melaksanakan ajaran agama serta mengembangkan agamanya masing-masing.

“Selain merupakan identitas bangsa, budaya bermusyawarah juga merupakan pelaksanaan dari azas kekeluargaan. Dan ini merupakan fundamen etik kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.


Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Back to top button