Jumper Movie 2008, Kisah Kemampuan Pria Teleportasi

Advertisement

Reportasee.com – Jumper movie 2008 merupakan salah satu film populer di banyak negara dunia termasuk Indonesia.

Terbukti belum lama ini salah satu chanel TV tanah air menayangkan kembali film tersebut.

Film menceritakan tentang seorang laki-laki yang mempunyai sebuah kemampuan khusus.

Adapun kemampuan khusus tersebut adalah mampu berteleportasi dan dia gunakan untuk merubah takdir.

Perilisan film Jumper berlangsung pada tanggal 14 Februari tahun 2008 silam di negara Kanada.

Advertisement

Penulis untuk film tersebut antara lain Jim Uhls, David S. Goyer serta Simon Kinberg.

Penggarap Jumper movie 2008 adalah Doug Liman yang mendapat berbagai komentar dari para kritikus film.

Sinopsis Jumper Movie 2008

Narasi dalam Jumper movie 2008 berpusat kepada seorang remaja yang bernama David Rice.

Karakter dengan pemeran Hayden Christensen tersebut mempunyai kemampuan istimewa yaitu teleportasi.

Karena kemampuannya ini, David merasa terlena dan memakai kemampuannya untuk memperkaya diri sendiri dengan cara merampok.

Advertisement

Dia mulai berpindah-pindah negara serta menyatroni setiap bank dengan tujuan menguras penyimpanan uang di dalamnya.

Detik ini dia bisa berada di kawasan London lalu detik berikutnya ia sudah ada di Mesir.

Aksi kriminal tersebut terus David lakukan hingga bertahun-tahun dan membuatnya menjadi buronan.

Setelah itu ia berhadapan dengan ancaman Paladin yaitu kelompok pembasmi para Jumper.

Adapun Jumper merupakan istilah yang mereka gunakan kepada orang-orang yang mempunyai kemampuan teleportasi.

Paladin dengan komando bernama Roland akan menghabisi Jumper dengan senjata pisau jenis khusus.

Dari sini, tentu saja keselamatan David selalu terancam.

Bukan hanya diri sendiri, nyawa orang-orang terdekat para Jumper juga terancam oleh keberadaan Paladin.

Pasalnya mereka tak segan menghabisi orang tua, pacar sampai rekan Jumper yang sudah berhasil kabur.

Lantas David berteman dengan sesama Jumper yang bernama Griffin.

Bukan itu saja, David juga mendapatkan informasi dari Griffin tentang musuhnya itu.

Kelanjutan kisah David dan upaya menghindari kejaran Paladin serta menyelamatkan nyawa orang terdekatnya bisa penonton saksikan dalam Jumper movie 2008.

Film Jumper 2008 di Mata Penonton 

Pada mulanya, banyak pihak menggadang-gadang Jumper movie 2008 akan menjadi film terbaik di tahun tersebut.

Karena itulah para penggemar dan pengamat begitu menantikan film tersebut.

Alasannya karena keberadaan Hayden Christensen sebagai pemeran utama dan sutradara yang menggarapnya yakni Doug Liman.

Para penggemar maupun pengamat begitu menantikan penampilan sang aktor setelah penampilan terakhirnya di 2007 silam.

Sementara itu kalau menilik lebih dalam, film Jumper mempunyai jalan cerita yang terbilang menarik.

Kisah tentang orang dengan kemampuan berteleportasi memang bukan hal baru, namun belum banyak film yang menyajikan cerita seperti ini.

Sayangnya meskipun film mempunyai dasar cerita yang bagus tetapi tidak adanya pendalaman kisah yang begitu berarti.

Semua ceritanya berjalan apa adanya serta banyak memunculkan kisah klise belaka.

Karena itulah pada akhirnya, para penonton menyebut Jumper sebagai film romantis aksi.

Selain itu tidak terdapat penjelasan tentang asal mula kekuatan teleportasi yang David dan Jumper lainnya punya.

Hal ini begitu penonton sayangkan pasalnya sang sutradara pada dasarnya dapat memunculkan banyak informasi lain.

Seperti pada latar belakang yang lebih mendalam tentang Griffin maupun Roland dalam film.

Pasalnya bisa terbilang kedua karakter tersebut hanya seperti pemeran figuran dalam film.

Padahal permainan mereka beberapa penonton bilang berhasil hadir dengan cukup baik.

Bahkan untuk akhir film masuk begitu menggantung dengan gambaran antara David dan sang ibu yang sangat singkat.

Rata-rata kritikus juga memberikan ulasan negatif untuk Jumper movie 2008.

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker