BeritaProvinsi Jawa BaratRegional

Gempa Garut Berkekuatan Magnitudo 6,1, Lebih Kuat dari Cianjur

Aqsa Guest House
PMB Unigal 2024
PMB Unigal 2024
PMB Unigal 2024
Aqsa Guest House
PMB Unigal 2024
PMB Unigal 2024
PMB Unigal 2024

Gempa Garut menggemparkan masyarakat dengan kekuatan magnitudo (M) mencapai 6,1, pusat gempa sendiri berada di darat dan tidak berpotensi tsunami.

Dalam website resminya, BMKG juga memberikan keterangan lebih lanjut terkait gempa yang terjadi pada hari ini, Sabtu (03/12/2022).

Gempa yang terjadi pada pukul 16.49 WIB ini berada pada kedalaman 109 kilometer dengan titik koordinat gempa berada pada 7.51 LS dan 107.52 BT.

Gempa berkekuatan menengah ini berlangsung selama 4-5 detik dan terasa di Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya dan juga Kabupaten Bandung.

Rangkaian Susulan pada Gempa Garut

Tak lama berselang, kembali tercatat gempa berkekuatan M2,9 pada pukul 17.59 WIB setelah gempa pertama.

Gempa susulan ini memiliki kedalaman 107 kilometer dan pusat gempa terletak di 61 kilometer barat daya Kabupaten Garut.

Baca Juga :  Warga Berburu Tumpahan Minyak Goreng di Tanjakan Alinayin Ciamis

Sebagai pembanding, gempa M 6,1 yang terjadi pertama memiliki pusat gempa yang terletak 52 kilometer barat daya Kabupaten Garut.

BMKG sendiri mencatat gempa utama berkekuatan M6,4 dengan kedalaman 118 kilometer sebelum kemudian memperbaharuinya menjadi M6,1 dengan kedalaman 109 kilometer.

Guncangan dari gempa di Garut dan Cianjur yang terjadi pada skala IV MMI serta beberapa daerah lain seperti Tasikmalaya dan Bandung dengan skala III MMI.

Penyebab Gempa

Mengutip keterangan dari Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, menyebutkan bahwa gempa ini terjadi akibat adanya aktivitas penunjaman atau subduksi.

Gempa subduksi memiliki nama lain yaitu gempa bumi intraslab, dalam keterangan BMKG juga menambahkan morfologi wilayah Garut turut terdampak.

Baca Juga :  Klub Petanque Se-Kabupaten Ciamis Gelar Latber di Samida Rajadesa

Terlebih karena wilayah Garut berupa dataran pantai yang langsung berbatasan dengan perbukitan bergelombang hingga perbukitan terjal.

Daerah ini umumnya memiliki susunan bebatuan tersier dan batuan rombakan gunung api muda yang telah mengalami pelapukan.

Batuan ini umumnya juga bersifat lepas, belum kompak (unconsolidated) dan bersifat lunak sehingga berpeluang semakin memperkuat efek guncangan gempa.

Hal ini terbukti dengan jangkauan gempa yang cukup luas terasa di beberapa wilayah di Jawa Barat, bahkan hingga terasa sampai Jawa Timur dan Yogyakarta.

Tidak Terdapat Korban Jiwa

Satu orang warga Desa Putrajawa, Kecamatan Slawi di laporan mengalami luka-luka, korban sendiri sudah mendapatkan penanganan di puskesmas terdekat.

Sementara itu, mengutip data yang terhimpun oleh Pusat Pengendali dan Operasi BNPB, sebanyak empat rumah dan satu unit sekolah mengalami kerusakan.

Baca Juga :  Transparansi Dana PTSL di Desa Cisadap Ciamis Dipertanyakan

Gempa Susulan Cianjur

Selain gempa Garut, BMKG juga turut mencatat gempa susulan yang terjadi di Cianjur dengan kekuatan mencapai M 3,1 pada pukul 18.26 WIB.

Gempa ini sendiri masih merupakan rangkaian catatan gempa susulan setelah gempa utama berkekuatan 5,6 pada 21 November lalu.

Mengutip keterangan resmi dari Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, menyatakan bahwa kedua gempa memiliki asal system dan kedalaman yang berbeda.

Lanjutkan Membaca
Back to top button