Game Call of Duty: Warzone 2 Membuat Pemain Bingung

Game Call of Duty: Warzone 2 merupakan salah satu seri permainan yang mempunyai banyak peminat di seluruh dunia.

Kendati demikian, game tersebut hadir dengan elemen teks UI terbaru selama permainan berlangsung.

Rupanya elemen teks UI baru di game Call of Duty: Warzone 2 membuat lebih banyak kebingungan dibandingkan kejelasan di antara para pemain.

Bahkan sebagian besar pemain menyerukan agar pengembang menghapus elemen teks UI tersebut.

Tambahan Baru Game Call of Duty: Warzone 2 Membingungkan

Baru-baru ini memang di dalam game Call of Duty: Warzone 2 terdapat tambahan berupa indikator UI armor rusak.

Berdasarkan informasi, kabarnya tambahan tersebut dimaksudkan untuk memberikan informasi yang lebih baik kepada para pemain.

Namun kini para pemain justru menginginkan tambahan itu menghilang dari dalam game.

Sebab dalam game yang serba cepat seperti Call of Duty: Warzone 2, tambahan membuat pemain kewalahan dengan kemunculan isyarat teks.

Sesudah penundaan moderat, pembaruan musim 2 yang diantisipasi untuk Warzone 2 pada akhirnya tiba di tanggal 15 Februari 2023 lalu.

Tayang perdana di antara banyak tambahan berupa peta Asia baru membuatnya dapat dimakan adi DMZ.

Selain itu, game mengembalikan mode kebangkitan favorit penggemar yang merupakan versi lebih kecil serta lebih intens dari battle royale tradisional.

Terlihat corong peta pulau bertempur yang menjadi tempat menarik dengan nilai tinggi dan permata mahkotanya.

Ada pula Kastil Ashika yang menunggu di bagian tengah untuk dikepung ataupun ditahan.

Sementara penggemar senang dengan apa yang sudah ditambahkan, rupanya banyak masalah masih belum terselesaikan.

Parahnya lagi, ada beberapa masalah baru yang muncul dengan pembaruan musim 2.

Pembaruan Call of Duty: Warzone 2

Satu pembaruan untuk UI Call of Duty: Warzone 2 yang tiba dengan musim 2 dan kini menjadi sumber kontroversi yaitu indikator teks baru.

Indikator tersebut berguna untuk menghancurkan baju besi milik musuh.

Dalam ukuran dan font yang sama, penambahan ini menyebabkan kebingungan bagi pemain di tengah panasnya pertempuran.

Sebab para pemain hanya bisa melirik UI sepintas sambil menghindar dari tembakan lawan.

Fatboyslick turun ke Reddit untuk melampiaskan rasa frustasi pemain dengan sistem terbaru yang disambut persetujuan hampir bulat.

Sentiment utamanya yaitu teks baru ini paling tak berguna dan yang terburuk membuat pemain terbunuh saat mereka menjatuhkan pemain.

Padahal kenyataannya, hal itu hanya kerusakan pada baju besi dan sebaliknya.

Sayangnya belum ada tanggapan resmi dari pihak Infinity Ward terkait masalah tersebut.

Walaupun ada banyak hal yang dapat dirayakan dengan perilisan Call of Duty: Warzone 2, rasa kecewa dari penggemar memang terdapat manfaatnya.

Beberapa orang merasa bahwa Infinity Ward mempunyai prioritas yang salah dalam Warzone 2.

Selain itu, mereka menganggap pengembang terlalu berniat untuk memperkuat sisi kosmetik dari game itu.

Sedangkan pemain lain berspekulasi bahwa mode DMZ eksperimental berdampak negatif terhadap filosofi keseimbangan dalam game.

Terlepas dari semua hal itu, suasana optimisme tetap ada lantaran pulau Ashika dan mode permainan kebangkitan sudah diterima dengan baik.

Hal ini juga bisa saja membuat game Warzone 2 tetap relatif muda dalam siklus kehidupannya.

Bukan itu saja, hal tersebut memberikan harapan kepada penggemar bahwa Infinity Ward mampu menyelesaikan sebagian besar masalah di beberapa titik.

Memang Warzone 2 mungkin sudah mengambil langkah mundur dalam beberapa elemen desain.

Kendati demikian, paket keseluruhan game Call of Duty: Warzone 2 masih merupakan yang terbaik ketika perilisannya dan menarik untuk dimainkan.


Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Back to top button