Mobile

Galaxy S23 Jadi Ponsel yang Habiskan Penyimpanan Internal?

PMB Unigal
PMB Unigal
PMB Unigal
Aqsa Guest House
PMB Unigal
PMB Unigal
pmb Unigal
Aqsa Guest House

Salah satu fitur terbaik dari seri Samsung Galaxy S23 mencakup penyimpanannya yang begitu besar kecuali pada model dasarnya.

Bagaimana tidak, pengguna bisa mendapatkan penyimpanan internal yang mencapai 256GB,

Hal itu berasal dari fakta bahwa Samsung memakai penyimpanan UFS 4.0 pada jajaran Galaxy S23.

Selain itu, Samsung juga menggunakan chip UFS 4.0 dengan penyimpanan 256GB

Itulah mengapa Samsung Galaxy S23 128GB memakai standar UFS 3.1 lama dan bukan UFS 4.0.

Penyimpanan Samsung Galaxy S23

Penyimpanan internal yang dimiliki oleh Samsung Galaxy S23, S23+, dan S23 Ultra memang menjadi daya tarik tersendiri.

Walaupun begitu, tampaknya Samsung memakan sampai 60GB dari total penyimpanan  internal untuk menyimpan file sistem terkait.

Hal itu sepertinya menjadi masalah dan sebagian besar berpengaruh terhadap pasar barat seperti Amerika Serikat dan banyak negara di Eropa.

Baca Juga :  Tujuh Fitur Tersembunyi iPhone yang Wajib Digunakan dari TikTok

Tetapi masalah tersebut belum turun dengan baik sejak penemuan penyimpanan itu dibuat.

Variasi Penyimpanan Internal Sistem Bervariasi

Sejatinya penemuan bahwa seri terbaru Samsung memakan penyimpanan internal sampai 60GB sudah menjadi perbincangan hangat.

Banyak orang yang menyebut bagaimana Samsung tampaknya menjadi satu-satunya produsen android besar yang tak memakai fitur pembaruan A/B Android.

Perangkat yang mendukung pembaruan tersebut mempunyai dua partisi sistem dan pembaruan perangkat lunak pada partisi yang tak dipakai.

Sesudah itu, perangkat tersebut bisa memulai ulang ke partisi yang baru diperbarui.

Hal ini jelas mengurangi waktu yang diperlukan untuk menginstal pembaruannya.

Namun kalau sistem partisi A/B tak ada, masih menjadi misteri mengapa Samsung memerlukan banyak penyimpanan internal untuk data yang dimuat sebelumnya.

Baca Juga :  Samsung Galaxy Rilis Aksesori Ramah Lingkungan untuk Ponsel

Ada beberapa pihak yang menyebut bahwa tersangka alami adalah bloatware dari operator dan jaringan, serta aplikasi mitra.

Misalnya saja, ponsel Galaxy baru yang dilengkapi Samsung Messages dan Google Messages terpasang serta tak bisa dihapus.

Sebagai perbandingan, terdapat perbandingan antara penyimpanan Galaxy S23 India vs Belanda.

Pada varian india tampak lebih sedikit ruang penyimpanan internal ponsel yang tersisa.

Sebaliknya, ponsel seperti Google pIxel memakai penyimpanan internal sampai 15 GB untuk partisi sistem sambil tetap bekerja di semua negara tanpa masalah.

Hal itulah yang membuat banyak orang bertanya-tanya kenapa Samsung memerlukan begitu banyak ruang untuk data serta aplikasi tingkat sistem.

Aplikasi duplikat adalah salah satu alasan yang dikonfirmasi bersama dengan fitur tambahan di perangkat Galaxy.

Tetapi tampaknya sisa dari penyimpanan internal bergantung kepada tempat pengguna membawa telepon.

Baca Juga :  Spesifikasi dan Harga Xiaomi 12X Pro

Penyimpanan yang digunakan oleh Data Sistem

Bagi pengguna yang baru tahu hal ini, sebenarnya penyimpanan tersebut bukanlah fenomena baru untuk Galaxy S23.

Perangkat seri Samsung Galaxy S22 pengguna mungkin juga memakai ruang penyimpanan sebesar 30 GB+ untuk data sistem.

Cara yang paling mudah untuk mengeceknya yaitu lewat Settings, lalu Battery and Device Care di dalam ponsel.

Secara default, ruang yang dilaporkan dipakai oleh file sistem mencakup seluruh aplikasi pihak ketiga pengguna.

Namun pengguna bisa memeriksa ruang actual dipakai oleh file sistem dengan mengetuk ikon ‘i’ di samping aplikasi.

Setelah itu, tekan Pengaturan, dan aktifkan beralih yang berada di sebelah File Saya di layar selanjutnya.

Para pengguna seri terbaru Samsung bisa membuktikan sisa penyimpanan internal mereka dengan mengeceknya secara langsung.

Kendati demikian diharapkan pengguna bisa memanfaatkan fitur microSD jika menyimpan file pribadi dalam seri Galaxy S23.

Dengan demikian penggunaan ponsel Samsung Galaxy S23 tidak akan memberatkan seri ponsel tersebut.

Lanjutkan Membaca
Back to top button