Elon Mask Bantah Tuduhan China Tentang Tesla

Reportasee.com – Siapa sih yang tidak mengenal Elon Mask, seorang pengusaha bisnis, desainer industri sekaligus insinyur. Namun, tahukah Anda? Belakangan ini, banyak berita mengenai pria yang lahir pada tahun 1897 silam.

Dalam berbagai macam berita yang tersebar melalui media online maupun offline, pria asal Amerika Serikat ini sedang membantah tuduhan yang diberikan padanya. Pasalnya mobil Tesla yang diproduksi dari perusahaanny dianggap sebagai mobil mata-mata.

Bahkan pengedaran mobil ini sudah dihentikan di China. Namun, Mask tidak semerta-merta menerima tuduhan yang diberikan padanya. Ia beriskeras mengatakan bahwa Tesla bukanlah mobil untuk memata-matai China.

Mask berkata bahwa dia akan menutup perusahaannya, jika mobil yang diproduksi Tesla dibuat untuk memata-matai negara lain. Mask mengatakan hal tersebut saat dia mendengar Tesla dilarang memasuki fasilitas militer China.

Sedangkan pihak China melarang mobil ini beroperasi di wilayahnya dengan alasan kamera yang dipasang di mobil adalah sebuah kamera mata-mata untuk memata-matai mereka. Pembatasan itu terjadi sejak para diplomat China mengadakan pertemuan dengan AS di Alaska.

Di sana pemerintah China menunjukkan kekhawatirannya tentang kamera yang terpasang di mobil. Mereka khawatir setiap gambar ataupun video yang diambil oleh kamera tersebut akan langsung terkirim ke Amerika Serikat.

Namun, Mask membuat video bantahan mengenai hal tersebut. Ia menyampaikan bantahannya melalui tautan video konferensi Beijeng mengenai forum pembangunan China yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Alsan Mask tidak bisa menerima jika mobilnya tidak bisa masuk ke China ialah karena China merupakan pasar yang sangat penting. Di sana Tesla memiliki sebuah pabrik yang berada di Sanghai, China. Bahkan, selama ini Tesla sudah menjual seperempat produksinya di sana.

Bukan hanya itu saja, Tesla berharap bahwa tahun ini ia bisa menjual 200 ribu kendaraan di China.

Dalam Sebuah sambutan konferensi Mask, mengatakan bahwa tidak ada perusahaan AS maupun China yang mengambil informasi pribadi, lalu mengirimkannya kepada pemerintah. Pernyatan Mask mengenai Tesla akan ditutup pun semakin membuat kegaduhan di dunia informan.

Alasan Mask, mengenai Tesla tidak melakukan aksi memata-matai suatu negara atau kekuatan militer dari negara tersebut ialah karena hal itu akan berdampak buruk bagi Tesla, jika Tesla terjun ke dalam hal seperti itu. Apalagi Tesla terkenal dengan penjagaan rahasia yang super ketat.

Ketegangan antara China – Amerika Serikat terus berlangsung hingga terjadi pembatasan mobil Tesla tersebut. Dalam ketegangan ini terjadi beberapa spekulasi yang terjadi pada pertemuan China dengan AS.

Baca:  Sebagus Apa Spesifikasi Realme 8 Pro? Ini Infonya

Spekulasi tersebut ialah mengenai China yang menargetkan perusahaan mobil listrik untuk menekan pemerintah Amerika Serikat.

China Menjadi Tempat Pemasaran Mobil Listrik Amerika Serikat

Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa Tesla memiliki pabrik produksi di China. Pabrik tersebut bernama Giga 3 yan mana dijadikan sebagai tempat akhir perakitan mobil Tesla model 3. Selain itu Tesla model Y, juga mengalami perakitan akhirnya di sini.

Selanjutnya pada tahun 2020 Tesla berhasil menjual 147.445 mobil listriknya di China. Jumalah tersebut adalah kontribusi dari penjualan global Tesla, maka dari itu China disebut sebagai pasar yang menjanjikan.

Alasan itu juga yang membuat Elon Mask tidak bisa melepaskan pasar China dan membuat Mask sangat tidak setuju dan membantah tuduhan dari China. Jika Tesla benar-benar tidak diperboleh masuk ke pasar China, maka mereka akan mengalami penurunan penjualan.

Maka, dari itu Mask mengatakan bahwa ia ingin memupuk rasa kepercayaan anatara China dan Amerika Serikat. Sehingga tidak akan terjadi hal seperti ini untuk yang kedua kalinya dan agar ketegangan di antara dua negara bisa di atasi.

Mengenal Lebih Jauh Pendiri The Boring Company

Elon Mask adalah salah satu orang terkaya di dunia dan kini ia juga memiliki perusahaan produksi mobil listrik Tesla, yang sudah tersebar di seluruh dunia, khususnya China. Saat lahir Mask tidak dibesarkan di Amerika Serikat, namun ia besar di Pretoria, Afrika Selatan.

Dulu, Mask sempat kuliah di Pretoria, namun ia pindah ke Kanada pada umurnya yang ke-17 tahun dan melanjutkan kuliahnya di Queen’s University. Dua tahun selanjutnya, saat Mask bermur 19 tahun ia dipindahkan ke Universitas Pennsylvania, di sana Mask mendapatkan gelar ganda.

Pada tahun 1995, Mask pindah ke Calivornia dan kuliah di Stanford, tetapi Mask memutus kuliahnya. Ia ingin menggeluti dunia bisnis dan berhasil menderikan sebuah perusahaan Zip2 dengan saudaranya.

Perjalanan bisnis Mask tidak samapi di situ saja, ia harus menyerahkan perusahaanya yang diakuisisi oleh Compaq pada tahun 1999. Tapi, Mask tidak menyerah begitu saja, pada tahun yang sama ia berhasil mendirikan bank online yang bekerjasama denganConfinity pada tahun 2000.

Perjalanan hidup Mask mengalami naik turun. Meskipun begitu Mask tidak menyerah sampai dia berhasil menjadi salah satu orang terkaya di duni dan memiliki perusahaan yang tersebar di dunia.