32 C
Indonesia
Minggu, Agustus 1, 2021
BerandaBeritaE-Commerce dan Perkembanganya di Indonesia

E-Commerce dan Perkembanganya di Indonesia

Reportasee.com – Pada masa sekarang, kegiatan transaksi jual beli tidak hanya dilakukan dengan cara bertemu secara langsung. Perkembangan teknologi membuat proses belanja dan jual beli menjadi semakin mudah. Salah satu aktivitas jual dan beli paling banyak peminatnya adalah melalui e-commerce.

Pengertian E-Commerce

E-Commerce berasal dari bahasa inggris yaitu electronic commerce atau perdagangan elektronik. Dan sebagaimana perdangangan biasayanya yaitu face to face. Dalam prosesnya juga meliputi pembelian, promosi dan pemasaran produk. Perbedaanya hanya pada sistem perdaganganya saja yaitu melalui media elektronik atau internet.

Untuk e-commerce, semua kegiatan proses perdangangan mulai dari pemesanan produk, pertukaran data sampai transfer dana dilakukan dengan elektronik. Di tengah lajunya perkembangan arus teknologi serta informasi digital yang semakin canggih, membuat aktivitas e-commerce sangat berhubungan dengan kegiatan transaksi komersial.

E-commerce tidak hanya berupa aktivitas perniagaan saja, namun juga suatu kolaborasi bersama dengan mitra bisnis, lowongan pekerjaan, client service dan masih banyak lagi yang lainya. Selain itu, dengan memanfaatkan teknologi digital, e-commerce juga membutuhkan database, email dan teknologi non internet lainya seperti untuk membayar dan mengirim produk-produk yang tersedia pada e-commerce.

Perkembangan di Indonesia

Kita bisa menyimpulkan bahwa perkembangan e-commerce di Indonesia sangatlah pesat jika membandingkan dengan negara tetangga. Seiring berjalanya waktu, perkembanganya juga semakin menjamur. Hal ini juga menyesuaikan dengan permintaan pasar dan semakin meningkatnya minat masyarakat dalam berbelanja online.

Di Asia Tenggara, Indonesia menjadi salah satu pasar e-commerce terbesar yang berkontribusi hingga 50% dari keseluruhan transaksi. Dengan semakin bertambahnya masyarakat yang menggunakan internet dan meningkatnya penetrasi e-commerce, maka kontribusi dari sektor ini juga sangat berpengaruh pada ekonomi yang akan semakin meningkat.

Contoh E-Commerce di Indonesia

Peminat belanja online di Indonesia memang sangatlah tinggi. Tidak mengherankan hal tersebut yang membuat perusahaan baru terus muncul yang turut memeriahkan penjualan di dunia maya.  Meskipun begitu, hanya ada beberapa perusahaan yang dapat maju di tengah ketatnya persaingan. Berikut merupakan contoh perusahaan yang berkembang pesat di Indonesia.

Bukalapak

Situs marketplace ini resmi hadir pada tahun 2010 silam dan merupakan salah satu unicorn di Indonesia. Mewadahi jutaan pelapak yang berjualan dalam platformnya. Bukalapak memang cukup sukses dan banyak peminatnya.

Shopee

Meskipun usianya masih muda jika membandingkan dengan platform lainya. Namun Shopee tidak bisa disepelekan. Berbagai macam promosi yang hadir seperti gratis ongkir, cashback, flash sale dan berbagai hadiah undian. Shopee berhasil menjadi salah satu e-commerce yang mempunyai tingkat transaksi paling tinggi di Indonesia.

Baca:  Film Krampus Horor Campur Komedi, Sangat Menegangkan

Tokopedia

Sebagai marketplace yang terdepan di Indonesia, Tokopedia merupakan mall online yang memungkinkan penjualnya untuk membuka toko dan menjualnya tanpa harus memikirkan biaya sewa toko dan gaji pegawainya. Mereka juga mengedepankan keamanan transaksi dan pengalaman jual beli online yang mudah aman dan nyaman.

Baca:  Android Suka Mati Sendiri, Inilah Cara Cepat dan Mudah

Macam – Macam E-Commerce

Pada umumnya, ada beberapa macam e-commerce yang sekarang ini tengah berkembang dengan pesat di Indonesia. Hal ini sangat penting jika kamu ingin terjun dalam bidang bisnis elektronik tersebut. Berikut ini merupakan beberapa macam e-commerce yang bisa kamu jadikan pilihan:

Business to Business

Jenis ini mempunyai skala yang terbesar, karena transaksi dilakukan antar satu perusahaan dengan perusahaan lainya. Dalam business to business, kegiatan transaksi ini dilakukan dengan elektronik dan fisik. Dalam hal ini, peran konsumenlah yang akan menjadi kelompok untuk menjalankan bisnis. Salah satu contohnya adalah dengan menjadi reseller, distributor dan yang lainya.

Business to Consumers

Business to Consumers menjadi yang terkenal di Indonesia. Produsen atau perusahaan lainya akan memasarkan secara langsung dan customer merupakan target pasar. Pembeli dapat membeli produk dalam eceran tanpa harus menetapkan jumlah minimal tertentu.

Consumer to Business

Pada jenis ini, transaksi penjualan adalah dari konsumen, sedangkan perusahaan merupakan target dari pasar. Individu nantinya dapat memberikan penawaran untuk sebuah produk baik itu barang maupun jasa untuk perusahaan yang memang membutuhkan. Contohnya adalah programmer web yang menawarkan skill yang dia miliki.

Consumer to Consumer

Aktivitas pada jenis ini adalah dari konsumen ke konsumen. Sedangkan untuk klasifikasinya terdiri dari dua model, yaitu classified dan marketplace. Pada model classified, buyer atau pembeli dan seller atau penjual akan melakukan transaksi. Sementara pada marketplace, konsumen atau penjual membutuhkan platform khusus yang akan menjadi tempat bertransaksi. Contoh dari marketplace adalah Tokopedia.

Business to Administration

Pada jenis ini, pelaku bisnis akan menjual produk maupun jasa dengan menggunakan lembaga pemerintahan sebagai pasarnya. Sedangkan untuk transaksinya berbentuk tender.

Online to Offline

Pada era saat ini, online to offline menjadi salah satu jenis yang populer. Pihak penjual nantinya akan mencari pembeli, kegiatan promosi dan menyediakan produk dengan cara memanfaatkan jaringan online sebagai medianya. Akan tetapi, untuk pembeli mempunyai pilihan untuk bisa berbelanja langsung di toko offline.

Berita Terkait
- Advertisment -

Paling Populer