Viral Suster Berikan Dosis Paracetamol Sampai 1000 Mg, Apa Efeknya?

Advertisement

Publik tengah geger dengan video viral yang memperlihatkan seorang ibu pasien marah besar karena suster memberikan dosis paracetamol sampai 1000 miligram.

Dalam video yang beredar, tampak ibu tersebut tengah marah besar kepada tiga orang suster.

Video kemarahan ibu pasien ini menjadi viral dan ada dalam unggahan beberapa akun sosial media salah satunya adalah akun bernama @kabarnegri.

Di narasi unggahan video itu menyebutkan bahwa peristiwa ini terjadi di rumah sakit swasta ternama yang ada di Medan.

Kejadian itu berawal saat sore hari tepatnya tanggal 29 Juni 2022 karena keteledoran 3 suster jaga yang memasukkan paracetamol sampai 1000 ml saat itu juga.

Advertisement

Padahal berdasarkan amanat dari dokter, seharusnya suster memberikan paracetamol sebanyak 300 ml.

Pada narasi dalam video, ada penjelasan bahwa orang tua pasien sempat bertanya tentang dosis tersebut.

Barulah pada akhirnya suster tersebut menyadari adanya kesalahan pemberian dosis paracetamol.

Beruntung obat yang ketiga suster berikan hanyalah paracetamol dan baru satu kali terjadi.

Namun tetap saja sebagai orang tua, ia mengaku merasa sangat dirugikan dan mengalami trauma berat.

Advertisement

Efek Pemberian Dosis Paracetamol yang Terlalu Berlebihan

Meskipun baru satu kali terjadi, tetap saja pemberian dosis berlebihan pada obat paracetamol akan membahayakan pasien.

Apalagi jika kejadian seperti yang ada dalam video terulang kembali karena keteledoran serupa.

Pasalnya paracetamol adalah salah satu obat yang sering menjadi penyebab overdosis.

Hanya dalam jangka waktu beberapa hari, overdosis paracetamol dapat memicu terjadinya gagal pada ginjal.

Terlebih jika fatal maka kematian mungkin saja terjadi.

Di bawah ini ada beberapa komplikasi akibat overdosis paracetamol yang menimpa pasien.

1. Gangguan Organ Ginjal

Jika seorang pasien mengalami overdosis parasetamol maka bisa menyebabkan masalah pada organ dalam tubuhnya.

Di mana masalah yang utama terjadi pada organ ginjal seseorang.

Masalah ini berupa urine yang berkurang drastis.

Selain itu masalah lainnya yang tergolong fatal adalah gagal ginjal.

Ironisnya hal ini dapat terjadi pada pasien yang mendapatkan dosis paracetamol berlebihan dalam hitungan hari saja.

2. Ensefalopati

Masalah berikutnya yang menimpa seseorang dengan kelebihan paracetamol adalah ensefalopati.

Di mana ensefalopati adalah kondisi saat terjadi gangguan pada bagian otak seseorang.

Sehingga penderitanya akan mengalami kebingungan serta disorientasi.

Itulah sebabnya salah satu gejala overdosis paracetamol adalah pasien merasa bingung ataupun linglung.

3. Hipoglikemia

Komplikasi lainnya yang bisa terjadi sebagai akibat overdosis paracetamol yaitu hipoglikemia.

Ini adalah kondisi di mana kadar gula darah terlalu rendah.

Karena itulah organ-organ tubuh tak bisa menjalankan fungsi sebagaimana seharusnya.

4. Peningkatan Asam di Dalam Darah

Overdosis parasetamol juga dapat memicu terjadinya peningkatan asam di dalam darah.

Kondisi ini kerap orang sebut sebagai asidosis.

Terdapat ciri-ciri para pasien overdosis parasetamol yang mengalami hal tersebut.

Cirinya adalah ia bernapas dengan tersengal-sengal.

Terdapat banyak hal yang menyebabkan seseorang sampai mengalami overdosis paracetamol.

Hal ini mulai dari insiden seperti orang yang salah melihat dosis serta tanpa sengaja menelan paracetamol berjumlah banyak.

Bahkan ada juga seseorang memang ingin meminum parasetamol dalam jumlah banyak untuk mengakhiri hidupnya.

Bukan itu saja, orang yang mempunyai masalah ginjalu ataupun ketergantungan pada alkohol lebih rentan mengalami overdosis parasetamol.

Pasien yang kurang mendapatkan asupan nutrisi seperti penderita masalah pada makan ataupun sakit kronis rentan juga mengalami overdosis paracetamol.

Karena itulah pemberian dosis paracetamol harus sesuai dengan petunjuk obat atau dari dokter itu sendiri.

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker