Di Balik Keputusan Larangan Konten Seksual Oleh OnlyFans

Advertisement

ReportaseeJATENG.com – OnlyFans sebagai platform yang menyediakan layanan video dan foto akhirnya melarang adanya konten yang berunsur seksual.

Sebenarnya ada banyak platform yang bergerak dalam memberikan layanan video dan foto termasuk konten dewasa.

Salah satunya perusahaan Inggris ini yang terbilang sudah cukup besar karena memiliki banyak kreator.

Selain itu platform ini sudah cukup besar lantaran sudah terkenal di seluruh dunia bahkan memiliki banyak pelanggan.

Namun terciptanya peraturan tentang pembatasan konten seksual di media online demi kebaikan masyarakat.

Advertisement

Karena hal tersebut satu per satu platform mulai mengambil keputusan untuk mengikuti peraturan agar tetap aman.

Hingga akhirnya platform OnlyFans akhirnya juga melakukan larangan terhadap konten seksual mengikuti platform lain.

Sempat bungkam, akhirnya Tim Stokely selaku CEO sekaligus pendiri platform angkat bicara tentang alasannya.

Kesulitan Mencari Investor

Mungkin keputusan yang di ambil oleh pihak platform cukup mengejutkan bagi sejumlah pihak yang terlibat.

Pasalnya platform penyedia layanan video dan foto ini semua tetap beroperasi dengan lancar sesuai bidangnya.

Hingga muncul keputusan tentang larangan konten seksual membuat sejumlah pihak bertanya-tanya dan penasaran.

Stokely selaku pendiri serta CEO platform OnlyFans mengungkapkan alasan utamanya adalah Bank.

Sudah ada 3 Bank yang menolak, menandai, hingga menutup akun platform karena berkaitan dengan risiko reputasi.

3 bank tersebut antara lain Bank of New York (BNY) Mellon, JPMorgan Chase, dan Metro Bank.

Dan syarat mitra penyedia serta penyedia pembayaran sekarang terhadap konten harus melakukan larangan konten seksual.

Meskipun begitu Tim Stokely enggan menyebutkan tentang siapa mitra penyedia yang saat ini bekerja sama dengan platformnya.

Kreator OnlyFans Kecewa

Sebagai salah satu platform penyedia layanan foto dan video terbesar di Inggris, platform ini sudah memiliki banyak kreator.

Bahkan rata-rata kreator senang telah bergabung dalam platform yang mampu memberikan pundi-pundi uang.

Selain itu penghasilan platform asal Inggris ini juga sangat besar bagi kreator yang berkecimpung.

Tidak heran jika banyak pekerja komersial yang menjadikan platform OnlyFans sebagai wadah untuk mendapatkan penghasilan.

Hal tersebut karena para pekerja komersial yang menjadi kreator bisa mendapatkan uang dengan menjual foto.

Sehingga kreator merasa sangat kecewa dan marah dengan aturan baru platform yang menyulitkan mereka.

Hal yang mencengangkan sebagai kreator dalam platform bisa saja mendapat penghasilan hingga 14 miliar per hari.

Hanya dengan menjual foto atau video yang mengandung unsur seksual dan terkadang kreator juga mendapat tip.

Akan tetapi Stokely mengungkapkan bahwa aturan baru yang berlaku bertujuan juga untuk melindungi kreator platform.

Stokely ingin melindungi kreatornya dari tindakan Bank yang semakin tidak adil dan mengganggu operasional platform.

Selain itu sebagai pendiri platform OnlyFans, Stokely juga tidak ingin kehilangan para kreator setianya.

Oleh karena itu keputusan untuk menerapkan aturan baru telah Stokely pikirkan secara matang-matang.

Mengikuti Jejak Platform Lain

Sudah banyak perusahaan luar negeri yang bergerak dalam bisa menyediakan layanan video dan foto di media online.

Bahkan rata-rata perusahaan tersebut termasuk perusahaan besar yang sudah memiliki banyak pelanggan.

Pasalnya keuntungan yang di dapat dengan menyediakan layanan foto dam video seksual lebih besar dan mudah.

Platform lain yang juga menyediakan layanan foto serta video ada Patreon, eBay, Tumblr, dan masih banyak lagi.

Namun satu per satu platform tersebut mengikuti peraturan yang beredar saat ini untuk melakukan pembatasan konten dewasa.

Semula OnlyFans masih bertahan dengan menyediakan seksual di media karena memikirkan kreatornya.

Namun masalah bertahap menghadang dan mulai membuat platform kesulitan dalam operasionalnya.

Salah satunya kesulitan mencari investor karena takut memiliki reputasi buruk jika terikat dengan platform.

Bahkan platform milik Stokely ini sudah mendapat penolakan hingga penutupan akun secara agresif oleh salah satu Bank.

Sehingga Tim Stokely mengambil keputusan untuk membuat aturan baru agar kreatornya terlindungi dan platform tetap berjalan.

Sumber Penghasilan

Sebagai salah satu platform penyedia layanan foto dan video, perusahaan asal Inggris ini cukup terkenal.

Hal tersebut terlihat banyaknya kreator yang bergabung dan juga pelanggan setia yang selalu menggunakan jasa platform.

Tidak heran jika kreator OnlyFans mampu mendapatkan penghasilan besar dari hasil kreativitasnya.

Bahkan banyak pihak yang menggunakan platform ini sebagai ladang yang menghasilkan pundi-pundi uang.

Namun dengan kebijakan baru yang sudah berlaku langsung membuat para kreator merasa marah dan kecewa.

Mereka merasa dikhianati, namun kembali lagi aturan baru ini bertujuan untuk melindungi kreator yang bergabung.

Besaran penghasilan dalam platform tidak jarang membuat orang penasaran dan bertanya-tanya karena nominal yang mencengangkan.

Sebenarnya penghasilan tersebut berasal dari pembayaran para pelanggan yang menggunakan layanan platform.

Dari pembayaran pelanggan kreator akan mendapat 80%, belum termasuk tip dari para pengguna.

Show More
Advertisement