Efek Mengkonsumsi Mie Instan Terlalu Banyak Pada Kesehatan Tubuh

Reportasee.com – Bahaya mengkonsumsi mie instan terlalu banyak bisa berakibat buruk pada kesehatan tubuh. Apalagi di zaman sekarang semakin banyak orang yang menggemari  makanan praktis ini.

Sebentar lagi kita selaku umat Muslim atau Muslimah akan memasuki Bulan Ramadhan, di mana bulan yang mewajibkan seluruh umat Islam untuk berpuasa.

Menjalankan ibadah puasa biasanya selama 30 hari penuh, dengan menahan lapar mulai dari Subuh hingga Maghrib. Sehingga rata-rata orang harus memasak ketika sahur atau waktu berbuka puasa.

Biasanya umat Muslim atau Muslimah melaksanakan sahur saat hari masih pagi buta, biasanya orang mempergunakan waktu tersebut untuk tidur. Sehingga orang akan merasa malas untuk memasak dalam keadaan masih mengantuk.

Oleh karena itu sebagian besar masyarakat memilih menu alternatif dengan menyediakan mie instan sebagai stok di rumah. Selain itu bagi anak kos yang tinggal sendiri, menyediakan makanan instan yang cepat saji menjadi menu wajib.

Tidak heran mie instan memiliki banyak penggemar baik saat Bulan Ramadhan maupun bulan biasa. Dengan menggunakan menu mie instan sebagian masyarakat merasa lebih hemat lantaran harga yang murah dan terjangkau.

Selain murah, mie instan juga sangat praktis cara memasaknya serta cepat matang. Akan tetapi belum banyak masyarakat yang mengetahui bahwa terlalu banyak mengkonsumsi mie instan dapat berdampak buruk bagi tubuh.

Lalu apa saja bahaya dari mengkonsumsi mie instan yang terlalu banyak? Berikut beberapa bahaya yang dapat menyerang pecinta mie instan :

Risiko Sindrom Metabolik

Para peneliti sudah mengklarifikasi bahwa bahaya Sindrom Metabolik dapat menyerang setiap orang yang gemar makan mie instan. Terutama bagi wanita yang terlalu sering hingga dua kali atau bahkan lebih dalam seminggu.

Seorang peneliti yang bernama Hyun Shin juga sudah melakukan penelitian mengenai bahaya mengkonsumsi mie instan terlalu banyak.

Hyun Shin melakukan penelitian kepada wanita yang berusia 19 hingga 64 tahun  dengan jumlah 11.000 orang. Dengan cara partisipan harus melaporkan setiap kali menyantap makanan, kemudian para peneliti yang akan mengklasifikasi hasil laporan tersebut.

Hal tersebut dapat terjadi lantaran dalam mie instan terdapat kandungan lemak jenuh dan juga sodium yang tidak baik untuk tubuh.

Bahaya Diabetes

Mengkonsumsi mie instan terlalu sering dapat berisiko terserang penyakit diabetes. Mie instan terbuat dari olahan tepung terigu atau dengan nama lain maida.

Maida yang kaya rasa tidak memiliki kandungan gizi apapun karena hanya sebagai bahan tambahan dalam pembuatan mie.

Selain itu dalam maida hanya terdapat kandungan gula yang tinggi, Dokter Simran Saini yang mengungkapkan mengenai hal ini.

Dokter Simran Saini merupakan ahli gizi di Rumah Sakit Fortis yang berada di New Delhi. Dokter Simran yang telah melakukan penelitian mengungkapkan banyak resiko yang dapat terjadi dengan memakan mie instan terlalu sering.

Dengan mengkonsumsi maida yang tidak memiliki kandungan gizi apapun dapat menyebabkan badan menjadi gemuk. Selain itu kandungan gula dalam maida bisa mengingkatkan gula darah dalam tubuh.

Membutuhkan waktu cukup lama untuk dapat mencerna maida dan pankreas akan segera melepaskan insulin. Maida dapat menyebabkan pembengkakan yang berpotensi terserang diabetes tipe 2.

Mengganggu Sistem Pencernaan

Mungkin bagi sebagian orang menganggap memakan mie instan adalah suatu kenikmat. Sehingga mereka sering konsumsi hingga hampir setiap hari, padahal bahaya mengkonsumsi mie instan terlalu banyak dapat mengintai kapan saja.

Mie instan dapat mengganggu sistem pencernaan kita, hal ini terjadi karena proses penyerapan nutrisi dalam tubuh yang terhambat.bahkan ganggua pencernaan dapat berisiko lebih fatal lagi bagi tubuh.

Mulai dari terserang sembelit, membuat perut menjadi kembung, hingga bisa menyebabkan usus dalam tubuh kita bocor.

Risiko Keguguran

Sudah banyak ahli gizi yang menyarankan bagi Ibu hamil untuk mengurangi atau menhindari memakan mie instan. Mie lantaran mie instan bisa membehayakan kandungan hingga berisiko mengalami keguguran.

Di dalam mie instan terdapat kandungan natrium yang dapat memicu hipertensi pada Ibu hamil. Hipertensi akan membuat konsidi ibu hamil lebih rentan terserang penyakit komplikasi. Sehingga sangat berbahaya baik pada Ibu maupun janin yang masih berada dalam kandungan.

Tidak hanya itu saja, dalam mie cepat saji ini juga mengandung bahan kimia yang tidak baik untuk tubuh. bahan kimia dalam mie dapat menembus hingga ke plasenta yang berisiko keguguran.

Jika memang sangat ingin memakan mie, bisa dengan mengkonsumsi sebulan sekali saja. Dan selalu imbangi dengan meminum air putih yang banyak, sehingga zat-zat yang tidak baik bisa ikut larut.

Kerusakan Hati

Bahaya mengkonsumsi mie instan terlalu banyak dapat menyebabkan kerusakan hati. Pasti ada yang bingung apa hubungan antara makan mie dengan kerusakan hati bukan?

Tentu banyak yang tidak mengira bahwa dengan memakan mie instan terlalu sering dapat berimbas pada kesehatan hati.dalam mie terdapat kandungan Humektan atau bahan anti beku.

Penggunaan bahan ini dalam pembuatan mie berguna untuk membuat mie cepat mengering. Dan Humektan sangat berisiko untuk merusak hati jika terlalu sering mengkonsumsinya.

Selain itu kandungan bahan yang terlalu banyak masuk ke dalam tubuh bisa menyebabkan sistem kekebalan tubuh menjadi melemah.

Kebanyakan MSG

Untuk meningkatkan rasa pada mie cepat saji biasanya menggunakan MSG (Monosodium Gulatamte). Sehingga sangat berbahaya bagi orang yang memiliki alergi terhadap MSG.

Dengan mengkonsumsi mie terlalu sering tidak baik bagi tumbuh kembang terutama anak-anak. Selain itu bagi pengidap alergi dapat menyebabkan wajah memerah, rasa terbakar, panas pada bagian dada, hingga sakit kepala.

Stroke

Setiap satu bungkus mie instan mengandung 1.722 gram natrium atau 9 sampai sebelas sendok makan natrium. Dengan terlalu banyak makan mie cepat saji dapat memicu terserang penyakit stroke.

Banyaknya natrium yang ada dalam tubuh membuat air terserap ke pembuluh darah, sehingga menyebabkan bertambahnya volume darah.

Pembuluh darah akan bekerja lebih kuat jika volume darah dalam tubuh semakin meningkat, sehingga berisiko hipertensi.

Stelah terjadi hipertensi, makan darah yang ada dalam pembuluh darah akan membeku dan menyumbat darah menuju otak.

Kanker

Saluran pencernaan membutuhkan waktu yang lama untuk bisa mencerna mie cepat saji. Sehingga hal tersebut dapat memberi tekanan pada pencernaan serta pelepasan insulin dengan terpaksa.

Lamanya proses mencerna mie membuat zat-zat yang terkandung dalam mie bisa tersimpan dalam tubuh, mulai dari bahan pengawet hingga zat kimia beracun.

Dengan begitu akan lebih mudah memicu tubuh kita terpapar T-butylhydroquinone (TBHQ) dan juga Butylated Hydroxyanisole (BHA). Kedua bahan tersebut bersifat karsinogenik yang dapat menyebabkan tubuh terserang kanker.

Untuk mengurangi resiko dari banyak mengkonsumsi mie instan, kita dapat mengganti air rebusan setelah memasak mie. Karena air rebusan dari mie mengandung zat pengawet yang dapat memberikan dampak buruk bagi tubuh.

Lebih baik ;lagi jika kita membatasi seminimal mungkin untuk memakan mie siap saji. Bahkan lebih baik mengganti menu persediaan mie di rumah dengan makanan sehat seperti buah-buahan.

Dengan mengkonsumsi buah saat kita merasa lapar akan memberikan dampak baik bagi tubuh. Selain tubuh menjadi sehat, kita juga dapat terbebas dari bahaya mengkonsumsi mie instan terlalu banyak.